PT. NAM Siapkan Sistem Distribusi Sophia

PT.Niaga Agung Makmur (NAM) / NAM Group mempersiapkan sistem distribusi minuman tradisional beralkohol Sophia di NTT. Jumlah outlet distribusi sebanya

PT. NAM Siapkan Sistem Distribusi Sophia
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Suasana peluncuran Sophia di samping Gedung UPT Laboratorium Riset Terpadu Biosain Undana Jln Adisucipto Penfui, Kupang, Rabu (19/6/2019) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - PT.Niaga Agung Makmur (NAM) / NAM Group mempersiapkan sistem distribusi minuman tradisional beralkohol Sophia di NTT. Jumlah outlet distribusi sebanyak 1.700 outlet.

Hal ini disampaikan Operasional Manager PT. NAM, Hendryandi pada acara Pertemuan Bakohumas Lingkup Pemprov NTT di Hotel Ima, Jalan Timor Raya,Kota Kupang, Selasa (25/6/2019).

Pertemuan ini dibuka oleh Gubernur NTT yang diwakili Karo Humas dan Protokol Sekda NTT, Dr. Marius Jelamu,M. Si.

Pemda NTT Sudah Terbitkan Pergub Tentang Sophia

Menurut Hendryandi, NAM Group memiliki 15 agen yang resmi yang terdiri dari PT. NAM sebanyak 4 keagenan dan CV. NAM sebanyak 11 keagenan.

Sedangkan soal infrastruktur, Henryandi mengatakan, PT. NAM mempunyai jumlah karyawan sebanyak kurang lebih 250 karyawan, jumlah kendaraan operasional berupa truk elf kurang lebih 18 unit, truk dan box enam roda sebanyak 27 unit, van,pikap dan MB sebanyak 9 unit dan kendaraan roda 2 sebanyak 12 unit.

"NAM group dipercayakan Pemprov NTT sebagai distrubusi Sophia,karena itu kami audah siapkan sistem distrubusinya," kata Hendryandi.

Dijelaskan, sistem distribusi meliputi Pulau Timor (all depo) sedangkan sub distributor /star outlet di Flores, Rote Ndao,Sabu Raijua dan Alor.

Dikatakan, dalam sistem distrubusi ada modern off trade berupa convenience store dan hyper supermarket, sedangkan tradisional off trade meliputi P dan D (toko dan retail biasa), wholesaler/grosir dan depot jamu /kios.

Lebih lanjut dikatakan, modern on trade ,yakni premium restoran,premium bar,premium disco club dan premium adult karoke. " Untuk tradisional on trade meliputi lokal bir, standar restoran, standar bar, mainstream disco club, mainstream adult karoke, standar hotel ,event dan function," katanya.

Kabupaten Malaka Siap Selenggarakan El Tari Memorial Cup 2019

Dikatakan, outlet yang akan menjual produk alkohol akan diberikan surat rekomendasi untuk pengurusan SIUPMB dengan persyaratan, SITU,SIUP, KTP Pemilik/penanggungjawab outlet, foto warna berukuran 3x4 dua lembar dan mengisi pakta integritas bermaterai Rp 6.000.

"Saat ini retribusi hanya diterapkan di Kota Kupang dengan adanya penerbitan leges /cukai (perda Kota Kupang No 33/1998)," ujarnya.

Dalam pertemuan Bakohumas ini, selain Henryandi, narasumber lain adalah,
Kasubag Rancangan Peraturan dan Keputusan Gubernur, Biro Hukum Sekda NTT, Hanny Ratuwalu SH, M.Hum dan Kepala Lab Terpadu Undana, Prof. Ir. Herianus Lalel,M.Si, Ph. D. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved