KPU NTT Tindak Lanjut Putusan DKPP RI, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor

KPU NTT akan menindaklanjuti putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI dalam kasus pelanggaran kode etik Pilkada Alor 2018.

KPU NTT Tindak Lanjut Putusan DKPP RI, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua KPU NTT, Thomas Dohu

KPU NTT Tindak Lanjut Putusan DKPP RI, Pelanggaran Kode Etik Pilkada Alor

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - KPU NTT akan menindaklanjuti putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI dalam kasus pelanggaran kode etik Pilkada Alor 2018.

KPU NTT diberi waktu tujuh hari setelah putusan DKPP RI.

Ketua KPU NTT, Thomas Dohu , Selasa (21/5/2019) mengatakan, setelah ada putusan DKPP RI pada 16 Mei 2019, maka ada tujuh hari bagi KPU NTT untuk menindaklanjuti.

Rekapitulasi Telah Usai, Ini Rincian Perolehan Suara Pemilu Presiden Terlengkap di 34 Provinsi

"Kami diberi tujuh hari untuj tindak lanjut putusan tersebut," kata Thomas.

Dikatakan, masih ada waktu untuk mereka menindaklanjuti dan KPU NTT tetap melihat waktu yabg diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk diketahui, putusan DKPP RI digelar dalam sidang kode etik bertempat di Ruang Sidang DKPP Lt.5 Jalan MH. Thamrin No. 14 Jakarta Pusat, Kamis (16/ 5/ 2019) lalu. Pengadu dalam kasus ini ada Imanuel Blegur.

Sidang Pembacaan Putusan dengan Agenda Pembacaan Putusan atas 22 Nomor perkara pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, telah dilakukan pemeriksaan secara detail terhadap seluruh pihak oleh DKPP Republik Indonesia.

Jokowi Dikabarkan Kembali Bertemu AHY dan Zulkifli Hasan Hari Ini

Sidang putusan ini dipimpin langsung oleh Harjono selaku Ketua merangkap Anggota dan juga dihadiri oleh Muhammad , Alfitra Salam, Ida Budhiati dan Fritz Edward Siregar masing-masing sebagai anggota majelis.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Anggota Majelis Alfitra Salam kemudian dilanjutkan oleh Ida Budhiati atas nomor perkara 68-PKE-DKPP/IV/2019 atas pengaduan No. 63-P/L-DKPP/III/2019 atas nama Emanuel E.

Blegur yang dikuasakan kepada S. Santoso dkk, telah memutuskan lewat Rapat Pleno yang dihadiri oleh 6 Anggota DKPP Republik Indonesia.

Hasil Pilpres 2019: Jokowi-Maruf 55,50 Persen, Prabowo-Sandi 44,50 Persen

Berikut Putusan DKPP RI terhadap dugaan pelanggaran kode etik dalam Pilkada Alor.

1. Mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian.
2. Merehabilitasi nama baik Teradu I ,Dominika Deran selaku Ketua merangkap Anggota Bawaslu Kabupaten Alor, Teradu II ,Amirudin Bapang, dan Teradu III ,Orias Langkah, masing-masing selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Alor.
3. Merehabilitasi nama baik Teradu IV ,Madriyana Cendana Pong selaku Anggota KPU Kabupaten Alor.
4. Merehabilitasi nama baik Teradu V ,Thomas M Djawa,S.H selaku Ketua merangkap Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Teradu VI ,Jemris Fointuna, Teradu VII ,Baharudin Hamzah, Teradu VIII ,Melpi Marpaung, dan Teradu IX ,Noldi Tadu Hungu, masing-masing selaku Anggota Bawaslu Provinsi NTT.
5. Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada Teradu X Fransiskus Fanata selaku Kepala Sub Bagian Hukum, Humas, dan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi NTT dan mengembalikan yang bersangkutan ke lembaga asal.
6. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu I s.d III paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan.
7. Memerintahkan KPU Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu IV paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan
8. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap V sampai dengan teradu IX paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan
9. Memerintahkan Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan ini sepanjang terhadap Teradu X paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan.
Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved