PKBI Daerah NTT Terbentuk, Ini Susunan Pengurus Organisasi
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTT periode 2019 - 2024 resmi terbentuk, Jumat (18/7/2019).
Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad
Menurutnya, kuantitas penduduk yang semakin bertambah setiap tahun berbanding lurus dengan persoalan yang dihadapi Indonesia yang masuk dalam kategori negara berkembang.
Pun demikian, dengan Provinsi NTT yang masih dibelit persoalan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Pihaknya menyoroti persoalan angka kematian ibu dan anak, tingginya angka stunting dan kesehatan reproduksi bagi anak-anak atau remaja.
Sehingga, lanjutnya, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan bertemu penasehat organisasi, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat untuk secara bersama membahas dan menyampaikan program kerja yang sejalan dengan visi pemerintah dibawah kepemimpinan gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat
"Kami mempunyai program untuk membangun NTT sesuai misi 'NTT Bangkit NTT, NTT Sejahtera," tegasnya.
Pihaknya juga menyoroti persoalan hak anak dan kewajiban orangtua seety kehamilan yang tidak diinginkan di mana berdampak oada anak yang nantinya akan dilahirkan.
"Kasus di NTT, banyak kehamilan yang tidak diinginkan. Dampaknya banyak pada anak-anak, yakni akta perkawinan tidak ada (untuk anak), akta lahir sulit didapat dan lainnya. Itulah sasaran kami," katanya.
Wakil Ketua I Bidang Kelembagaan dan SDM, DR. Simplexius Asa, SH., M.H mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran media massa yang ada.
Menurutnya, media massa yang hadir bukan saja berperan mengkampanyekan PKBI Daerah NTT akan tetapi dapat menjadi rekan kerja.
"Kita sebenarnya mitra terdekat yang mempunyai tugas mulia untuk bersama-sama membangun peradaban dan keadaban di NTT," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT, Moudy F. Taopan mengatakan, bersama para relawan, pihaknya menjalankan satu program pemberdayaan masyarakat dengan menggandeng Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang.
"Di dalamnya ada satu misi yaitu salah satunya program untuk anak dan remaja marjinal," paparnya.
Selanjutnya, bersama LPKA Kelas I Kupang pada 27Juli 2019, akan digelar perayaan hari Anak 2019.
"Kami rencana ada talk show, pentas seni dan pajang hasil karya mereka (anak binaan LPKA Kelas I Kupang) dan kami akan mengundang pihak luar," jelasnya.
Dikatakannya, PKBI Daerah NTT juga memiliki perhatian pada keluarga dan memiliki program Bina Anaprasa yang mengangkat potensi keluarga dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan pra sekolah yang memberikan wadah tumbuh kembang bagi anak.
Sehingga, lanjut Moudy, anak menjadi sehat cerdas, ceria, kreatif dan berbudi pekerti tinggi.
Pada saat yang sama, program ini juga menjangkau orangtua dalam bidang KB, kesehatan reproduksi, kesehatan diri, kebersihan lingkungan, kesehatan diri hingga peningkatan ekonomi keluarga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengurus-pkbi-ntt-foto-bersama-usai-konferensi-pers-di-beta-cafe-dan-barbershop-di-jln-palapa.jpg)