Sepenggal Cerita Film "Salam" Karya Mahasiswa Unimor yang Menjadi Juara Umum FFMI 2019

Film pendek berjudul "Sahabat Alam atau Salam" karya mahasiswa dan dosen universitas Timor menjadi juara umum dalam Festival Film Mahasiswa Indonesia

Sepenggal Cerita Film
istimewa
Produser dan perwakilan pemain film pendek berjudul Sahabat Alam foto bersama usai menerima penghargaan. Gambar diambil beberapa waktu yang lalu. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Film pendek berjudul "Sahabat Alam atau Salam" karya mahasiswa dan dosen universitas Timor menjadi juara umum dalam Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) tahun 2019.

Film pendek yang diproduseri oleh Hermina Manlea, S.Si, M.Env.Sc, dibantu oleh Primus Bere Boe, S.Pd dan Engelbertus Taus, ST tersebut juga masuk dalam 10 kategori nominasi dan menang dalam tiga kategori yakni film terbaik, aktris terbaik dan penata gambar terbaik.

Salah seorang produser Hermina Manlea kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (21/7/2019 menuturkan, film Salam tersebut mengisahkan bagaimana keberhasilan dari perempuan Timor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Jadi film Salam ini menceritakan keebrhasilan perempuan Timor dalam menjaga kelestarian batu, tanah, air, dan hutan," terangnya.

Profesi Petani, Namun Pasangan Suami Istri Ini Punya Banyak Mobil Mewah, Ini Usaha Lain

Tim Sepak Takraw Putri NTT Siap Tanding di Pra PON XX 2019 di Kalimantan Utara

Hermina mengatakan, film pendek tersebut mengambil inspirasi dari kisah nyata seorang perempuan Timor dari suku Molo di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Perempuan itu bernama Aleta Baun yang dengan sangat berani berhasil mengusir penambang dan menjaga alam," ungkapnya.

Ucapan Terima Kasih

Hermina mengatakan, pencapaian terbaik itu berkat kerja keras semua pihak. Oleh karena itu, dirinya ingin mengucapkan terima kasih kepada para juri nasional yang telah mempercayakan Unimor menjadi juara umum FFMI 2019.

Selain itu, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unimor, Pembina UKM Primus Bere Boe sebagai pencetus ide cerita, pendamping proses penyusunan naskah, menulis lagu soundtrack dan komposer musik soundtrack dan backsound, dan membantu dalam penataan gambar hingga proses produksi.

Hemrina juga mengucapkan terima kasih kepada rekan produsernya, Engelbertus Taus yang rela ada kapanpun, juga kepada para pemain yang merupakan mahasiswa Unimor.

Tak lupa Hermina, juga mengucapkan terima kasih kepada almamater tercinta Universitas Timor yang telah mendukungan danan untuk proses produksi dan mengikuti kegiatan di Lampung.

Terakhir Hermina juga mengucapkan terima kasih untuk pemerintah Provinsi NTT (Asisten Pembangunan Semuel Rebo), dan Kapolres TTU serta Dandim 1618 TTU untuk doa dan dukungan penuhnya saat kegiatan launching.

"Terima kasih juga untuk para orang tua, sahabat, kenalan dan keluarga serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah mendukung kami dengan caranya masing-masing. Kami bersyukur memiliki kalian," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved