Rawan Banjir dan Longsor Manutapen Dicanangkan Sebagai Kampung Siaga Bencana

Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, dicanangkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) oleh Kementerian Sosial RI

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Simulasi evakuasi korban bencana dalam pelatihan penanggulangan bencana di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (2472019). 

Rawan Banjir dan Longsor Manutapen Dicanangkan Sebagai Kampung Siaga Bencana

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT, dicanangkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) oleh Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Manutapen dipilih sebagai Kampung Siaga Bencana karena di wilayah ini rawan terjadi bencana terutama bencana banjir dan longsor seperti yang terjadi pada 24 Januari 2019.

Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan salah satu upaya penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

Sebanyak 60 warga Kelurahan Manutapen yang direkomenadasikan oleh pihak Kelurahan mengikuti rangkaian pelatihan penanggulangan bencana tersebut.

Pelatihan diberikan oleh Tim Tagana Provinsi NTT berkolaborasi dengan Tagana Kota Kupang. Peserta dilatih selama dua hari, 22 hingga 24 Juli 2019 bertempat di salah satu lahan di Kelurahan Manutapen. Mereka dilatih membangun shelter, mengelola dapur umum, sekretariat, dan mengevakuasi korban.

Dalam acara penutupan kegiatan tersebut, Rabu (24/7/2019) Wali Kota Kota Kupang, Jefri Riwu Kore melalui Kadis Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si, mengapresiasi Pencanangan wilayah Kelurahan Manutapen sebagai Kampung Siaga Bencana.

Minta Putus, IRT di Kupang Dianiaya Pacar

"Kita patut berterima kasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melaksanakan kegitan KSB ini," ungkapnya.

Ia sangat berharap KSB bisa memberikan perlindungan kepada warga melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia masyarakat setempat.

"Ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar paham dan siap siaga terhadap bencana. Hal itu merujuk pada peraturan menteri sosial RI nomor 128 tentang Kampung Siaga Bencana," ujarnya.

INNALILLAH! Kabar Duka dari Okie Agustina, Mantan Istri Penyanyi Pasha Ungu, Sedih Ayah Mertua Wafat

Jefri menjelaskan, bencana longsor pada 24 Januari 2019 yang menyebabkan SMA Tunas Harapan di Manutapen hampir ambruk menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Ia menekankan masyarakat punya peran penting dan didukung oleh pemerintah untuk menjadi aktor utama dalam menanggulangi bencana. Masyarakat, kata Jefri, selain menjadi objek yang ditolong mesti punya kemampuan atau keterampilan untuk menolong sesama menghadapi bencana.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved