Jaringan Perdagangan Manusia di NTT Mulai Terurai, Polda Amankan Dua "Pemain" dari Bos Malaysia

Polda NTT mengamankan dua pemain lapangan dari salah satu jaringan yang memperjualbelikan manusia ke Malaysia dengan modus pengiriman TKI.

Jaringan Perdagangan Manusia di NTT Mulai Terurai, Polda Amankan Dua
POS KUPANG/RYAN NONG
Wakil Direktur Reskrimum Polda NTT AKBP Anthon CH Nugroho didampingi Panit 1 TTPO Subdit Renakta Ditreskrimum 

DS yang diketahui merupakan "pemain lama" kemudian membuat surat keterangan domisili untuk MST menggunakan alamat Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Namun sayang, dokumen kependudukan tersebut tidak disahkan dengan tanda tangan Lurah Lasiana.

"Hasil penyelidikan mengarah ke orang lapangan sebagai perekrut, jadi kita cari sampai TTS dan Kefa dan tertangkap di Atambua. Diapangan, AD merupakan kaki tangan tersangka DS," ujar Anthon yang saat rilis tersebut didampingi oleh Panit 1 TTPO Subdit Renakta Ditreskrimum

Iptu Yohanes Suhardi, S.Sos dan Paur III Subbid Penmas Bidang Humas Ipda Victor Nenotek.

Anthon mengakui kalau DS bukanlah sosok asing di dunia human traficking NTT karena sering disorot oleh aktivis sosial dan kemanusiaan NTT.

Ahmad Dhani Dengarkan Vonis Ujaran Kebencian di Pengadilan Negeri Surabaya Sambil Tertunduk Lesu

Ahmad Dhani Dengarkan Vonis Ujaran Kebencian di Pengadilan Negeri Surabaya Sambil Tertunduk Lesu

Satgas Yonmeks 741/GN Sudah Bedah Tiga Rumah Warga Malaka

DS juga diakui Anthon, menjadi terlapor dalam tiga laporan polisi (LP) serta namanya disebut dalam beberapa LI yang diperoleh Polda NTT.

"Kalau AD mengakunya baru satu kali, tapi DS bukan orang yang asing lagi (dalam kasus perdagangan orang)," jelas mantan Kapolres Kupang Kota ini.

Jaringan mereka, kata Anthon, berafiliasi ke Batam di Provinsi Kepulauan Riau dan bermuara ke Malaysia. Anton membeberkan, berdasarkan penelusuran Polda NTT, diketahui bahwa yang bermain di atas DS adalah J yang berdomisili di Kepri dan ada atasan sekaligus penyandang dana atau bosnya berinisial E yang berada di Malaysia.

Dari transaksi penjualan anak di bawah umur MST tersebut, DS menerima uang sebesar Rp 20 juta dari J, sedang AD sebagai perekrut lapangan mendapat bayaran Rp 3 juta dari DS.

"Sayangnya, uang tersebut belum sempat dibagi karena tersangka keburu tertangkap polisi," kata Anthon.

BREAKING NEWS : Sopir Diduga Ngantuk Mobil Honda Jazz Keluar Jalur

Ramalan Zodiak Besok Rabu 12 Juni 2019, Gemini Bahagia, Leo Kehabisan Energi, Zodiak Lain?

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved