Minggu, 3 Mei 2026

Perubahan Iklim

Gelombang Panas Landa Eropa, Perancis Catatkan Suhu Tertinggi 45,9 Derajat Celsius

Gelombang panas melanda benua Eropa. Sejumlah negara, seperti Prancis, Spanyol dan Jerman mengalami udara panas hingga ada warga yang tewas.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Twitter/Silvia Laplana
Seorang pemandu ramalan cuaca di Spanyol Silvia Laplana mengunggah peta di mana hampir sebagian besar wilayah Spanyol berubah jadi merah pekat. "Neraka sudah datang," ujar Laplana. 

Dalam wawancara televisi, Buzyn menuturkan dia begitu khawatir akan meningkatnya jumlah panggilan darurat sebagai dampak dari gelombang panas tersebut.

Dia mengimbau setiap warga untuk menghindari "tindakan berisiko". Seperti meninggalkan anaknya di dalam mobil atau mencoba joging di siang hari.

Di Saint Denis, seorang bocah Suriah berusia enam tahun, kritis karena terlempar ke udara oleh kekuatan pompa air bertekanan tinggi yang dibuka warga setempat.

Sementara di kota Milan, Italia, seorang gelandangan berumur 72 tahun ditemukan tewas di stasiun kereta utama dengan dugaan sakit karena cuaca panas.

Di Spanyol, dua orang tewas akibat kepanasan. Seorang korban merupakan remaja 17 tahun yang kejang-kejang saat pendinginan di kolam di Cordoba.

Sementara korban lain adalah kakek 80 tahun tewas saat berada di jalanan kota Valladolid.

Di Catalonia, tim pemadam berusaha menjinakkan kebakaran hutan terparah dalam 20 tahun terakhir.

Di Inggris, polisi memperingatkan warga untuk tidak mencoba mendinginkan diri di danau maupun sungai setelah gadis 12 tahun tenggelam di Sungai Irwell di Manchester Besar.

Sekitar 50 sekolah di Regon Essonne, sebelah selatan Paris, Prancis, ditutup karena mereka tidak mempunyai pendingin ruangan yang cukup, diwartakan BBC Rabu (26/6/2019).

Kemudian pada Kamis (27/6/2019), kanal setempat BFMTV memberitakan, sekolah yang berada di kawasan Val-de-Marne dan Seine-et-Marne juga akan ditutup.

Pemerintah Perancis juga mengumumkan hanya kendaraan ramah lingkungan yang boleh melintasi jalanan kota Paris dan Lyon karena temperatur yang panas.

Berupaya mengajak warga yang punya kendaraan pribadi untuk naik transportasi umum, otoritas setempat menawarkan lahan parkir gratis yang bisa mereka gunakan.

Negeri "Anggur" itu nampaknya masih trauma dengan serangan panas yang menghantam pada 2003, dan dianggap sebagai penyebab meninggalnya sekitar 15.000 orang.

Hampir seluruh kawasan di Perancis kini dilaporkan berada dalam warna kuning. Kini pemerintah pun menerbitkan imbauan agar warganya bisa tetap merasa sejuk.

Selain di Perancis, gelombang panas juga mendera kawasan Eropa lainnya. Di Jerman, seorang pria harus dihentikan polisi setelah naik motor sambil bugil.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved