China Peringatkan Warganya di AS soal Kekerasan dan Pelecehan oleh Polisi, Begini Modusnya

Pemerintah China Peringatkan Warganya di Amerika Serikat soal Kekerasan dan Pelecehan oleh Polisi, Begini Modusnya

China Peringatkan Warganya di AS soal Kekerasan dan Pelecehan oleh Polisi, Begini Modusnya
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi wisatawan asing 

Pemerintah China Peringatkan Warganya di Amerika Serikat soal Kekerasan dan Pelecehan oleh Polisi, Begini Modusnya

POS-KUPANG.COM | BEIJING - Pemerintah China kembali mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya yang berada dan akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Setelah sebelumnya sempat memperingatkan kepada para pelajar China yang bersekolah di AS, kali ini Beijing memperingatkan warganya tentang tindak kekerasan dan kejahatan yang dilakukan oleh polisi.

Perang Dagang AS-China Bikin Modal Rp 208.1 Triliun Kabur dari Negara Berkembang, Mengapa?

Ini menjadi peringatan kedua yang disampaikan pemerintah China terhadap warganya di AS dalam dua hari berturut-turut, di tengah perang dagang yang terjadi antara kedua negara.

Penurunan besar dalam pariwisata warga China ke Amerika Serikat berpeluang merugikan perekonomian AS hingga miliaran dollar.

China telah berulang kali menggunakan pariwisata sebagai "senjata" dalam urusan diplomatiknya, seperti dengan Korea Selatan dan Jepang. Namun kali ini China belum mengancam untuk membatasi pariwisata ke AS.

Kapolres TTU Tegaskan Malam Takbiran Tak Boleh Pakai Knalpot Racing

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa lembaga penegak hukum AS telah berulang kali menggunakan metode, seperti imigrasi dan wawancara di tempat untuk "melecehkan" warga China di AS.

Kondisi ini mendesak warga maupun lembaga-lembaga China di AS untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, serta meningkatkan tindakan pencegahan.

"Ini sebagai tanggapan terhadap keadaan. China tidak akan melakukan hal ini jika tidak merasa diperlukan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Geng Shuang, dalam konferensi pers, Selasa (4/6/2019).

"Pada saat yang sama, kami ingin menekankan bahwa China terbuka terhadap pertukaran orang-ke-orang secara normal dan kontak antara kedua negara, tetapi pertukaran dan kontak itu harus didasarkan pada rasa saling menghormati," tambahnya.

Selain kementerian luar negeri, peringatan juga datang dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China yang mengacu pada insiden penembakan, perampokan, dan pencurian yang sering terjadi di AS.

"Kami mendesak wisatawan China untuk menilai sepenuhnya risiko dan meningkatkan kewaspadaan tentang keselamatan dan keamanan," kata kementerian.

Sekitar tiga juga warga China mengunjungi AS pada tahun lalu. Jumlah itu telah menurun dibandingkan 2017 yang mencapai 3,2 juta, menurut Kantor Perjalanan dan Pariwisata Nasional AS.

Wisatawan asal China telah menempati pengunjung asing terbesar kelima di AS dan menghabiskan hingga 36,4 miliar dollar AS pada tahun lalu. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "China Peringatkan Warganya di AS soal Kekerasan dan Pelecehan oleh Polisi",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved