Anggota Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang, Simak Penjelasan Dedi Prasetyo

Anggota Tim teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang, Simak Penjelasan Dedi Prasetyo

Anggota Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang, Simak Penjelasan Dedi Prasetyo
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). 

Anggota Tim teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang, Simak Penjelasan Dedi Prasetyo

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Anggota tim teknis kasus Novel Baswedan yang dikepalai oleh Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal (Pol) Idham Azis berjumlah sekitar 90 orang. Sebelumnya disebutkan akan ada 50 orang anggota tim teknis yang dipimpin Kepala Bareskrim Idham Azis.

"Ada update terbaru, bisa sampai 90 orang," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Kivlan Zen Akan Ajukan Praperadilan Kedua, Praperadilan Pertama Ditolak Hakim PN Jakarta Selatan

Dedi mengatakan bahwa susunan tim tersebut akan diungkap pada 1 Agustus 2019 mendatang. Ia mengatakan, Standar Operasional Prosedur (SOP) tim teknis tersebut tetap berlaku selama 6 bulan.

Namun, Polri tetap berharap dapat menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel dalam waktu tiga bulan sesuai keinginan Presiden Joko Widodo.

"Insya Allah mohon doanya seluruh masyarakat untuk men-support tim agar bekerja secara efektif, efisien, sehingga hasilnya bisa maksimal," ungkapnya.

Batalkan Dokter Romi Jadi PNS, Menpan RB Peringatkan Pemkab Solok Selatan

Saat ini, Kabareskrim masih memilih personel yang akan dilibatkan dalam tim tersebut. Selain itu, Idham juga disebut sedang mempelajari temuan TGPF kasus Novel Baswedan sekaligus berkas investigasi Polda Metro Jaya sebelumnya.

Sebelumnya, TGPF telah menyampaikan sejumlah temuan mengenai kasus penyerangan Novel pada 17 Juli 2019.

Dalam laporan hasil investigasi TGPF, disebut penyerangan terhadap Novel dilakukan tidak dengan maksud membunuh, tetapi membuatnya menderita.

Kesimpulan ini didasarkan pada zat kimia di air keras yang digunakan pelaku. Zat pada air keras itu diidentifikasi tidak membahayakan jiwa dan menimbulkan luka permanen.

Penyerangan itu juga diduga akibat penggunaan kekuasaan yang berlebihan atau excessive use of power oleh Novel ketika ia menjalankan tugas di KPK. Hal itu membuat ada pihak yang sakit hati dan melakukan serangan.

Menurut TGPF, terdapat enam kasus high profile dalam penanganan Novel yang diduga bisa menimbulkan serangan balik.

TGPF kemudian merekomendasikan Polri membentuk tim teknis demi menindaklanjuti temuan pihaknya.

Sementara itu, Presiden Jokowi memberikan waktu tiga bulan bagi tim teknis bentukan Kapolri untuk bekerja menuntaskan kasus Novel. (Kompas.com/Devina Halim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perkembangan Terbaru, Anggota Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Sampai 90 Orang ",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved