Ciri-Ciri dan Keutamaan Orang Bertaqwa
Kenali ciri dan keutamaan orang bertaqwa. Kamu termasuk dalam golongan itu?
Itulah sebabnya, Islam jauh-jauh hari menganjurkan kepada umatnya, bahwa memohon maaf memang baik, namun jauh lebih baik justru memberi maaf.
Secara psikologis, orang yang melakukan kesalahaan kemudian meminta maaf, itu biasa. Yang luar biasa adalah, orang yang benar, tapi tidak merasa paling benar.
Baginya tiada manusia yang tak luput dari salah dan dosa. Bukankah Nabi pernah bersabda, "Al-insanu mahallul khata' wan nisyan " (manusia adalah tempat salah dan alpa). Karenanya, ia selalu memberi maaf kepada siapa saja yang melakukan kesalahan. la tidak berlaku mentang-mentang.
Malah menerima kebenaran di pihaknya dengan rendah hari. Ini pekerjaan berat. Membutuhkan keberanian moral untuk melakukannya. Dan tentu saja tidak semua orang bisa.
Hanya orang-orang yang berjiwa besar, berhati lapang, serta terbiasa dan terdidik dalam suasana kedewasaan sajalah yang berkenan melakukannya dengan senyum terkulum manis.
"Kedewasaan," ujar Martimer R. Feinberq, "adalah orang yang ikhlas menerima dirinya sendiri, serta memiliki kesabaran dan mampu menghargai orang lain seraya bersedia menerima kesalahannya, lalu memaafkannya."
Orang demikian tidak memiliki halangan kejiwaan dalam berucap maaf. Hambatan psikologis yang biasanya membungkus angkuh dalam diri setiap pribadi yang berada di pihak benar, dipendam dalam-dalam. Seolah hendak mengatakan: "Hari ini kamu yang salah, mungkin besok siapa tahu saya."
Inilah orang besar. Orang yang sanggup mengatasi egonya sendiri kemudian masuk ke dalam ego orang lain, lalu dia berbahagia di dalamnya.
Dari relung hatinya yang paling dalam terpancar kasih yang tulus, yang oleh Albert Camus disebut sebagai "cinta sejati". Cinta kepada sesamanya tanpa menghitung-hitung untung dan rugi. Kecuali mengharapkan cinta dan kasih Tuhan semesta Alam.
Melalui kesempatan ini, saya mengajak jama’ah sekalian untuk tinggalkan berbagai macam perbedaan itu, menjaga persatuan, eratkan hubungan, tingkatkan silaturrahim, rapatkan persaudaraan serta raihlah ketaqwaan. Sebab hanya ketaqwaanlah yang menentukan tinggi dan rendahnya derajat, mulia atau tidaknya kita dihadapan Allah Swt.
Sebagaimana dijelaskan didalam Al-Qur’an Surat Al-Hujarat ayat 13. Artinya : Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Wallahu A’lam Bish-Shawaf.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/puasa-ramadhan.jpg)