Ini Tanggapan LPA Provinsi NTT Terkait Kekerasan Seksual di NTT

Meningkatnya angka kekerasan seksual terhadap anak usia dini di NTT mendapat respon dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT.

Ini Tanggapan LPA Provinsi NTT Terkait Kekerasan Seksual di NTT
PK/VEL
Veronika Ata, SH, MH, Ketua LPA NTT 

Ini Tanggapan LPA Provinsi NTT Terkait Kekerasan Seksual di NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Meningkatnya angka kekerasan seksual terhadap anak usia dini di NTT mendapat respon dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT.

Ketua LPA Provinsi NTT, Tory Ata mengatakan, Kasus kekerasan seksual meningkat setiap hari dan kondisi ini sangat mencemaskan serta tidak ada rasa aman bagi anak-anak dan perempuan karena tindakan kekerasan seksual kian marak.

"Pelaku juga orang-orang dekat dan dikenal dengan baik. Sementara itu anak dan perempuan yang menjadi korban kurang dilindungi dan tidak dipenuhi hak-haknya. Misalnya setelah terjadi pelecehan seksual, pencabulan maupun perkosaan, korban kurang diperhatikan dalam hal pemulihan kondisi fisik maupun psikis," ungkapnya saat dihubungi Pos Kupang, Selasa (16/7/2019) malam.

Tory menjelaskan pelaku hanya dimintai keterangan dan ditahan hanya satu dua hari. Karena itu dia harap ada perhatian dan kerja sama semua pihak untuk mencegah kekerasan seksual dan penangan yang serius.

"Siapaun pelakunya harus diproses secara hukum, tidak boleh didamaikan. Penggunaan medsos harus diawasi orangtua maupun di sekolah supaya tidak salah gunakan. Masyarakat dan keluarga harus respon. Ketika terjadi kekerasan seksual maka segera dilaporkan agar bisa diproses hukum. Jangan didiamkan dengan alasan keluarga, kenalan dekat atau hal aib," katanya.

SSP Soe Desak DPR RI Segera Bahas dan Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

FPL dan YABIKU Desak Pemerintah dan DPR RI Sahkan RUU Tentang Penghapusan Kekerasan Seksual

Tory melanjutkan, aparat penegak hukum  harus serius menangani kasus kekerasan seksual  karena ketika didiamkan maka pada saat yang sama orang harus mendukung kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan.

"KIta hentikan kekerasan terutama kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan," pungkasnya.(*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved