Terkait Laporan Partai Berkarya TTS ke Bawaslu, Anton Kaunang Bilang Begini

Pemeriksaan saksi oleh Bawaslu NTT terkait masuknya Noni A Nope dalam daftar calon tetap (DCT) pemilu legislatif dari Partai Demokrat

Terkait Laporan Partai Berkarya TTS ke Bawaslu, Anton Kaunang Bilang Begini
Anton Kaunang untuk POS KUPANG.COM
Ketua DPW Partai Berkarya NTT, Anton Kaunang (kanan) saat bertemu Kepala BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru,S.E,MPH di ruang kerja Kepala BKKBN NTT, Jumat (31/5/2019). 

Terkait Laporan Partai Berkarya TTS ke Bawaslu, Anton Kaunang Bilang Begini

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Ketua DPW Partai Berkarya NTT, Anton Kaunang mulai angkat bicara terkait adanya laporan Partai Berkarya Kabupaten TTS ke Bawaslu TTS dan Bawaslu NTT. Atas laporan itu, Bawaslu NTT telah menindaklanjuti dengan klarifikasi.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (1/6/2019), Anton Kaunang mengatakan, berkaitan dengan pemberitaan media online Pos Kupang. Com/tribunnews.com dengan judul berita Pemilu 2019 Bawaslu NTT Periksa 3 Saksi dari TTS, maka dirinya ingin memberi tanggapan.

Pemeriksaan saksi oleh Bawaslu NTT terkait masuknya Noni A Nope dalam daftar calon tetap (DCT) pemilu legislatif dari Partai Demokrat di daerah pemilihan (dapil) NTT 8.

Menurut Anton, penetapan Noni A. Nope dalam DCT merupakan hak penyelenggara dalam hal ini KPU, sebab tahapan verifikasi adiministrasi caleg sudah terverifikasi dengan baik sesuai aturan.

Maria Magdalena Ano Djoka, Dosen Pertama dari NTT di Fakultas Kedokteran Widya Mandala Surabaya

Peringati Harlah Pancasila, Aktivis di Kupang Gelar Upacara di Pintu Monumen Pancasila

"Adanya laporan beberapa partai termasuk Partai Berkarya TTS pada saat rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara oleh KPU TTS untuk DPRD Provinsi dapil 8, menarik perhatian banyak pihak ," kata Anton.

Dijelaskan, kondisi ini perlu diluruskan dan diklarifikasi dan sebaiknya diselesaikan melalui jalur yang tepat sehingga apapun keputusan benar-benar berlandaskan aturan sehingga diterima semua pihak.

Lebih lanjut , dikatakan,keputusan seorang caleg masuk dalam DCT harus tetap mengacu pada aturan yang di tuangkan dalam formulir model BB1, yaitu Surat Pernyataan Bakal Calon Anggota DPRD provinsi dalam pemilu 2019 yang ditanda tangan diatas meterai 6000.

"Ketika seseorang bakal caleg sudah menandatangani formulir , itu maka secara otomatis, yang bersangkutan pada saat penetapan DCT sudah tidak lagi sebagai PNS atau dan lainnya yang dibayar bersumber dari keuangan negara," katanya.

Dikatakan, Kasus Noni A. Nope, berdasar berbagai laporan ke Bawaslu Kabupaten TTS, maupun Bawaslu Provinsi NTT sangat variasi.

"Ada yang mengatakan yang bersangkutan sudah memberi surat pengunduran diri sebagai caleg, karna masih sebagai PNS. Ada lagi yang mengatakan yang bersangkutan sudah pensiun dari PNS," katanya.

Kumpulan Lagu-Lagu Baru Bernuansa Islami, Pas Didengerin saat Bersama Keluarga di Lebaran Idul Fitri

Kumpulan Doa Harian Lengkap! Doa Makan, Tidur, Bepergian hingga Doa di Tempat Kerja

Anton mengatakan, masalah itu sudah terjawab sesuai hasil klarifikasinya ke BKKBN NTT dan bertemu langsung dengan Kepala BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru,S.E,MPH, pada Jumat 31 Mei 2019. Menurut Anton, dalam pertemuan itu, Kepala BKKBN Provinsi NTT ,Marianus Mau Kuru menyampaikan, soal status Ibu Noni A. Nope, SK pensiunnya belum di tanda tangan.

"Ini berarti yang bersangkutan tidak layak tanda tangan formukir model BB.l. Bagaimana yang bersangkutan bisa ditetapkan masuk dalam DCT kemudian hasil cetak kertas suara masih tercantum nama yang bersangkutan ? Ini yang menjadi pertanyaan banyak pihak," katanya.

Dikatakan, tentu solusinya harus diselesaikan melalui jalur yang tepat untuk dibuktikan sehingga publik kmengetahui mana yang benar, salah atau pun keliru.

"Partai Berkarya Provinsi NTT taat aturan dan menerima keputusan KPU soal dapil IV dan VI karna kekurangan caleg perempuan maka Partai Berkaeya untuk dapil VI hanya diikuti 3 caleg dari 7 dan dapil IV dari 10 caleg sisa 6 caleg," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved