Rektor UCB Jeffrey Jap Resmi Sandang Gelar Doktor dengan Cum Laude

Rektor Universitas Citra Bangsa Jeffrey Jap Resmi Sandang gelar doktor dengan cum laude

Rektor UCB Jeffrey Jap Resmi Sandang Gelar Doktor dengan Cum Laude
POS-KUPANG.COM/FOTO DOKUMENTASI PRIBADI JEFFREY Jap.
Jeffrey Jap (Kiri) usai mengikuti ujian disertasi di Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (20/06/2019). 

Rektor Universitas Citra Bangsa Jeffrey Jap Resmi Sandang gelar doktor dengan cum laude

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Rektor Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, drg. Jeffrey Jap.,M.Kes resmi menyandang gelar Doktor Kesehatan Masyarakat Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (20/06/2019) dengan cum laude atau lulus dengan nilai terbaik.

Hasil tersebut ia raih setelah berhasil mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka yang dihadiri oleh 12 Dosen Penguji dan belasan undangan akademik serta para tamu undangan.

PPDB 2019, Ini Catatan Ombudsman RI Perwakilan NTT

Judul disertasinya adalah 'Kolaborasi Interprofesi dalam ANC Terpadu untuk mencegah kejadian BBLR di Kabupaten TTS dan Kota Kupang Provinsi NTT'.

Jeffrey mengatakan, pada intinya model yang ia tawarkan dalam disertasinya sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja tenaga kesehatan dalam mencegah Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).

Tahun 2018, Pemkab Nagekeo dan Sumba Tengah Dapat Opini WDP

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah dengan caranya sendiri-sendiri membantu saya hingga meraih gelar akademik ini", ungkap Jeffrey ketika dihubungi POS-KUPANG.COM.

ANC terpadu, kata Jeffrey adalah momen yang paling baik bagi intervensi kesehatan, dimana ibu hamil bertemu dan berinteraksi dengan tenaga kesehatan.

Menurutnya, saat ini jika intervensi yang dilakukan tepat sasar dan dengan kolaborasi semua tenaga kesehatan maka kemungkinan besar terjadi perubahan pengetahuan, sikap maupun perilaku ibu hamil.

"Jika demikian maka diharapkan tidak ada lagi kejadian BBLR di Provinsi NTT kita yang tercinta", ungkapnya.

Ketika ditanya langkah apa yang dilakukan ke depan dengan gelar yang telah disandang, mantan Ketua Stikes CHMK ini menjawab ia akan terus membangun SDM NTT menjadi lebih baik lagi.

"Kemiskinan merupakan momok di NTT. Saat ini angka kemiskinan di NTT masih 20%. Hal ini sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTT yang juga masih tertinggal, menempati urutan terendah ketiga di Indonesia -Pada periode 2014-2017," ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota untuk membangun dari berbagai segi.

"Sebagai Rektor di UCB saya akan memberikan yang terbaik bagi NTT, sehingga tidak ada lagi ketertinggalan kita dibanding dengan provinsi lainnya. Spirit Bapak Gubernur NTT yang harus kita teladani bersama. Sekali lagi mari bersama-sama kita ubah NTT menjadi lebih baik dan lebih baik lagi", ujarnya.

Turut hadir dalam ujian ini mantan wakil gubernur NTT Eston L Funay dan senator asal NTT ir. Abraham Paul Liyanto. Hasil penelitian Jeffrey dipuji oleh semua dewan penguji yang hadir karena langsung bersentuhan dengan urgensi masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved