Termakan Hoaks Penggal Kepala untuk Bangun Jembatan, Sejumlah Warga Bangladesh Tewas Dikeroyok Massa
Beredar berita hoaks di tengah masyarakat Bangladesh bahwa ada sejumlah warga yang sedang mencari dan penggalkepala manusia untuk jembatan
Termakan Hoaks Penggal Kepala untuk Bangun Jembatan, Sejumlah Warga Bangladesh Tewas Dikeroyok Massa
POS-KUPANG.COM - Cerita hoaks ini sebenarnya sudah beredar selama puluhan tahun bahwa dalam pembangunan sebuah jembatan, ada anak yang diculik dan kepalanya dipotong untuk dijadikan tumbal.
Namun dalam kasus terbaru di Bangladesh, delapan orang dibunuh karena dianggap sebagai penculik, yang menjadi korban pembunuhan massal.
Menurut kepala polisi Bangladesh Javed Patwary, hoaks ini bermula disebarkan kebanyakan lewat Facebook yang mengatakan adanya sebuah proyek pembangunan jembatan bernilai Rp 3 Triliun, yang mencari kepala anak untuk dijadikan tumbal.
Delapan orang yang sudah menjadi korban tewas, dua di antaranya adalah perempuan.
"Kami sudah menganalisa semua kasus dari delapan pembunuhnan tersebut." kata Patwary kepada wartawan di ibukota Bangladesh, Dhaka.
"Mereka yang tewas ini semuanya dibunuh oleh massa. Tidak seorang pun di antara korban adalah penculik anak-anak."
Menurut laporan, sudah ada lebih dari 30 penyerangan sejak rumor tersebut beredar.
Kepala polisi Bangladesh Javed Patwary mengatakan kantor polisi di seluruh negeri sudah diperintahkan untuk memadamkan penyebaran hoaks tersebut.
Sejauh ini sudah ada 25 kanal di YouTube, 60 akun Facebook dan 10 situs yang ditutup.
Namun kantor berita AFP masih menemukan beberapa akun di Facebook yang menyebarkan kabar bohong tersebut.
Tindakan brutal yang dilakukan massa sering terjadi di Bangladesh, namun insiden terbaru ini yang paling banyak memakan korban tewas.
Media lokal mengatakan kabar hoaks tersebut mulai beredar setelah adanya laporan bahwa seorang pemuda menemukan kepala seorang anak kecil di Netrokona, di Bangladesh utara.
Korban paling baru adalah seorang perempuan orang tua tunggal beranak dua, Taslima Begum, yang dipukuli sampai mati di depan sebuah sekolah di Dhaka pada hari Sabtu oleh massa yang mencurigai perempuan tersebut sebagai penculik anak-anak.
Seorang pria tunarungu juga dipukuli sampai mati di hari yang sama ketika dia hendak mengunjungi rumah anak perempuannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jembatan-padma-di-bangladesh.jpg)