Renungan Harian

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu (19/5), "Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah"

Renungan Harian Kristen Protestan Minggu (19/5), "Membangun Budaya yang Tunduk pada Kehendak Allah"

istimewa
Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA 

Allah telah menyatakan Hikmat dan KuasaNya  melalui gereja (Efesus 3:10), tetapi bukan kemuliaan gereja yang dicari tetapi kemuliaan Kristus (Efesus 3:21).

Sehingga pemikiran tentang gereja (Ekklesiologi) dalam surat Efesus bukan dalam pengertian ecclesia triumphans (gereja yang mulia, yang glamour, yang penuh kemenangan,  tetapi tetapi gereja yang relevan dengan injil atau gereja yang mempratekkan injil kabar baik dalam kehidupan sehari-hari yang dilandaskan pada kasih dan pengorbanan Kristus di salib.  

Metafora pertumbuhan karena itu di ajukan oleh sipenulis surat Efesus untuk meredakan ketegangan antara orang Kristen Yahudi dan orang Kristen kafir di dalam jemaat Efesus tersebut. 

Melalui karya pendamaian Kristus pertentangan antara orang Yahudi dan orang Kafir telah dihapus (Efesus 2:11-13 dan 2:19-22) dan mereka dipanggil untuk bertumbuh bersama untuk saling memperlengkapi dan saling melayani.

“11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus” (Efesus 2:11-13).

“19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Efesus 2:19-22).

Kristus adalah Juruselamat gereja (bandingkan 5:23) dan karena itu gereja tidak hanya  mewartakan keselamatannya, tetapi juga harus mempraktekannya dan hidup dari keselamatan itu.

Hukum Taurat yang dipakai sebagai alasan untuk membatasi kedua suku bangsa berbeda itu telah kehilangan kekuatan dan maknanya karena Kristus dan demikian perseteruan di antara mereka dihilangkan. 

“14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,” (Efesus 2:14, 15).

Menjadi manusia baru di dalam Kristus inilah menjadi dasar penting nasehat-nasehat dalam  surat Efesus.  Bagaimana ciri-ciri dari manusia baru itulah yang dijelaskan  dengan baik dalam teks bacaan kita hari ini dari Efesus 5:1-21.

Halaman
123
Editor: Eflin Rote
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved