Pemilu 2019

Pemilu 2019, Ini Tanggapan Ketua KPU NTT Soal Pengaduan Partai Berkarya

Pemilu 2019, Ini Tanggapan Ketua KPU NTT Thomas Dohu Soal Pengaduan Partai Berkarya

Pemilu 2019, Ini Tanggapan Ketua KPU NTT Soal Pengaduan Partai Berkarya
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu 

Pemilu 2019, Ini Tanggapan Ketua KPU NTT Thomas Dohu Soal Pengaduan Partai Berkarya

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Pengaduan Pargai Berkarya telah kami sampaikan waktu Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat Provinsi NTT yang berlangsung pada tangg 7-12 Mei 2019 lalu."

Hal ini disampaikan Ketua KPU NTT, Thomas Dohu saat dikonfirmasi, Senin (27/5/2019) malam.

Seusai Pekan Operasi Penertiban Dishub, Bus AKDP dan Travel Kembali Memadati Oesapa

Menurut Thomas, pada intinya,caleg Partai Demokrat dimaksud dimaksud pada saat pencalonan telah memenuhi syarat ditetapkan dalam DaftarCalon Tetap (DCT).

"Dalam tahapan pencalonan, dokumen yang kami terima ,yang bersangkutan bahwa dirinya berstasus pensiun PNS. Setelah penetapan DCT yakni pada Bulan Januari 2019 kami baru mengetahui kalau yang bersangkutan adalah PNS yang akan pensiun mulai 1 Januari 2019," kata Thomas.

Buka Puasa Bersama Forkopimda dan Unsur Masyarakat, Gubernur Sebut Harus Solidaritas Bangun NTT

Dijelaskan, hasil konsultasi dengan KPU RI, KPU NTT diperintahkan untuk menyatakan Tidak Menuhi Syarat (TMS) terhadap calon tersebut yang dituangkan dalam keputusan.

"Hasil keputusan tersebut selanjutnya oleh KPU Provinsi NTT meneruskan kepada KPU TTS dapil NTT 8 agar mengumumkan ke TPS bahwa calon tersebut telah dinyatakan TMS," katanya.

Namun, lanjutnya, apabila dalam pemilihan terdapat pemilih yang mencoblos calon tersebut, maka sesuai ketentuan PKPU No 3 Tahun 2019, Pasal 55 (3) yang menyatakan bahwa apabila ada calon yang tidak memenuhi syarat tetapi ada pemilih yang memilihnya, maka suaranya itu diberikan ke suara parpol.

Menurut Thomas, sesuai PKPU No 3 Tahun 2019 Pasal 55 (3) tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum sudah jelas dinyatakan bahwa apabila ada surat suara yang dicoblos oleh pemilih pada caleg yang sudah TMS, maka suara itu diberikan kepada parpol.

Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa,S.H yang dikonfirmasi membenarkan adanya klarifikasi masalah tersebut.

" Benar informasinya dan kami baru selesai klarifikasi ," kata Thomas Djawa.

Berikut ini isi PKPU Nomor 3 Tahun 2019 Pasal 55 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara dalam Pemilu

(3) Dalam hal ketua KPPS menemukan Surat Suara yang dicoblos pada nomor urut dan/atau nama calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, tetapi nama calon tersebut telah meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon dan telah diumumkan oleh KPPS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (1) huruf d, suara pada Surat Suara tersebut dinyatakan sah dan menjadi suara sah Partai Politik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved