Selasa, 21 April 2026

Polisi Sidik Kasus Penganiayaan Penjual Nabas di Oebobo.

Satuan Reskrim Polres Kupang Kota telah melakukan penyidikan kasus penganiayaan penjual Nasi Babi (nabas) di Kota Kupang.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Yoriansor Lakapu (19), seorang penjual nasi babi (nabas) di Kota Kupang yang Dianiaya oknum pemuda saat berjualan di bilangan ruko Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (2262019) dinihari. 

Yoriansor mengaku, peristiwa itu dipicu karena air mineral yang dijualnya habis saat oknum pemuda mabuk yang tidak dikenalnya usai makan.

Saat kejadian, ia ditemani rekannya Sani Mela (28). Mereka biasanya berjualan pukul 21.00 Wita - pukul 06.00 Wita.

"Dia pukul beta (saya) hanya karena air yang beta (saya) jual habis, padahal beta sudah kasitahu dia kalau air Aqua gelas tinggal satu," jelasnya didampingi sejumlah rekannya.

Oknum pemuda tersebut merupakan pelanggan yang biasanya makan di tempat tersebut usai bermain judi bola guling.

Mereka juga sempat menenggak minuman keras beberapa botol di tempat tersebut.

Saat kejadian, pelaku bersama belasan rekannya datang ke tempat tersebut sudah dalam kondisi mabuk miras.

Yoriansor mengisahkan, usai mendengar jawaban darinya bahwa air mineral yang disediakan tinggal satu gelas, kata dia, oknum pemuda itu langsung membanting air tersebut di atas meja tepat di depan Yoriansor.

"Habis itu, dia langsung hantam saya satu kali di hidung," kisahnya.

Tidak puas dengan satu pukulan tepat di wajah Yoriansor, oknum pemuda ini kembali menyerang dengan membabi buta pada bagian wajah dan punggung Yoriansor.

Beberapa rekan pelaku sempat menahan pelaku agar menghentikan tindakan penganiayaan yang dilakukannya.

"Dia pukul beta empat kali di muka dan tendang dua kali terus satu kali pukul juga," ujarnya sembari menunjuk punggungnya yang sakit.

Diakuinya, pelaku dan belasan rekannya sering mengunjungi lapak miliknya usai bermain judi bola guling dan dalam keadaan mabuk miras.

"Mereka biasanya datang baru bagi uang judi di sini, saya hanya lihat saja. Mereka juga sering makan sambil minum (miras)," kisah Yoriansor.

Setelah puas menganiaya Yoriansor, oknum pemuda tersebut langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa membayar makanan yang telah dikonsumsinya.

"Saya tidak terima, kita hanya cari uang untuk hidup tapi diperlakukan tidak manusiawi, salah saya apa," imbuh Yoriansor.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved