Hati-hati! Makanan Kaleng Kemasan Penyok Bisa Berbahaya Bagi Tubuh
Bukan hanya terancam mengonsumsi makanan berpengawet, makanan kaleng juga lebih berisiko saat kalengnya penyok.
Hati-hati! Makanan Kaleng Kemasan Penyok Bisa Berbahaya Bagi Tubuh
POS-KUPANG.COM- Makanan kaleng menjadi pilihan alternative yang sering dikonsumsi disaat malas memasak.
Praktis dan mudah dimasak menjadi nilai tambah ketika mengolah makanan kaleng.
Namun, kekurangan dari makanan kaleng adalah kandungan pengawet yang mungkin tak bisa dihindari.
Bukan hanya terancam mengonsumsi makanan berpengawet, makanan kaleng juga lebih berisiko saat kalengnya penyok.
• Bangunan Galeri Tenun Ikat Di Kahale, SBD Hanya Jadi Pajangan Belaka
Kemasan kaleng sebenarnya digunakan untuk menghalau makanan dari bakteri dan jamur berbahaya.
Namun, tidak sedikit kaleng yang jadi penyok saat proses distribusi atau setelah dijual di pasar.
Menurut Suki Hertz, seorang profesor nutrisi dan kemanan makanan untuk Culinary Institute of America, tingkat keparahan kaleng yang penyok akan memengaruhi kualitas produk.
"Jika itu hanya penyok kecil di bagian lain pada kaleng.
• VIDEO: PT.Menara Armada Pratama Periksa Kesehatan Warga Desa Bajak
Itu tidak akan mempengaruhi makanan di dalamnya," ujar Hertz.
Hertz juga mengungkapkan bahwa jika bagian yang penyok terdapat lapisan logam, maka makanan ini akan lebih mudah terpapar udara yang membuat patogen masuk.
Pada keadaan ini, makanan tak lagi layak dikonsumsi.
Meski demikian, ada beberapa kaleng yang penyok namun sukar terlihat dengan mata telanjang.
Menurut Departemen Pertanian AS, makanan kaleng yang penyok bisa menyebabkan keracunan yang menyerang sistem saraf.
• Nia Ramadhani Akui 13 Tahun Akrab dengan Rezky Aditya Sebelum Menikah dengan Ardi Bakrie
Gejala keracunan atau botulisme ini termasuk penglihatan ganda, kelopak sayu/lemas, sulit menelan dan sulit bernapas.