Peringatan UAS: Jangan Mencela & Datangkan Mudharat, Ustadz Yusuf Mansur: Ramadhankan Jempolmu!
Ustadz Abdul Somad memberikan peringatan agar untuk jangan mencela dan mendatangkan mudharat. Peringatan ini sejalan dengan Ustadz Yusuf Mansur
Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat
POS-KUPANG.COM - Ustadz Abdul Somad memberi peringatan di malam ganjil 25 Ramadhan 1440 H atau 2019 Masehi ini.
Peringatan ini untuk tidak mencela. Ustadz Abdul Somad menukil peringatan itu dari Yahya Ibnu Muadz.
Yahya Ibnu Muadz atau Abu Zakariya Yahya bin Mu'adh al-Razi adalah seorang sufi Muslim yang mengajar di Asia Tengah.
Salah satu yang pertama mengajar tasawuf di masajid, ia meninggalkan sejumlah buku dan ucapan.
Belum ada penjelasan, apakah peringatan yang disampaikan Ustadz Abdul Somad ini berkaitan dengan maraknya ujaran kebencian sebagai efek dari Pilpres 2019 ini.
Seperti diketahui, menjelang hingga pasca Pilpres 2019 ini, marak ujaran kebencian. Termasuk di media sosial.
Ujaran-ujaran kebencian dan mencela ini tampak di sejumlah kolom komentar warganet di berbagai akun sosial media para ulama dan dai.
Termasuk pula di akun Instagram terverifikasi milik Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat yang selama ini dikenal mendukung pasangan Capres Prabowo.
Pun begitu pula di sejumlah tokoh agama yang pada Pilpres 2019 ini berada di barisan Capres Jokowi-KH Maruf Amin, seperti Ustadz Yusuf Mansur dan Tuan Guru Bajang.
• Beda Capres, Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym Kompak Unggah Video Serupa, Respon Teuku Wisnu
• Inilah Lafaz Doa Buka Puasa yang Dianjurkan, Berikut Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad memberikan peringatan untuk tidak mendatangkan mudharat dan mencela tersebut dalam akun Instagramnya @ustadzabdulsomad.
Berikut keterangan yang dituliskan Ustadz Abdul Somad dalam akun Instagramnya tersebut:
Kalau belum mampu memberikan manfaat, paling tidak jangan mendatangkan mudharat
•
•
Kalau belum mampu membahagiakan, paling tidak jangan menyusahkan
•
•
Kalau belum mampu memuji, maka jangan mencela
•
•
(Yahya Ibnu Muadz)
Ustadz Yusuf Mansur: Ramadhankan Jempolmu!
Sementara itu, Ustadz Yusuf Mansur juga mengunggah agar di bulan Ramadhan ini untuk menjaga hati dan jempol kita.
Unggahan ini disampaikan Ustadz Yusuf Mansur menanggapi tudingan tentang bisnis yang ditekuninya terkait dengan Pilpres 2019.
Sebelumnya Ustadz Yusuf Mansur mengunggah tentang proyek apartemen di Sentul yang dirintisnya sejak tahun 2010 lalu.
Proyek Sentul, dah dirintis dari 2010. Perjalanan suka duka membebaskan lahan, melunasinya. Adalah perjalanan doa, ikhtiar, dan perjalanan sebuah perjuangan...
.
.
9th berbilang... Pun msh berupa judul. Perjalanan masih ada 4-5th lagi menuju eksekusi.
.
.
Buat semua yang mau berusaha, berbisnis, harus mau berproses. Tidak bergantung kepada siapapun. Dan tidak bergantung kepada apapun; uang, manusia, networks... Jangan. Ke Allah aja. Bulet2. Banyak kerjain amalan2 sunnah, dan berdoa.
.
.
Td barusan di kantor ACP, anak perusahaan Adhi Karya, ada media gathering. Bcr2 soal pemaparan sampai dengan step hr ini; desain master plan. Untuk melangkah ke perizinan.
.
.
Sungguh, tidak ada yang instan. Sekali lagi, ini start tahun 2010.
.
.
Namun Allah membahagiakan semua hambaNya yang mau berproses. Bhw selama proses itu dijalani, kembangnya banyak. Bunganya banyak. Buahnya banyak. Smntr, yg dirintis, tetap aja akan berbuah. Dg izinNya. Sabar adalah jalannya.
.
.
Kalo saya perhatikan misalnya, banyak yang menyangka si A yang sukses, dpt ini sbb X dan Y. Saran saya, buka mata. Ikutin perjuangannya. Ikuti perjalanannya. Dan belajar aja dari perjuangan dan perjalanan itu. Lalu mulailah juga berproses.
.
.
Orang yg mau berproses akan tau arti sebuah perjuangan dan perjalanan. Lalu mau meghargai mereka2 yang berproses. .
.
Tidak ada simsalabim. Bahkan saat punya apa2 dan ada siapa. Jamin. Proses adalah tetap sebuah keniscayaan.
.
.
Lalu, belajar dari perjalanan para NabiNya... Belajar dari kisah para Nabi... Tak kan banyak yang bs dipetik. Jika perjuangan dan perjalanan seseorang tidak dari ketiadaan, bahkan minus.
.
.
Seperti Kisah Yusuf, Putra Ya'quub. Yang menjadi Raja Mesir, sekaligus Nabi... Sedangkan perjalanannya dimulai dari dasar sumur... .
.
Jika Nabiyallaah Yusuf tidak dibuat zero bahkan minus, oleh Allah. Dan tidak dipisahkan dari Nabi Ya'qub. Asli. Tidak akan banyak hikmah, inspirasi dan motivasi, yang bisa diambil. Tapi Allah Mengajarkan... Bahwa Nabi Yusuf memulai perjalanannya menjadi Raja, dari dasar sumur. Setelah ujicoba pembunuhan thd dirinya, Nabi Yusuf pun mengalami perjalanan sebagai korban perdagangan manusia. Mengerikan. Menyeramkan. Tapi asyik.
Namun, tampaknya apa yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur ini ditanggapi nyinyiran sejumlah warganet.
Sehingga, Ustadz Yusuf Mansur pun mengunggah sebuah bantahan bahwa proyek Sentul tersebut berkaitan dengan Pilpres 2019 di mana dia mendukung pasangan Jokowi-KH Maruf Amin.
Buat yang mau belajar aja. .
.
Met istirahat ya. Bebas sebebas2nya mau nulis apa. Mangga, hehehe. Met Ramadhan. Ramadhankan hati dan jempolmu.
Anak Usaha Adhi Karya Gandeng Ustadz Yusuf Mansur Bangun Hunian Mewah di Sentul, "Ubudnya Sentul"
Mengutip Tribunnews.com, anak Usaha Adhi Karya, PT Adhi Commuter Properti (ACP) akan membangun hunian mewah di wilayah Sentul, Bogor.
ACP tidak sendirian untuk mewujudkan mimpi mengembangkan hunian mewah. ACP menggandeng dai muda Ustadz Yusuf Mansur.
Menurut Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, proyek yang akan dikembangkan bersama Ustadz Yusuf Mansur ini akan menelan investasi sebesar Rp 1,5 triliun.
Diperkirakan proyek hunian mewah ini akan selesai dalam jangka waktu 5 tahun.
"Proyek Ini kerja sama bersama Ustadz Yusuf Mansur. Kita sasar segmen menengah, ini kita coba sasar yang berbeda. Kami gelontorkan Rp 1,5 triliun untuk proyek ini," kata Amrozi di Kantor Pusat ACP LRT City Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2019).
Namun Amrozi tidak memerinci nilai investasi yang dikeluarkan oleh masing-masing pihak yang bekerjasama.
Amrozi juga menjelaskan, proyek mewah ini menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan keuntungan 50:50. Saat ini progres pengerjaan telah mencapai desain master plan.
Direktur Keuangan ACP, Mochamad Yusuf menambahkan, rencananya akan ada 5 tower dengan 2.500 unit apartemen yang dibangun.
Proyek ini dibangun di atas lahan 4,5 hektar di Sentul Selatan.
"Konsepnya itu nyaman rileks, private, dan hijau. Semua kita kolaborasikan dengan (konsep) LRT City yang terdiri 5 tower, 1 tower hotel dan 4 tower residensial," kata Yusuf.
Beberapa fasilitas menarik penunjang hunian ini pun akan dibuat, mulai dari kawasan sport centre, masjid, dan aula umum. "Ini akan jadi Ubudnya di Sentul," ungkap Yusuf.
Ia pun menargetkan pembangunan awal alias ground breaking bisa dilakukan pada tahun depan.
Sementara pengerjaan ditarget rampung pada tahun 2022.
Sebagai mitra, Ustadz Yusuf Mansur berharap kerja sama ini dapat terus mengembangkan bisnis untuk kedua belah pihak dalam jangka panjang. Termasuk keuntungan yang dibagi sama rata.
"Ya harapan saya ke depan ACP bisa terus mengembangkan bisnis propertinya. Saya kan masih baru, saya masih belajar, belajar dengan PT Adhi Commuter Properti. Belajar juga bisnis kaya gini, " ujar Ustadz Yusuf Mansyur.
Beda Capres, Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym Kompak Unggah Video Serupa
Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym kompak mengunggah video yang sama meski keduanya dikenal memiliki latar belakang dan sikap politik yang berbeda di Pilpres 2019.
Seperti diketahui, Utsadz Yusuf Mansur ada di kubu Jokowi-Maruf Amin sementara Aa Gym atau yang memiliki nama lengkap KH Abdullah Gymnastiar ini mendukung pasangan Prabowo- Sandi.
Lantas, video apakah yang diunggah keduanya?
Seperti yang terlihat di akun Instagram keduanya, Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym mengunggah video tentang indahnya kebersamaan.
Soal indahnya kebersamaan itu, dianalogikan kedua ulama tersebut dengan kedua kakak adik yang sedang main bola basket.
Sang kakak yang laki-laki, mengejai adik perempuannya.
Saat akan memasukan bola basket, ia mengejutkan sang adik hingga bola yang sudah di keranjang itu tak jadi masuk.
Sang adik perempuan kemudian menangis.
Melihat adiknya menangis, sang kakak lantas menggendongnya dan membatunya memasukan bola ke dalam keranjang.
Sang adik, lalu tertawa.
Video ini diunggah Aa Gym tanggal 27 Mei 2019.
Untuk video ini, Aa Gym menuliskan keterangan sebagai berikut:
WAJIB SIMAK video INDAH ini
Indahnya persaudaraan
Indahnya kasih sayang
Indahnya membahagiakan
Indahnya saling membantu
Kalau anak kecil saja bisa melakukan semua ini, bagaimana mungkin
Kita yang sudah dewasa tak mampu melakukannya ?
Ayoo apa komentar sahabatku sekalian...
Unggahan Aa Gym ini kemudian dikomentari netizen:
@rina.dewiyantii: Perlunya kembali dipupuk sejak dini ttg indahnya tolong menolong, empati, kasih sayang, video tadi sgt menginspirasi
@euissumarni: Masya alloh..indahnya bersaudara..alhamdulillah saya 8 bersaudara aa..tapi sll rukun
Teuku Wisnu juga memberikan perhatian terhadap video ini.
Namun, ia tidak memberikan komentar.
@meggymedya: Seneng lihatnya kl sesama saudara saling menyayangi??
Video yang sama sudah lebih dulu diunggah Ustadz Yusuf Mansur.
Tepatnya pada 13 Mei 2019.
Di instagramnya, @yusufmansurnew, ia me #Repost @duniaunik.id dengan judul Good boy??
@duniaunik.id berbagi informasi unik dan menarik.
Postingan ini dikomentari netizen sebagai berikut:
@karmonoorg: Anak saya yang ada berantem terus
@ameliyanalesmana: Masya Allah gemeesss
@kairagacha5644: Orangtuanya hebat
@fathimahwinarsih: Subhanallah...sayang adik kk
@da.ssaida: Allahumma sholli ala sayyidina muhammad. rabbi habli minassholihiin. aamiin
@lenyirwani79: Hebattttt abangggg...
@rajak_muhammad: Jomblo mana suaranya,hahah
Pamer Keakraban, Ustadz Yusuf Mansur & Ustadz Derry Sulaiman Saling Cium Tangan Meski Beda Pilihan dalam Pilpres 2019
Meskipun beda dalam dukungan Pilpres 2019 kemarin, namun tak membuat para ustadz ini pecah. Mereka justru tampak akrab dan saling canda.
Seperti yang ditampakkan dalam unggahan Ustadz Yusuf Mansur di Instagramnya @yusufmansurnew.
Pada unggahan tersebut tampak sekali keakraban Ustadz Yusuf Mansur dengan Ustadz Derry Sulaiman.
Meskipun pada Pilpres 2019 kemarin, keduanya berada pada barisan yang berbeda. Ustadz Yusuf Mansur berada di barisan Jokowi-KH Maruf Amin, sedang Ustadz Derry Sulaiman berada di barisan Prabowo-Sandiaga Uno seperti halnya Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, dan Aa Gym.
Namun keduanya tampak akrab. Keduanya bersalaman, dan saling cium tangan.
Bagi kalangan santri atau umat muslim, cium tangan ini sebagai bentuk penghormatan.
Sebagai mana disampaikan Ustadz Adi Hidayat bahwa mencium tangan terhadap guru, ustadz, orangtua sebagai bentuk penghormatan, sebagai bentuk memuliakan.
Bahkan dalam Tarmidzi disebutkan, tidaklah dua orang muslim bertemu di manapun, kapanpun, kemudian keduanya bersalaman, kecuali bila ada dosa di antara keduanya, maka Allah mengampuni keduanya sebelum berpisah.
• Ig Ustadz Yusuf Mansur Banjir Nyinyiran Netizen, UYM: Allah Bersama yang Sabar
• Ustadz Yusuf Mansur Renungi Kesalahan, Aa Gym Ajak Itikaf dan Bermunajat
• Ahmad Dhani Rayakan Ulang Tahun di Penjara, Begini Pesan Pentolan Dewa 19 Ini Kepada Anaknya
Pada unggahan Ustadz Yusuf Mansur ini, tampak Ustadz Derry Sulaiman memijat pundak Ustadz Yusuf Mansur.
Usai memijat pundak Ustadz Yusuf Mansur, mereka pun tampak akrab bercakap-cakap. Lalu, keduanya bersalaman dan saling cium tangan.
Adab Cium Tangan
Buya Yahya mengatakan, mencium tangan antara guru dan murid, antara laki-laki dan perempuan dengan perempuan ada contohnya.
Ini termasuk penghormatan dan bukan kultus.
Berikut soal cium tangan yang disampaikan Buya Yahya:
Siapa Ustadz Derry Sulaiman?
Nama Derry Sulaiman sebelum tahun 2000, ustadz dikenal sebagai pemain gitar band metal ternama Indonesia, Betrayer.
Kini, penampilannya yang metal berubah.
Ya, Derry Sulaiman telah menjadi seorang Ustaz. Rambt gimbal dan aksesoris yang mencirikan musisi pun seolah lenyap.
Ustaz Derry Sulaiman pun berganti tampilan. Ia pun mendalami kehidupannya dengan religius.
"Musik boleh metal, asalkan salat jangan ditinggal. Musik boleh tetap rock n roll, namun salat jangan molor."
(Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)
Begitu pesan Ustadz Derry Sulaiman (40) disela berbincang di peluncuran single terbarunya Dunia Sementara Akhirat Selamanya (DSAS) 2 di Neigh.Bor Coffee Spot, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019) seperti dikutip POS-KUPANG.COM dari Tribunnews.com.
Saat sebagai pemain gitar band metal ternama Indonesia, Betrayer, setiap hari, minimal 8 jam dia memainkan gitarnya. Gitar bahkan tidak pernah terlepas dari tangannya.
Musik-musik yang didengarnya pun tidak jauh dari Betrayer yang metal, mulai Slipknot sampai Metallica. Rambutnya gimbal. Selama 15 tahun ia memilih tinggal di Bali.
Dari hasil manggung bersama band, Deri Guswan Pasmona --nama asli Ustadz Derry Sulaiman-- mengantongi banyak uang. Mobil yang ia miliki juga merek ternama.
Namun semua kehidupan duniawi itu ditinggalkan Derry Sulaiman pada 19 tahun lalu.
Setelah 'dikurung' di masjid, Ustadz Derry Sulaiman mulai sering merindukan salat.
"Masuk masjid itu metode yang saya nilai efektif untuk hijrah," kata Ustadz Derry Sulaiman yang sebelumnya populer menyanyikan single Dunia Sementara Akhirat Selamanya (2015). Single itu semakin dikenal setelah menjadi soundtrack sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah.
Sejak keluar dari masjid itu, Ustadz Derry Sulaiman kerap merindukan Allah.
"Saya merasa hampa meski banyak duit dan populer sebagai anak band. Kebahagiaan ternyata soal ketaatan beribadah, bukan kekayaan atau popularitas," ujarnya.
(Ustadz Derry Sulaiman sebelum dan sesudah hijrah)
Lantaran intens mempelajari agama, Ustadz Derry Sulaiman sampai 'bolos' dan tidak manggung bareng Betrayer. Sejak medio 2000 hingga 2011, dia sama sekali tidak mendengar musik.
"Sampai saya pulang belajar agama dari Cina, bertemu teman-teman Peterpan, Nineball, Matta Band, mereka bertanya dan meminta saya kembali bermusik," kata Ustadz Derry Sulaiman.
Selama 11 tahun itu, Derry Sulaiman sama sekali tidak memegang gitar.
"Dulu, sebagai gitaris band profesional, minimal 8 jam saya main gitar. Kalau nggak profesional, nggak mungkin jadi gitaris Betrayer.hehe," ujar Ustadz Derry Sulaiman.
Setelah hijrah, Ustadz Derry Sulaiman mulai jarang mendengarkan musik. "Sekarang saya tak mendengar musik pun tidak masalah, karena ada Allah," ucap Ustadz Derry Sulaiman. (*)