Ditelantarkan Sekolah, 19 Siswa SMK Ini Gagal Kuliah

Akibat Ditelantarkan Sekolah, Sebanyak 19 Siswa SMK di Lombok Barat Ini Gagal Kuliah

Ditelantarkan Sekolah, 19 Siswa SMK Ini Gagal Kuliah
KOMPAS.com/FITRI R
Siswa SMK Ponpes Al Irsyad, Lombok Barat mengadukan nasib mereka ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Senin (22/7/2019) mereka tak bisa mengikuti PMB (Pebdaftaran Mahasiswa Baru) karrna sekolah tak mendaftarkan mereka mengikuti Ujian Nasional 2019. 

Akibat Ditelantarkan Sekolah, Sebanyak 19 Siswa SMK di Lombok Barat Ini Gagal Kuliah

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Hari Anak Nasional semestinya dirayakan dengan riang gembira dan penuh suka cita. Kesedihan justru dirasakan 19 orang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pondok Pesantren Al Irsyad, Desa Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Mereka kecewa karena tidak bisa mendaftar sebagai mahasiswa baru setelah gagal menjadi peserta Ujian Nasional tahun 2019.

Ketua Umum Parpol Koalisi Pendukung Jokowi-Maruf Berkumpul di Kantor DPP Nasdem, Ada Apa?

Konflik internal di SMK mereka adalah penyebab utamanya. Karena tak ada kepastian mereka mengadu ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Senin (22/7/2019).

Ke-19 siswa SMK ini hanya berharap mendapatkan surat pindah sekolah, karena harapan untuk mengikuti ujian susulan pun kandas tanpa penjelasan yang memuaskan dari pihak Yayasan dan Kepala Sekolah mereka.

Oknum Polisi Diduga Aniaya Bocah 9 Tahun, Mengaku Emosi karena Anak Dipukul, Begini Kronologinya

"Kami tak ingin yang lain, selain bisa melanjutkan sekolah. Tidak apa-apa kami mengulang di kelas 12 asal diberikan surat pindah. Kami takut di SMK itu tak ada kejelasan, kami trauma," isak Yuliani, salah seorang siswa.

Yuliani tidak sendiri, 18 rekannya yang lain juga menunggu tanpa kepastian. Mereka mengaku tak mempersoalkan mengulang di kelas 12, asalkan bisa ikut ujian tahun depan atau tahun 2020 nanti.

Bersama orang tuanya, para siswa ini tak tahu lagi harus mengadu kemana. Mereka sadar tak akan bisa mengikuti PMB (Pendaftaran Mahasiswa Baru) setelah gagal mengikuti Ujian Nasional serta Ujian Nasional susulan tahun ajaran 2019.

"Ujian yang kandas membuat kami tak bisa mengejar harapan menjadi mahasiswa tahun ini. Mungkin ini ada hikmahnya," kata Yuliani yang bercita cita masuk Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram).

Mastur, pendamping siswa dan orang tua siswa mengatakan, apa yang dialami para siswa ini adalah karena sengketa dalam internal yayasan SMK pondok pesantren tempat mereka menuntut ilmu.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved