Pencabulan Akibat Medsos Marak, Ini Pendapat Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang

Kepala Sekolah Menengah Atas Kristen Mercusuar Kupang tidak sependapat ada kebijakan melarang siswa membawa handphone ke sekolah

Pencabulan Akibat Medsos Marak, Ini Pendapat Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang
POS-KUPANG.COM/ RYAN NONG
Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang Drs Soleman Dapa Taka

Pencabulan Akibat Medsos Marak, Ini Pendapat Kepala SMA Kristen Mercusuar Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Mercusuar Kupang Drs. Soleman Dapa Taka tidak sependapat ada kebijakan melarang siswa membawa handphone (hp) ke sekolah.

Meskipun data dari Polres Kupang Kota menyebutkan bahwa dari hasil penyidikan  polisi, mayoritas kasus pencabulan berawal dari penggunaan media sosial,pria berkacamata itu keukeuh bahwa larangan membawa hp oleh siswa merupakan hal yang tidak bijak.

"Kalau melarang bukan cara yang bijak, kita tidak berani menerima tantangan tetapi langsung menyerah kepada dampak buruk dengan mengenyampingkan manfaat positif dari teknologi lalu kita ketakutan akhirnya mereka jadi pelaku karena tidak diarahkan dengan baik," ungkapnya beralasan.
Ia berpendapat bahwa lebih baik sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan dan pembelajaran mengarahkan siswa daripada matang siswa membawa atau menggunakan hp.  

SMA Kristen Mercusuar Kupang Wajibkan Siswa Miliki HP untuk Program Pembelajaran

"Lebih baik kita arahkan daripada kita larang. Karena kalau dia akan pake sembunyi sembunyi di luar, itu nantinya bukan sekedar penonton, dia akan jadi pemain utama," katanya.

Dampak dari pelarangan tersebut, maka anak anak akan mencari-cari pelampiasan di tempat lain.

Oleh karenanya ia mengatakan bahwa di Mercusuar Kupang, para peserta didik bahkan diwajibkan untuk membawa hp untuk kegiatan belajar di kelas dengan aturan aturan tata cara penggunaan dan waktunya.

"Penggunaan ya diatur, karena itu jadi salah satu fasilitas yang mendukung kegiatan belajar di kelas," tambahnya.

Ia bahkan mengatakan bahwa sejak PLS, para siswa sudah dibekali dengan aturan dan materi materi yang menunjang penggunaan hp dalam proses pembelajaran sekolah, termasuk soal pengawasan penggunaannya oleh lembaga atau guru.

Ini Pendapat Kepsek SMAN I Kupang Timur Soal Siswa Bawa HP ke Sekolah

Diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan yang melibatkan korban anak di bawah umur makin marak terjadi di Kota Kupang NTT. Bahkan ada beberapa kasus yang pelakunya juga sama sama merupakan anak dibawah umur.

Data yang dirilis Polres Kupang Kota menyebutkan bahwa selama periode Januari sampai Mei 2019, Polres Kupang Kota telah menerima 34 laporan kasus pencabulan. Sementara pada tahun 2018, Polres Kupang Kota juga melakukan penindakan terhadap 81 laporan kasus pencabulan. Data tersebut merupakan data yang dihimpun dari Polres dan seluruh Polsek di jajaran Polres Kupang Kota.

Kasat Reskrim Polres Kupang  Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi menyebut bahwa kasus pencabulan di Kota Kupang saat ini cukup mengkhawatirkan.

pendapatnya terkait maraknya kasus pencabulan yang dipicu oleh penyalahgunaan media sosial. (hh)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved