PKBI Daerah NTT Terbentuk, Ini Susunan Pengurus Organisasi
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTT periode 2019 - 2024 resmi terbentuk, Jumat (18/7/2019).
Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad
PKBI Daerah NTT Terbentuk, Ini Susunan Pengurus Organisasi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTT periode 2019 - 2024 resmi terbentuk, Jumat (18/7/2019).
Berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) PKBI Daerah NTT pada Mei 2019 lalu, Akademisi dari Undana Kupang, Prof. DR. I Gusti B. Arjana, M.S didaulat sebagai ketua organisasi tersebut.
Ketua PKBI Daerah NTT Prof. DR. I Gusti B. Arjana, M.S dalam konferensi pers di Beta Cafe dan Barbershop di Jln Palapa, Oebobo Kota Kupang mengatakan, terdapat susunan pengurus organisasi itu.
Susunan pengurus organisasi tersebut, diantaranya, Wakil Ketua I Bidang Kelembagaan dan SDM, DR. Simplexius Asa, SH., M.H; Wakil Ketua II bidang Hubungan Dalam Negeri, Jaka Yandri Safur, SE; Wakil Ketua III Bidang Pengembangan Klinik, Dr. Laurens D. Paulus, SpOG, Onk (K).
Selanjutnya, Wakil Ketua IV Bidang Program Anak dan Remaja, Agustinus Lado Brewon, ST; Sekertaris, Tiara Mandolang dan Bendahara, Sherlley Patola, S.Pd.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat sebagai penasehat organisasi dan Dr. Yusi T. Kusumawardhani sebagai pengarah organisasi.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT, Moudy F. Taopan, Kepala Seksi Pembinaan LPKA Kelas 1 Kupang, Drs. Abu Salim Senin, MH dan sejumlah relawan PKBI Daerah NTT.
Ketua PKBI Daerah NTT menjelaskan, PKBI Daerah NTT merupakan satu dari 25 PKBI di Indonesia dan memiliki visi 'Pusat unggulan (center of excellence) pengembangan program dan advokasi kesehatan seksual dan reproduksi yang mandiri pada tahun 2020'.
"PKBI hanya ada di 25 provinsi di Indonesia. Di Provinsi NTT, terdapat dua cabang PKBI yakni di Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang. Rencana kami akan ada di semua kabupaten/ kota dan tentunya membutuhkan dukungan dari para kepala daerah," ungkapnya.
Secara historis, kata Arjana, PKBI dirintis oleh dr. Soeharto yang merupakan dokter pribadi presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pada tahun1957 silam.
Organisasi ini lahir sebagai wadah untuk menjawab keprihatinan atas persoalan kependudukan yang ada pasca kemerdekaan di mana masih rendahnya tingkat kesehatan, tingginya angka kemiskinan dan persoalan ekonomi-sosial masyarakat.
Sehingga, dengan spirit untuk memajukan bangsa dan masyarakat, PKBI secara nasional tetap eksis dan PKBI Daerah NTT sendiri dengan program kerja dan area kerja yang ada bersama pemerintah dan kelompok masyarakat lain ingin menyelesaikan persoalan kependudukan di NTT.
"Bermodalkan pemikiran untuk membantu pemerintah dalam hal kependudukan kami akan berusaha membantu jika dibutuhkan," ujar pria asal Bali yang telah menetap di Provinsi NTT selama 43 tahun ini.
Menurutnya, kuantitas penduduk yang semakin bertambah setiap tahun berbanding lurus dengan persoalan yang dihadapi Indonesia yang masuk dalam kategori negara berkembang.
Pun demikian, dengan Provinsi NTT yang masih dibelit persoalan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Pihaknya menyoroti persoalan angka kematian ibu dan anak, tingginya angka stunting dan kesehatan reproduksi bagi anak-anak atau remaja.
Sehingga, lanjutnya, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan bertemu penasehat organisasi, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat untuk secara bersama membahas dan menyampaikan program kerja yang sejalan dengan visi pemerintah dibawah kepemimpinan gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat
"Kami mempunyai program untuk membangun NTT sesuai misi 'NTT Bangkit NTT, NTT Sejahtera," tegasnya.
Pihaknya juga menyoroti persoalan hak anak dan kewajiban orangtua seety kehamilan yang tidak diinginkan di mana berdampak oada anak yang nantinya akan dilahirkan.
"Kasus di NTT, banyak kehamilan yang tidak diinginkan. Dampaknya banyak pada anak-anak, yakni akta perkawinan tidak ada (untuk anak), akta lahir sulit didapat dan lainnya. Itulah sasaran kami," katanya.
Wakil Ketua I Bidang Kelembagaan dan SDM, DR. Simplexius Asa, SH., M.H mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran media massa yang ada.
Menurutnya, media massa yang hadir bukan saja berperan mengkampanyekan PKBI Daerah NTT akan tetapi dapat menjadi rekan kerja.
"Kita sebenarnya mitra terdekat yang mempunyai tugas mulia untuk bersama-sama membangun peradaban dan keadaban di NTT," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT, Moudy F. Taopan mengatakan, bersama para relawan, pihaknya menjalankan satu program pemberdayaan masyarakat dengan menggandeng Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang.
"Di dalamnya ada satu misi yaitu salah satunya program untuk anak dan remaja marjinal," paparnya.
Selanjutnya, bersama LPKA Kelas I Kupang pada 27Juli 2019, akan digelar perayaan hari Anak 2019.
"Kami rencana ada talk show, pentas seni dan pajang hasil karya mereka (anak binaan LPKA Kelas I Kupang) dan kami akan mengundang pihak luar," jelasnya.
Dikatakannya, PKBI Daerah NTT juga memiliki perhatian pada keluarga dan memiliki program Bina Anaprasa yang mengangkat potensi keluarga dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan pra sekolah yang memberikan wadah tumbuh kembang bagi anak.
Sehingga, lanjut Moudy, anak menjadi sehat cerdas, ceria, kreatif dan berbudi pekerti tinggi.
Pada saat yang sama, program ini juga menjangkau orangtua dalam bidang KB, kesehatan reproduksi, kesehatan diri, kebersihan lingkungan, kesehatan diri hingga peningkatan ekonomi keluarga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pengurus-pkbi-ntt-foto-bersama-usai-konferensi-pers-di-beta-cafe-dan-barbershop-di-jln-palapa.jpg)