Pengangguran Terbuka di Ende Mencapai 3.000 Orang, Ini Penjelasannya

Pengangguran terbuka di Kabupaten Ende mencapai 3000 orang. Hal ini terukur dari jumlah warga yang mengurus kartu kuning

Pengangguran Terbuka di Ende Mencapai 3.000 Orang, Ini Penjelasannya
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kadis Nakertrans Kabupaten Ende, Subhan Wanda

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM,ENDE---Pengangguran terbuka di Kabupaten Ende mencapai 3000 orang. Hal ini terukur dari jumlah warga yang mengurus kartu kuning yang merupakan syarat administrasi dalam mencari pekerjaan terutama hendak menjadi ASN.

Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ende, Subhan Wanda mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (11/6/2019) di Ende.

Subhan Wanda mengatakan bahwa sebenarnya jumlah penggangguran terutama pengangguran terbuka di Ende cukup banyak namun yang terdata sebanyak 3000 orang sesuai dengan jumlah yang mengurus kartu kuning.

Pemda Sumba Barat Daya Usul CPNS dan PPPK Tahun 2019 Sebanyak 1.065 Orang, Ini Infonya

Menurut Subhan untuk mengetahui secara pasti jumlah penggangguran semestinya dari jumlah kartu kuning namun demikian jumlah warga yang mengurus kartu kuning tidak terlalu banyak dan itupun terbatas ketika hendak mengikuti test CPNS.

Padahal menurut Subhan setiap warga yang hendak mencari pekerjaan semestinya mengantongi kartu kuning yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat termasuk di Kabupaten Ende.

Pemain Palang Pintu Persib Bandung B Fabiano Beltrame Tak Bisa Didaftarkan di LIga 2

Oleh karena itu pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat Kabupaten Ende untuk mengurus kartu kuning sebelum mencari pekerjaan karena hal itu sebagai data bagi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ende untuk mengetahui jumlah penggangguran di Kabupaten Ende.

Subhan mengatakan bahwa angka pengangguran sebanyak 3000 orang termasuk tinggi dan sebagai dinas tehknis pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka penggagguran seperti memberikan pelatihan kepada warga melalui loka latihan kerja yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ende.

Dalam pelatihan tersebut para peserta diberikan latihan ketrampilan seperti menjahit juga bengkel dan ataupun membuat aneka kerajinan dari bambu dan kayu juga pelatihan tehknisi HP.

“Saat ini keberadaan HP hampir merata di semua wilayah dan semua warga rata-rata telah memilikinya namun terkadang ketika HP rusak atau bermasalah tidak ada tehknisi yang memperbaiki terutama di desa maka dengan demikian kami memberikan pelatihan tehknisi HP sehingga dengan demikian ketika warga di desa bermasalah dengan HP mereka tidak perlu lagi ke kota karena memang sudah ada tehknisi HP yang ada di desa,”kata Subhan.

Selain itu ujar Subhan para peserta pelatihan di loka latihan kerja juga diberikan pelatihan untuk memenfaatkan keberadaan bahan-bahan lokal seperti bambu dan kayu untuk dijadikan sebagai aneka kerajinan tangan.

BREAKING NEWS-Pria di Nagekeo-NTT Tewas Usai Lakukan Aksi Pencurian dengan Kekerasan di Rumah Warga

“Selama ini bambu dan kayu yang ada di desa belum terlalu maksimal dimenfaatkan oleh warga maka dengan pelatihan yang ada warga bisa memenfaatkan untuk membuat aneka kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tinggi seperti meja dan kursi atau lemari,”kata Subhan.

Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk tidak selalu berorientasi menjadi PNS atau ASN karena berdasarkan data yang ada terutama untuk pengurusan kartu kuning lebih banyak didominasi untuk pengurusan menjadi PNS. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved