Usai Menunggu Satu Tahun, Arudi dan Keluarga Gigit Jari Tak Bisa Nikmati Listrik

Usai menunggu selama satu untuk bisa mendapatkan pelayanan listrik PLN namun jawaban PLN tak bisa dilayani.

Usai Menunggu Satu Tahun, Arudi dan Keluarga Gigit Jari Tak Bisa Nikmati Listrik
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak kuitansi pembayaran pemasangan listrik baru senilai 2,5 juta oleh Arudi Nitbani kepada Tius Laerihi, pegawai alih daya PT PLN Tarakan

Usai Menunggu Satu Tahun, Arudi Dan Keluarga Gigit Jari Tak Bisa Nikmati Listrik

POS-KUPANG.COM|SOE -- Arudi Nitbani sekeluarga harus gigit jari usai menunggu selama satu untuk bisa mendapatkan pelayanan listrik PLN namun jawaban PLN tak bisa dilayani.

Pasalnya setelah menyetor uang 2,5 juta untuk pemasangan listrik, di Juli 2019 Arudi sekeluarga harus menerima kabar pahit dari pihak PLN jika rumah mereka tak memenuhi syarat teknis untuk pemasangan listrik baru.

Menurut PLN ULP Kota Soe, tiga warga Desa Benu, Kecamatan Takari yaitu, Arudi Nitbani, Lamber Nitabi dan Petrobeka Apaut tidak memenuhi syarat teknis.

Hasil tim survei PLN menunjukkan jika jarak tiang ke rumah ketiga warga tersebut berada di jarak 800 meter dan dari tarikan rumah ke rumah mencapai 500 meter.

Tim Samba Unggul 2-0 Melaju ke Final Copa America, Intip Pertandingan Brasil vs Argentina

Yakobus Beli Sirih Pinang di Maunori Kecamatan Keotengah Nagekeo

VIDEO: Konflik Tidak akan Menyelesaikan Masalah

"Uang warga akan secepatnya dikembalikan karena ketiga warga tersebut tidak memenuhi syarat teknis pemasangan listrik baru," ungkap Kepala ULP PLN Kota Soe melalui pesan WhatsApp kepada pos kupang.

Istri Arudi Nitbani, Irene Aides mengaku, belum mendapatkan informasi terkait hasil survei tim teknis ULP PLN Kota Soe.

Pasalnya menurut Irene tim survei tidak turun sampai ke rumahnya melainkan hanya sampai ke rumah Tius Laerihi, pegawai alih daya PT PLN Tarakan.

Dirinya mengaku, sangat kecewa dengan hasil survei tim PLN tersebut, menurutnya jarak rumah tetangga yang sudah dipasangi listrik ke rumahnya hanya sekitar 30 meter.

"Tim survei tidak datang rumah pak. Dong hanya di rumah Tius. Saya tahu ini dari pak Tius saat dia antar kembali uang saya di rumah tadi pagi," ujarnya dengan nada kecewa saat dihubungi pos kupang.com, Rabu (3/7/2019) melalui sambungan telepon. 

Komdis PSSI Beri Sanski Persib Bandung Rp 70 Juta, Bobotoh Diminta agar Tertib

Komdis PSSI Beri Sanski Persib Bandung Rp 70 Juta, Bobotoh Diminta agar Tertib

Lelaki asal Tulungagung ini Indikasi Tiduri Lebih 50 Pria, Begini Bayarannya, 2 Masih Dibawah Umur

Dirinya mengatakan, ia dan keluarga pasrah dengan hasil survei tim PLN tersebut. Walau sudah menghabiskan waktu dan biaya untuk bolak-balik Takari-Soe guna memperjuangkan pemasangan listrik, ia pasrah menerima jawaban pahit tersebut.

"Ya sudahlah kalau memang tidak bisa pasang. Tapi lain kalau sebelum terima uang, survei dulu biar jangan kasih kami janji manis saja. Sekarang kami harus telan kenyataan pahit," ucapnya. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota) 

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved