Berita Populer
BERITA POPULER: Polwan Jadi PSK Pendiri Warkop Meninggal Dunia & Mantan Suami Ayu Ting Ting Jadi DJ
BERITA POPULER: Polwan Jadi PSK Pendiri Warkop Meninggal Dunia & Mantan Suami Ayu Ting Ting Jadi DJ.
Penulis: Maria Enotoda | Editor: maria anitoda
"Saya kaget bukan kepalang begitu bosnya keluar. Ternyata ia biduan dangdut yang sering ketemu di panggung saat saya berjaga mengamankan. Kami pernah saling menyapa dan bertatap muka. Saat itu saya hanya berdoa semoga penyamaran lancar. Alhamdulillah ia tak mengenali saya," kata Rochana yang masuk Secaba Polwan tahun 1987 itu.
8. Langsung diterima bekerja
Setelah mengobrol selama beberapa jam sembari menikmati secangkir kopi, bos warung kopi Kuro-Kuro selaku mucikariakhirnya memberikan kode lampu hijau.
AKP Rochana dan Bripda Mira pun diterima bekerja dengan syarat harus senantiasa berpenampilan aduhai yang mengundang syahwat lelaki.
Mereka berdua diharuskan berangkat bekerja mulai pagi pukul 09.00 WIB.
"Besok langsung kerja aja layani tamu berkaraoke. Jika tamu minta esek-eseklayani saja. Ada satu room karaoke dan dua kamar. Oh iya kamu jangan pakai daster lagi. Kalau siang banyak bos-bos berkumpul di sini. Ada bos ketela, bos ikan, dan bos tepung. Kalau habis magrib sudah sepi," kata Rochana menirukan ucapan bos PSKitu.
9. Tarif sesuai usia dan fisik
Warung kopi Kuro-Kuro tersebut sudah beroperasi 4 bulan. Untuk sekali berkencan dengan PSK tarifnya mulai Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu, tinggal menyesuaikan usia dan fisik.
"Meski sudah berumur saya diperbolehkan bekerja dengan tarif Rp 50 ribu sekali kencan. Katanya saya khusus untuk brondong, karena brondong itu tak berduit. Kalau Mira tarifnya Rp 350 ribu, dengan alasan karena muda dan bodinya masih bagus. Itu bosnya yang bilang," kisah Rochana.
10. Dikira orang gila
Setelah sepakat dengan bos PSK, Rochana dan Mira langsung pulang ke Mapolsek Wedarijaksa. Penyamaran mereka rupanya berjalan mulus. Petugas piket Mapolsek Wedarijaksa saat itu bahkan sempat tak mengenali Rochana.
Anggotanya yang berjaga malam itu sempat mengusir Rochana yang hendak masuk ke kantor lantaran dikira orang gila yang berkeliaran. "Hai kamu jangan masuk! Pergi atau kusiram kamu!" kata Rochana menirukan hardikan anak buahnya kala itu.
"Enak saja mau nyiram, saya ini Kapolsek kamu," ujar Rochana.
Kata Rochana, saat itu juga anggotanya kaget dan tak percaya. Mereka pun tertawa semua sendiri.
Polwan sniper (Facebook)
11. Lakukan penggerebekan
Keesokan harinya, yakni sekitar pukul 15.30 WIB, Rochana bersama tim gabungan dari Polsek Wedarijaksa menggerebek warung kopi Kuro-Kuro.
Dalam penggerebkan, polisi mengamankan 3 PSK, 4 pria hidung belang, dan satu pasangan mesum yang terkunci rapat di kamar.
Selain itu turut mengamankan seorangmucikari atau pemilik warung kopi Kuro-Kuro atas nama biduan Woro Wiranti (34).
12. Langsung cari brondong
"Mana Brondongnya, katanya saya mau dikasih brondong?" tanya Rochana padamucikari dan si pemilik warung kopi itu.
Pemilik warung kopi langsung kaget dan meminta maaf.
Briptu Nurmala Hilda. Salah satu polwan cantik yang populer di masyarakat. (Instagram/@ @38_lala)
Dua Polwan Polres Garut Nyamar di Bali
• Inggris Terpaksa Akhiri Uji Coba Setelah Kapal Induk Baru Seharga Rp 53 Triliun Dinyatakan Bocor
• Polres TTU Kembali Tangani Kasus Pelecehan Seksual Anak Di Bawah Umur
Sebelumnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Garut membongkar aksi Human Trafficking di kawasan Sanur Denpasar Selatan.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, pihaknya menugaskan dua anggotanya dari polwan untuk melakukanpenyamaran sebagai WTS.
Begitu dipastikan ada praktik perdagangan orang dan prostitusi, petugas langsung masuk melakukan penyergapan. "Jadi enggak lama menyamarnya, paling 1 jam lebih," kata Budi.
Pemilik Bungalow 505 di kawasan lokalisasi diamankan. Penggrebekan dilakukan sesuai laporan orangtua yang anaknya dijadikan budak seks pria hidung belang.
Dua Polwan cantik dari Satreskrim Polres Garut menyamar sebagaipekerja seks komersial ( PSK) di salah satu tempat hiburan di Bali.
Adalah Brigadir Popy Puspasari dan Bripda Fitria Oktavia yang kemudian berhasil mengungkap jaringan sindikat perdagangan orang untuk dipekerjakan menjadi PSK itu.
Mereka berani masuk tempat hiburan tersebut dengan menyamarmenjadi PSK.
Dua penyidik di unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Garut tersebut menggunakan nama samaran Dewi untuk Brigadir Popy dan Bella untuk Bripda Fitria.
Berkat keduanya, praktik prostitusi dan perdagangan orang di tempat hiburan tersebut terungkap.
"Awalnya masuk ke sana diwawancara dulu sama karyawan di sana," kata Popy saat ditemui di Mapolres Garut, Jawa Barat, Minggu (18/3/2018).
Selama proses wawancara, Popi ditanya mengenai kesiapannya menjadi PSK di tempat hiburan tersebut.
"Setelah diwawancara dan saya menyatakan siap, kemudian disuruh istirahat di kamar," katanya.
Dia mengaku tidak terlalu lama berada di dalam tempat hiburan tersebut.
Setelah itu, dia langsung menghubungi tim Satreskrim Polres Garut pimpinan Kasatreskrim AKP Aulia Djabar yang telah berada di dekat tempat hiburan tersebut.
"Jadi enggak lama, enggak sampai disuruh melayani tamu,"ujar Popy.
Ia mengaku sempat ketakutan ketika akan menyamar menjadiPSK.
Namun, karena ada tim Satreskrim Polres Garut yang mendampingi, dirinya merasa lebih tenang.
Sebelumnya, ada informasi yang masuk ke Polres Garut yakni ada dua perempuan yang ditawari bekerja di Bali.
Awalnya kerjaan itu hanya sebagai pegawai kafe atau bar. Ternyata, pekerjaan yang dilakukan oleh si perempuan ini setelah di Bali, tidak sesuai dengan tawaran dari penyalurnya.
Foto Polwan Cantik yang Jaga Keamanan di TPS Ini Jadi Viral, Akun Istagramnya Diserbu Followers (Instagram/kolase)
Pendek kata, malah bekerja di Bungalow 505 yaitu tempat prostitusi. Si perempuan yang jadi korban perdagangan atau human trafficking ini sudah meminta pulang. Tapi ditahan-tahan oleh si pemilik.
Korban meminta pulang karena tidak sesuai dengna pekerjaannya. Tapi tak kunjung diberi pulang, akhirnya melapor ke orangtuanya.
Orangtuanya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Garut. Tak lama, simucikari atau penyalur perempuan dijadikan bisnis Pekerja seks komersial (PSK) itu ditangkap oleh petugas Polres Garut.
"Bahwa dalam praktik pengungkapan itu memang Polres Garut menggunakan dua orang Polwan sebagai pancingannya. Seorang pemilik Bungalow bernama Imam dan anak buahnya ditangkap," ujar Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo.
Sejarah kelahiran polwan
Menelusuri sejarah kelahiran polisi wanita (polwan) di Indonesia, sangat menarik.
Melansir wikipedia dalam Tempo September 2013, kelahiran polwan Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran polisi wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik korban maupun pelaku kejahatan.
Polwan Adelia Eka Nirwana menjadi pembicaraan di media sosial. Foto saat Adelia mengenakan seragam SMP. ()
Di Indonesia, polwan lahir pada 1 September 1948.
Ini berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II./
Saat itu terjadi pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.
Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka "Pendidikan Inspektur Polisi" bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah 6 (enam) orang gadis remaja yang kesemuanya berdarah Minangkabau dan juga berasal dari Ranah Minang.
2. Innalillahi! Kabar Duka Datang dari IndroWarkop DKI, Pendiri Warkop Meninggal Dunia Kamis Pagi
Innalillahi! Kabar Duka Datang dari IndroWarkop DKI, Pendiri Warkop Meninggal Dunia Kamis Pagi
Kabar Duka ini disampaikan oleh Indro Warkop DKI. Indro yang mantan anak jenderal polisi ini mengabarkan meninggalnya salah satu pendiri Warkop.
Berita duka ini disampaikan Indro Warkop DKI melalui akun instagramnya, Indro mengabarkan bahwa salah satu pendiriWarkop telah menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Kamis (11/7/2019) pukul 07.13 WIB.
Salah satu pendiri Warkop yang meninggal dunia ini yaitu Rudy Badil yang juga wartawan senior Kompas.
Rudy merupakan salah satu pendiri Warkop Prambors, sebelum akhirnya menjadi Warkop DKI.
Wartawan senior Kompas ini meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat.
"Beh, selamat jalan. Lo udah tenang sekarang. Terima kasih untuk persaudaraan dan semua kesempatan yg akhirnya menjadi jalan hidup gw. Warkop DKI tidak akan lepas dari sosok Rudy Badil selamanya. Dan gw akan kibarkan bendera Warkop DKI seumur hidup gw, gw janji, inshaAllah.
.
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un. Selamat beristirahat dengan tenang Mas Rudy Badil, doa terbaik kami sekeluarga besar Lembaga Warung Kopi Dono Kasino Indro untuk keluarga yg ditinggalkan," tulis Indro dalam caption unggahannya tersebut.
Kabar duka itu dibenarkan oleh Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman yang merupakan penggiat literasi.
"Teman-teman KPG kasih kabar bahwa Mas Rudy Badil sebelumnya jatuh di kamar mandi rumah. Tiba-tiba tadi pagi dapat kabar lagi dari anak beliau bahwa Mas Badil sudah pergi (meninggal dunia)," kata Maman seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis pagi.
Badil merupakan salah satu pendiri Warkop Prambors bersama Nanu (Nanu Mulyono), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro).
Rudy bersama Nanu, Dono, dan Kasino merupakan mahasiswa di Universitas Indonesia. Sementara Indro kuliah di Universitas Pancasila.
Maman menambahkan, saat ia menulis kisah sejarah perjalanWarkop pada Kompasiana, Rudy tersanjung dan terharu.
"Ketika saya menulis sejarah Warkop di Kompasiana. Rudy meneteskan air mata. Dia mengatakan bahwa saya bisa menerjemahkan dan menangkap dengan jelas perjalanan warkop itu. Dia suka," kata Maman.
Menurut Maman, Rudy adalah seorang konseptor. Ia tidak suka berada di atas panggung. Hal itulah yang membuat Rudy meninggalkan Warkop yang wara-wiri tampil di atas panggung.
"Rudy sangat kuat dengan konsep, di belakang layar. Itu yang mungkin membuat beliau tidak kuat atau tidak betah jika harus tampil di atas panggung. Dia lebih banyak tampil di belakang layar. Makanya dia banyak ke konten, mengisi konten daripada tampil di depan panggung," kata dia.
Wartawan senior Kompas yang telah pensiun ini juga dikenal dengan liputan-liputannya yang mendalam, mengikuti sejumlah ekspedisi, dan kegiatan pencinta alam lainnya.
Sejarah Warkop
Dikutip dari WarkopDKI.org, pada tahun 1973 di Perkampungan Mahasiswa Universitas Indonesia di Cibubur, sedang berlangsung konsolidasi mahasiswa.
Mereka akan menentang rencana kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soeharto.
Di sana Kasino, Nanu, dan Rudy Badil yang paling menonjol mengatur acara supaya ramai dan tidak menjenuhkan. Ide penentangan Tanaka berawal saat berlangsungnya diskusi di UI pada Agustus 1973.
Pembicaranya, Subadio Sastrosatomo, Sjaffruddin Prawinegara, Ali Sastroamidjojo dan TB Simatupang. Saat itu mereka mendiskusikan soal peran modal asing.
Temmy Lesanpura, mahasiswa UI yang juga Kepala Program Radio Prambors menemui Kasino, Nanu, dan Rudy Badil di dalam acara konsolidasi mahasiswa tersebut.
Ia menawari ketiganya untuk mengisi acara radio Prambors. “Mau nggak isi acara di Prambors,” tanya Temmy.
Ketiganya setuju. Namun mereka masih bingung apa nama acara itu. Setelah berdiskusi panjang, akhirnya mereka temukan nama acara itu: ‘Obrolan Santai di Warung Kopi’.
September 1973, mereka mulai siaran. Jam siaran setiap hari kamis malam pada jam 20.30 sampai 21.15. Tak ada persiapan apa pun. Ide guyonan selalu ditemukan ketika akan siaran. Dan ceritanya seenaknya saja.
Nama warung kopi disematkan sebagai tempat yang paling demokratis untuk membicarakan hal-hal hangat di negeri ini.
Konsep siaran bergaya komunikatif dan berkesan orang kampung memang menjadi cara menarik minat orang untuk mendengarkan siaran mereka. Untuk itu, masing-masing punya aksen suara yang berbeda.
Kasino menirukan logat China dan Padang. Nanu dengan logat Batak, dan Rudy Badil dengan aksen Jawa. Tahun 1974, Dono direkrut untuk bergabung di acara itu. Ia dikenal sebagai salah satu aktivis UI. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS, sekarang FISIP) itu dikenal tak banyak bicara.
Namun sekali berbicara, banyak orang tertawa. Apalagi aksen Jawa-nya kental. “Dari materinya, acara ini sering nyinggung juga tentang anti modal asing. Tapi, sentilannya tidak kentara. Halus banget. Kita tahu, arahnya ke masalah hangat juga,” tutur Indro.
15 Februari 1974. Saat itu Tanaka tiba di Jakarta. Mahasiswa melangsungkan aksi unjuk rasa di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Tiga pokok tuntutan mahasiswa dalam aksi itu; pertama, pemberantasan korupsi, perubahan kebijakan ekonomi yang berkaitan dengan modal asing yang didominasi Jepang, dan pembubaran lembaga yang tidak konstitusional.
Aksi kedatangan Tanaka kemudian meluas di beberapa tempat lainnya di Jakarta. Ironinya, terjadi kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan. Mobil dan motor buatan Negeri Sakura itu, dibakar massa. Asap mengepul di segala penjuru. Peristiwa itu, akhirnya dikenal dengan ‘Malari 74’, kependekan dari Malapetaka Lima Belas Januari 1974.
Saat berlangsung unjuk rasa anti Tanaka, Wahjoe Sardono alias Dono berada di antara kerumunan massa di kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat. Dengan membawa kamera, ia berupaya mendekati podium. Dono meraih mikrofon, lantas menyorongkannya kepada Rektor UI Prof. Mahar Mardjono untuk berorasi di hadapan massa.
Dono tidak hanya ikut aksi demo. Ia juga sibuk memotret semua peristiwa aksi. Banyak wartawan yang sudah mengenalnya sebagai pelawak di Radio Prambors. Kepada salah satu media di Jakarta, Dono mengatakan dengan berkelakar,”Tadinya saya punya niat untuk ikut demonstrasi yang dibayar.” “Saya kan terkenal. Jadi kalau demonstrasi bisa cepet ngumpulin banyak orang. Kan, lagi krisis, wajar kalau orang nyari duit,” kelakar Dono kepada wartawan.
Bergabungnya Indro Warkop
Usai peristiwa Malari 1974, Warkop Prambors tetap mengudara dengan guyonan lucunya. Tahun 1976, barulah Indro bergabung. Ia sudah mengenal empat anggota Warkop Prambors. Maklum, rumahnya dekat dengan studio. Jika ada yang siaran sendiri, ia yang menemaninya. Saat itu, Indro masih kelas 3 di SMA 4 Jakarta.
Kasino yang mengajak Indro untuk mulai permanen di acaranya. Saat itu, sedang ada pertandingan softball. Indro menjadi pemain sekaligus tukang soraknya. “Ndro, nanti malam elu mulai permanen. Mau nggak?” tanya Kasino seusainya.
Indro langsung menerima ajakannya. Tak hanya di acara itu, Indromulai diajak show Warkop.
Formasi acara obrolan di warung kopi menjadi lima orang. Kasino, Nanu, Rudy Badil, Dono, dan Indro.
Tak ayal, acara ini kian ramai. Masing-masing punya perannya sendiri. Kasino kadang berganti nama menjadi Acing dan Acong dengan logat China. Nanu menjadi Poltak yang beraksen Batak. Rudy Badil berganti nama menjadi Mr James dan Bang Kholil.
“Gue berperan sebagai Mastowi, Ubai dan Ashori dengan aksen Purbalingga. Sedangkan Dono sebagai Mas Slamet,” kata Indro.
“Pokoknya, semua isi obrolan bebas banget. Tentang apa aja,” kataIndro. Nama kelompok mereka disebut dengan julukan WarkopPrambors.
Pentas kali pertama tahun bulan September 1976, saat pesta perpisahan SMP 9 Jakarta di Hotel Indonesia. Hasilnya dikatakan belum berhasil.
Tak lama kemudian, Warkop diundang di acara IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Mereka bertemu dengan Mus Mualim, seorang pemain musik ‘Indonesia Lima’. Mus berencana membuat acara untuk tahun baru 1977 di TVRI.
Warkop ditawarin untuk nyanyi bareng oleh Mus Mualim. Nama acaranya Terminal Musikal, tempat anak muda yang mangkal di TVRI .
“Mentas cuma bertiga. Gue, Dono, ama Kasino. Dono aja masih gugup. Jadi tinggal gue ama Kasino yang peran abis-abisan.”
Dari situlah, Warkop Prambors mulai dibesarkan. Semua media di Indonesia, banyak membicarakan kelompok lawakan ini. Guyonan Warkop akhirnya dikasetkan. Ada sembilan kaset. Kaset pertamanya berjudul cangkir kopi. Direkam langsung saat pementasan di Palembang. Di kaset kelima berjudul Pingin Melek Hukum. Indro berperan sebagai mahasiswa penyuluh hukum, sedangkan Kasino dan Dono sebagai warganya.
3. Setelah Tinggalkan Ayu Ting Ting, Ayah Bilqis yang Anak Mantan Kapolri Ini Cari Makan di Dunia Malam
Diketahui, Ayu Ting Ting pernah membangun keluarga bersamaEnji Baskoro.
Sayangnya, rumah tangga Ayu Ting Ting dan Enji Baskoro ini hanya berlangsung selama 20 hari.
Ayah kandung dari Bilqis ini pisah dengan Ayu Ting Ting setelah 20 hari menikah.
Kini mantan suami Ayu Ting Ting itu pun bisa makan dari bekerja di klub malam.
Betah sendiri, Ayu Ting Ting pernah merasakah hal yang pahit dalam berumah tangga.
Hal ini lantaran dirinya cerai dari sang mantan suami.
Bahkan pernikahan keduanya hanya berlangsung 20 hari.
Juli 2013 silam, Ayu Ting Ting dan Enji Baskoro melangsungkan pernikahan yang dilakukan secara tertutup.
Tidak berlangsung lama setelah keduanya menikah, Ayu Ting Tingdikabarkan meninggalkan rumah Enji Baskoro untuk kembali pada orangtuanya.
• Terapkan 5 Cara Ini Agar Rajin Minum Air Putih
• 8 Tips Praktis Untuk Cegah Makan Banyak di Malam Hari
Pada 28 Desember 2013 atau setelah 6 bulan keduanya menikah,Ayu Ting Ting melahirkan seorang anak perempuan.
Hal ini membuat publik berspekulasi kalau Ayu Ting Ting hamil di luar nikah.
Setelah kelahiran sang anak, Enji Baskoro menaruh kecurigaan dan tidak mau mengakui Bilqis sebagai anaknya hingga minta dilakukan tes DNA.
Perseteruan keduanya pun masih berlanjut ketika Enji Baskorosudah melunak dan ingin bertemu Bilqis namun penyanyi dangdut tersebut tidak memberikan izin.
Bahkan kabar menyebutkan bahwa Enji Baskoro jatuh ke pelukan seorang model majalah dewasa.
Adalah sosok Anggita Sari yang sempat buat publik heboh dengan kabar kehamilannya.
Anggita Sari muncul setelah Ayu Ting Ting dan Enji Baskorobercerai.
Sempat dekat, Anggita Sari pun mengungkapkan hal mengejutkan.
Anggita Sari membongkar masa lalunya dengan Enji Baskoro, mantan suami Ayu Ting Ting tersebut.
Ia mengaku jika pertemuan awalnya dengan Enji Baskoro kala berada di Pulau Dewata, Bali.
Hingga akhirnya pertemuan itu berlanjut sampai keduanya tiba di Jakarta.
"Masalah gue pacaran sama Enji, ya gue pacaran sama Enji, gue ketemu di Bali, kita kenalan lanjut sampai Jakarta, sampai dia yang ngantar gue foto majalah dewasa," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anggita Sari menerangkan jika ia tak pernah merebut Enji Baskoro dari Ayu Ting Ting.
Dirinya mengaku bahwa menjalin hubungan dengan Enji Baskorojauh sebelum Ayu Ting Ting.
"Gue pacaran sama Enji jauh-jauh hari sebelum Ayu Ting Ting," katanya.
Namun demikian, berita kehamilan Anggita Sari rupanya hanya gimmick belaka.
Hal tersebut ia akui lantaran Anggita Sari terlalu haus eksistensi dan ingin masuk di TV.
Ia lantas mengakui kebodohannya di masa lalu dengan membohongi publik atas kehamilannya dengan Enji Baskoro.
Setelah kabar tersebut, publik pun penasaran dengan kabarEnji Baskoro.
Banting setir jadi DJ
Sering diberitakan miring, kini penampilan terbaru Enji Baskoromenjadi sorotan dan mengundang decak kagum dari para penikmat dunia malam.
Setelah lama tidak muncul, Enji Baskoro ternyata terjun ke dunia hiburan dengan profesi barunya sebagai Disk Jockey (DJ).
Hal tersebut terlihat dari unggahan sebuah saluran Youtube @republikmotretwyra.
Enji Baskoro terlihat sangat piawai memainkan mesin DJ di hadapannya.
Mantan suami Ayu Ting Ting itu juga terlihat sangat menikmati profesi barunya sebagai penyuguh musik di kelab malam.
Sebelum menjadi seorang DJ, Enji Baskoro hanya dikenal sebagai anak dari mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
Namun, masih belum ada keterangan soal bisnis apa yang sebenarnya digeluti oleh ayah kandung Bilqis Khumairah Razak tersebut.
Reaksi Orang Turki Dengar Lagu Baru Ayu Ting Ting
Seminggu lalu, Jum'at (21/06/2019) Ayu Ting Ting merilis lagu barunya berjudul Apalah Cinta yang ia nyanyikan bersama penyanyiTurki, Keremcem.
Luar biasanya, seminggu video klipnya dirilis di Youtube, Lagu Apalah Cinta milik Ayu Ting Ting sempat menempati trending no 1 Youtube dan disaksikan lebih dari 11 juta penonton hingga Jum'at (28/06/2019).
Menyanyikan lagu Apalah Cinta, Ayu Ting Ting menggunakan dua bahasa sekaligus, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Turki.
Diketahui, beberapa waktu lalu Ayu Ting Ting memang sengaja pergi ke Turki demi pengerjaan projek lagu itu dengan Keremcem.
Karena dua lirik di lagunya tersebut pengucapan BahasaTurkiAyu Ting Ting mendapatkan sorotan.
Pengucapan bahasa Turki Ayu Ting Ting lantas dikomentari oleh orang Turki.
Mengutip SURYAMALANG.COM, tiga pemuda Turki sengaja membuat video reaction yang umumnya berisi tentang tanggapan tentang sesuatu.
Pelafalan bahasa Turki Ayu Ting Ting ini kemudian membuat penasaran tiga pemuda Turki yang kemudian membuat ketiganya mengomentari aksi ibu Bilqis Khumairoh tersebut.
Salah satu Youtuber asal Turki dengan nama saluran Youtube 'isti ve musab' mengunggah video reaksi mereka atas rilisnya lagu ini.
Komentar pun dilontarkan terkait alur cerita video musiknya, lirik lagu hingga kecantikan Ayu Ting Ting yang memikat mereka.
Ketiga orang Turki tersebut juga menyoroti bahasaTurkiAyu Ting Ting yang terdengar nyaris sempurna.
“Bahasa Turki Ayu imut,” kata seorang dari ketiga pria dalam video tersebut.
Tak berhenti disitu, salah satu diantara mereka juga menyebut pengucapan bahasa Turki Ayu Ting Ting terdengar seperti penutur asli.
“Dia seperti orang Turki,” ucap temannya yang lain.
"Bangus banget ya (bahasa Turki Ayu),"
"Gak kelihatan dia "bukan orang Turki"nya,"
"Bahasa turkinya lebih bagus dari aku,"
Karena mendengar bahasa Turki Ayu Ting Ting yang sangat bagus, ketiganya kemudian beranggapan bahwa Ayu telah bekerja keras untuk hasilnya tersebut.
"Ooh dia latihan keras pasti"
"Ayu bilang kendimizea"
"Kelihatan dia belajar bahsa turki dengan giat"
Mereka juga memuji lagu berjudul “Apalah Cinta” memiliki lirik yang dalam.
Pujian terus dilontarkan oleh ketiga pemuda tersebut, terutama terkait paras Ayu Ting Ting yang mirip orang Turki.
"Pas nyanyi bareng gak keliahat ayu orang indonesia"
"Iya benar"
"Bener gak kelihatan kalo dia bukan orang turki"
"Tipis banget perbedaannya"
Latar musiknya juga turut dikomentari oleh Youtuber tersebut yang mengtakan bahwa lagu Ayu Ting Ting dan Keremcem memiliki musik yang enak.
"Latar musiknya bagus ya"
"Iya aku mikirnya juga gitu"
"Aku juga mikir gitu, olatar musiknya bagus banget" (*)