Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Beralih Gunakan Kapal Pelni
Harga tiket pesawat melambung tinggi mengakibatkan para pemudik lebih memilih menggunakan kapal Pelni, Sabtu (1/6/2019) dinihari.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Adiana Ahmad
Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Beralih Gunakan Kapal Pelni
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana.
POS-KUPANG.COM | KUPANG- Harga tiket pesawat melambung tinggi mengakibatkan para pemudik lebih memilih menggunakan kapal Pelni, Sabtu (1/6/2019) dinihari.
Demikian disampaikan seorang pemudik asal Kota Kupang, Saida Ahmad Nur (50) di Pelabuhan Tenau Kupang pada Sabtu dinihari.
"Tiket pesawat mahalnya minta ampun. Kasihan masyarakat tidak bisa jangkau," paparnya.
Saida yang juga seorang guru di SMP Muhammadiyah Kupang ini mudik bersama 8 anggota keluarganya dengan tujuan pelayaran ke Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
• Pemudik Asal Kupang Mengaku Pilih Kapal Pelni Karena Harga Terjangkau
Diakuinya, harga tiket penumpang kapal Pelni lebih dijangkau masyarakat yakni sebesar Rp 82 ribu per orang.
"Kadang-kadang menggunakan pesawat. Tapi sekarang tidak bisa karena mahal sekali. Kalau satu orang bisa, tapi sekeluarga tidak bisa. Harga tiket pesawat yang saya cek kemarin lebih dari Rp 700 ribu," jelasnya.
Saida yang setiap tahunnya menjalankan mudik lebaran ini berharap harga tiket pesawat bisa lebih terjangkau dalam musim lebaran.
"Harapannya harga tiket transportasi jangan terlalu tinggi, supaya semua bisa menikmati untuk kelas menengah ke bawah," ungkapnya.
Dikesempatan yang sama, Khairun Balith (20) mengaku setiap tahunnya mudik menggunakan kapal Pelni.
Menurutnya, harga tiket kapal Pelni dapat diakses masyarakat terlebih dirinya sebagai mahasiswa di Kota Kupang.
• Inilah Profil Lengkap Almarhumah Any Yudhoyono Tanggal Lahir Pendidikan Hingga Karir
"Kalau tiket pesawat harganya sudah melambung tinggi dan kami sebagai mahasiswa ekonomi juga terbatas, jadi lebih pilih Kapal Pelni," ujarnya
"Saya mau ke Larantuka dan tiket Rp 85 ribu. Ini masih terjangkau kalau kita naik pesawat bisa sampai Rp 2 juta. Padahal hanya dari Kupang ke Larantuka," tambahnya diamini sejumlah rekannya.
Dirinya berharap, pengaturan penumpang kapal di Pelabuhan Tenau Kupang lebih rapi dan ditata lebih baik sehingga penumpang tidak mengantre sangat panjang dan berdesak-desakan.
"Contohnya kayak sekarang, kita mau naik kapal saja setengah mati. Kasihan yang punya anak dan bawa barang bawaan yang banyak. Mungkin tahun depan bisa lebih baik lagi," katanya.(*)