Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan, Para Korban dan Kerabat Hadir

Tersangka kasus penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan menewaskan 51 orang, menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan

Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan, Para Korban dan Kerabat Hadir
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. 

Tersangka Penembakan Masjid di Christchurch Menolak Semua Tuduhan

POS KUPANG.COM, CHRISTCHURCH -- Tersangka kasus penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan menewaskan 51 orang, menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Muncul di Pengadilan Tinggi Christchurch, Jumat (14/6/2019), melalui tampilan audio visual dari penjara dengan keamanan maksimum di Auckland, Brenton Tarrant hanya duduk terdiam.

Pengacara Shane Tait membacakan pernyataan kliennya yang menyatakan bahwa dirinya "tidak bersalah atas semua tuduhan".

Pengadilan sebelumnya menuduh, Brenton, yang menjadi tersangka dalam serangan dua masjid di Christchurch pada 15 Maret lalu dengan 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan terorisme.

Brenton Tarrant, Muncul Dipersidangan, Sampaikan Pesan Tersembunyi dengan Kode Jari, Ini Artinya

Jokowi Jadikan Punggung Polisi Ajudannya untuk Tanda Tangan, Warga Net Sebut Kenapa Bukan Kaesang?

Nikita Mirzani Beli Motor Baru Lebih Mahal daripada Pemberian Vicky, Harga Bikin Melongo, Hampir 1 M

SBY Duduk Termenung Menatap Makam Istri Tercinta, Sudah 2 Minggu Dimakamkan, Warga Net Ikut Sedih

Pria berusia 28 tahun warga Australia itu diduga telah menembaki jemaah yang hendak menjalankan ibadah shalat Jumat di masjid Al Noor dan di masjid Linwood, sambil menyiarkan secara langsung tindakannya ke media sosial Facebook.

Pihak pengadilan juga telah mendengarkan keterangan ahli terkait kesehatan mental pelaku dan menyebut Brenton layak diadili atas kasus penembakan terburuk dalam sejarah Selandia Baru itu.

"Tidak ada masalah sehubungan dengan kesehatan terdakwa untuk memohon, menginstruksi pengacara, dan untuk diadili. Sidang kebugaran tidak diperlukan," kata Hakim Cameron Mander, dalam pernyataan tak lama setelah sidang, seperti dikutip AFP.

Sekitar 80 penyintas dan kerabat korban yang terbunuh hadir di galeri umum gedung pengadilan untuk melihat jalannya sidang dan tersangka, yang mengenakan kaus abu-abu.

Hakim Mander menetapkan tanggal persidangan pada 4 Mei tahun depan dan Pengacara Tair mengatakan sidang diperkirakan akan berlangsung setidaknya enam minggu.

Halaman
12
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved