Di Ende-NTT, Sebelum Gantung Diri di Kamar, Ini Surat yang Ditulis Jordy

Yohanes Brekmans Setiawan Surya atau yang disapa Jordy (38), ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar rumahnya yang beralamat di RT 27/RW 07,

Di Ende-NTT, Sebelum Gantung Diri di Kamar, Ini Surat yang Ditulis Jordy
POS KUPANG/ISTIMEWA
Polisi Menurunkan Jazad Korban Bunuh Diri 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Yohanes Brekmans Setiawan Surya atau yang disapa Jordy (38), ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar rumahnya yang beralamat di RT 27/RW 07, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, NTT, Rabu (19/6/2019) sekitar Pukul 06.00 Wita.

Jordy bersama keluarga merupakan warga Kampung Sita dan Padar, Manggarai yang telah lama menetap di Ende.

Kapolres Ende AKBP Achmad Muzayin kepada Pos Kupang, Minggu (23/6/2019) melalui pesan WA mengatakan bahwa Jordy ditemukan tak bernyawa saat dirinya tergantung dengan seutas tali nilon berwarna biru di kamar tidurnya.

Atas peristiwa naas tersebut, keluarga kemudian melaporkan ke pihak polisi dan polisi yang mendapatkan laporan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menemukan beberapa barang bukti termasuk sebuah surat yang berisi pesan kepada keluarga.

Polres Ende Gelar Bakti Religi di Tempat Ibadah, Ini Bentuk Kegiatannya

Dalam surat itu Jodry menulis,“Bapa,mama maafkan saya, saya tidak kemana mana. saya tetap ada disini. Tolong liat Putri, Opa tolong ongkos Putri. Putri Anakku Sayang,

Putriku Cantik, dan Pintar Jangan nakal. Dengar Nasehat Opa dan Oma. Bapa akan jadi pelindung. saya Pasti jaga kalian semua. Kubur diatas Uniflor. jangan bawa saya ke rumah sakit, saya dirumah saja.

Surat tersebut diduga ditulis oleh korban sebelum yang bersangkutan gantung diri.

Dikatakan berdasarkan informasi dari saksi Felisitas Surya yang juga dalah ibu kandung korban menyatakan bahwa sepulang ibunya dari Gereja sekitar jam 05.30 wita, yang bersangkutan menemukan korban dalam keadaan tergantung di dalam kamarnya dengan kondisi lehernya terlilit tali nilon warna biru.

Atlet Tarung Derajat Kota Kupang Siap Tampil di Popda NTT 2019: Jangan Orientasi Bonus

Melihat hal tersebut,saksi panik dan berteriak meminta bantuan tetangga sekitar untuk menurunkan korban, namun korban tidak tertolong.

Polisi katanya selain melakukan olah TKP juga mengarahkan pihak keluarga untuk hadir di Polres guna membuat surat pernyataan penolakan autopsi, karena sebelumnya polisi sudah mengarahkan keluarga, agar korban di bawa ke rumah sakit guna dilakukan VER namun pihak keluarga menolak dan menerima sebagai musibah. (*

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved