Penenun Sumba Timur Sebut Jaminan Kain Tenun Sumba di Pengadaian Sudah Lama

Sejumlah pengrajin penenun kain tenun ikat Sumba mengaku jaminan pinjaman dana berupa kain tenun ikat Sumba Timur sudah lama dari pihak Pengadaian.

Penenun Sumba Timur Sebut Jaminan Kain Tenun Sumba di Pengadaian Sudah Lama
POS-KUPANG.COM/ robert ropo
Adriana Mbali Idi sedang menenun. 

"Bisa jugal kurang lebih sampai 10 juta. Tapi itu kalau harga tawar bisa 5 juta. Ini tergantung orang tawar bisa juga turun harganya,"ungkap Adriana.

Adriana mengatakan sejauh ini, ada yang datang membeli, namun kebanyakan sistem orderan.

"Ini kebanyakan orderan, pembeli datang kasih gambar kita gambar dan tenun hingga jadi baru mereka ambil. Harga kita sudah deal. Kalau setiap hari jika kain yang tidak asli bisa saya dapat omset 2 sampai 3 juta rupiah,  tapi kalau yang asli jarang-jarang laku, ya mungkin karena mahal harganya,"kata Adriana.

Sebanyak 3.488 Ekor Sapi Dibantai Di Ende

Penenun lain Tinggi Hamu (65) juga menyampaikan hal yang sama.

Hamu mengatakan, kebijakan jaminan berupa kain tenun sangat bagus, sebab dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dana.

Hamu juga mengatakan faktor mahalnya kain karena dari bahan pewarna yang alami berupa akar mangkudu, dan juga daun nila.

"kain tenun ikat asli asal Sumba Timur yang asli membutuhkan waktu yang lama bisa mencapai lima bulan. Tapi jika memperlama jemuran bisa mencapai 1 tahun.

Tahun Ini Badan Lingkungan Hidup TTU Lakukan Penghijauan di Lahan Kristis

"Kalau dengan jemur yang lama agar pewarna kain bisa benar-benar melekat itu bisa sampai 1 tahun,"tandasnya.

Adriana juga mengatakan jika kain tenun Sumba yang asli itu bisa dibrandol dengan harga hingga 10 juta hingga 20 rupiah perlembar.

"Bisa jugal kurang lebih sampai 10 juta. Tapi itu kalau harga tawar bisa 5 juta. Ini tergantung orang tawar bisa juga turun harganya,"ungkap Adriana. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved