Pesan Rektor Undana Kupang Saat Gelar Apel Hari Kebangkitan Nasional

Ini Pesan Rektor Undana Kupang Saat Gelar Apel Hari Kebangkitan Nasional

Pesan Rektor Undana Kupang Saat Gelar Apel Hari Kebangkitan Nasional
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Apel di Undana memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Senin (21/5/2019). 

Ini Pesan Rektor Undana Kupang Saat Gelar Apel Hari Kebangkitan Nasional

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ( Harkitnas) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar apel bersama di Halaman Rektorat Undana, Senin (20/5/2019).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Ir. Frederik Benu L. Benu, M.Si,Ph.D, diikuti oleh jajaran pimpinan Undana, Fakultas, Pascasarjana, Lembaga, Biro, Karyawan, Dosen dan Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi.

Selesai Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi Langsung Kembali ke Jakarta

Pada kesempatan itu juga, Rektor, Prof. Fred Benu, dan Wakil Rektor Bidang Akademik, DR.drh. Maxs U.E. Sanam,M.Sc secara simbolis memberikan kartu mahasiswa yang akan berfungsi juga sebagai ATM kepada tiga orang perwakilan mahasiswa, disaksikan oleh pihak BRI Kupang.

Prof. Fred dalam arahannya menegaskan, seluruh civitas akademika Undana tidak menganggap upacara-upacara hari besar nasional, seperti Harkitnas sebagai momentum membaca Pancasila saja.

Di TTS, Angka Pekerja Migran Non-prosedural Lebih Tinggi dari Prosedural

"Upacara seperti ini tidak sekadar membaca Pancasila dan diikuti seluruh peserta, tetapi sebagai momentum untuk berkomitmen dan hidup dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Ia juga membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo), Rudiantara, S.Stat. MBA pada upacara peringatan Harkitnas ke 111 tersebut. Berikut Amanat Rudiantara :

Momentum kebangkitan nasional (Harkitnas) ke-111 diharapkan menjadi momen kebangkitan masyarakat Indonesia untuk hidup bersatu dan gotong royong serta saling membantu. Hal ini sejalan dengan semangat Sumpah Palapa pada Kitab Pararaton.

"Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini," ujarnya.

Menurutnya, Harkitnas kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Apalagi, saat ini Indonesia berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved