TRIBUN WIKI: Bukit Marmer Tunua Diserbu Pengunjung
Bukit Marmer Tunua, di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara ramai dikunjungi para wisatawan pada Minggu, (21/7/2019) pagi.
Penulis: Dion Kota | Editor: Adiana Ahmad
Bukit Marmer Tunua Diserbu Pengunjung
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota
POSKUPANG.COM | SOE - Bukit Marmer Tunua, di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara ramai dikunjungi para wisatawan pada Minggu, (21/7/2019) pagi.
Para wisatawan tidak hanya datang dari Kota Soe saja, tetapi dari luar Kabupaten TTS, seperti dari Kota Kupang.
Dengan pesona batu marmer dan pemandangan hutan Pinus yang cantik, membuat para wisatawan rela harus menempuh jarak ratusan Km untuk sampai ke tempat wisata ini.

Dua kakak beradik, Ary dan Dani Keban mengaku rela menempuh jarak ratusan Km dari Kota Kupang untuk bisa sampai ke obyek wisata marmer Tunua dengan menggunakan sepeda motor.
Walau capek, keduanya mengatakan puas dengan setelah melihat pesona bukit marmer Tunua.
"Ya cape juga kita naik motor dari kupang ke Desa Tunua ini. Tetapi setelah lihat pemandangan alam di desa Tunua dan bukit marmernya rasa cape seakan hilang. Pemandangan sangat cantik," ungkap keduanya.
Rizal pengunjung lainnya dari Kota Soe mengaku sudah beberapa kali datang ke bukit marmer Tunua, namun dirinya tidak merasa bosan.
• Ramalan Zodiak Minggu Ini, 21 -27 Juli 2019 Cancer Masalah Kesehatan, Virgo Dapat Uang, Zodiak Lain?
Pemandangan alamnya yang indah dengan udara yang masih segar selalu membuat dirinya rindu kembali ke bukit marmer Tunua.

"Saya sudah beberapa kali ke tempat ini, tetapi saya tidak bosan. Pemandangan indahnya selalu membius saya untuk selalu rindu ke tempat ini," ucapnya.
Untuk diketahui, sajian utama pesona Desa Tunua sendiri adalah bukit marmer yang masih kokoh berdiri dengan ketinggian sekitar 100 meter.
Bukit marmer ini bukan sembarang bukit marmer. Bukit marmer Tunua menjadi saksi sejarah bagaimana dulunya marmer desa Tunua di potong lalu di angkut ke kota-kota besar di Indonesia.
Melihat kekayaan bukit marmernya terus terus dikeruk, masyarakat Tunua berontak dan meminta agar aktivitas tambang marmer dihentikan.
• Marcus/Kevin Menang atas Ahsan/Hendra di Indonesia Open 2019
Akhirnya, lewat perjuangan panjang, aktivitas tambang marmer pun dihentikan. Namun sayangnya, bukit marmer Tunua sudah tak utuh lagi.
Puncak bukit marmer sebagiannya telah potong hingga berbentuk datar.
Puncak bukit marmer Tunua yang telah dipotong lalu dibentuk kotak-kotak guna diangkut ke kota Kupang. Sebagian batu marmer yang belum sempat diangkut, nampak berserakan di kaki bukit marmer Tunua.

• SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Juventus vs Tottenham Hotspur di ICC 2019, Skor Sementara 0-0
Saat ini, batu marmer yang sudah berbentuk kotak-kotak tersebut menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Walau belum disusun menjadi suatu pola atau bentuk tertentu, namun batu-batu marmer tersebut tetap mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Bebatuan marmer nampak ada yang disusun tiga tingkat, dua tingkat atau hanya diletakkan satu-satu di kaki bukit Tunua. (*)