'Berat Kanan’, Partai Gerindra Hilang Kursi di DPRD Sikka dan Dapil 1 NTT
Koalisi partai politik pengusung calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subiyanto-Sandiaga Uno, telah membawa Partai Gerindra terlalu b
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Adiana Ahmad
'Berat Kanan’, Partai Gerindra Hilang Kursi di DPRD Sikka dan Dapil 1 NTT
Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM | MAUMERE- Koalisi partai politik pengusung calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subiyanto-Sandiaga Uno, telah membawa Partai Gerindra terlalu berat ke kanan.
Sentimen politik nasional itu berimbas langsung perolehan kursi calon legislatif (Caleg) Pemilu serentak 17 April 2019.
Di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Propinsi NTT, Partai Gerindra kehilangan dua kursi dari perolehan lima kursi Pemilu lima tahun lalu. Di DPR RI, Gerindra juga gagal mengantar calegnya bertahan di Dapil I NTT.
• Perolehan Kursi Gerindra di DPRD Manggarai Barat Turun, Dari 3 Kursi Jadi 1 Kursi
“Partai Gerindra terlalu berat ke kanan. Isu politik aliran yang dimainkan dalam pencalonan presiden sangat terasa efeknya pada pilihan pemilih,” beber Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Kabupaten Sikka, Fransiskus Stefanus Say, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (17/5/2019) di Maumere.
Fransiskus Stefanus Say, menegaskan, Partai Gerindra--partai nasionalis, terseret oleh isu yang dimainkan oleh koalisi Parpol pengusung. Meski ia meyakini sikap Prabowo, pendiri partai tidak berubah.
• Dugaan Politik Uang Pilkada Sikka Terbawa ke PemIlu Serentak
Menurut Fransiskus Stefanus Say, kondisi yang dialami oleh Gerindar harus dikaji ulang. Ia yakin, hasil perolehan kursi menjadi bahan evaluasi pembenahan partai ke depan.
“Saya akan sampaikan kondisi ini ke DPP Partai Gerindra. Kita harus kembali ke rel semula. Kita jangan salahkan orang lain, namun harus kembali ke konsep dasar,” ujar Fransiskus Stefanus Say.
Menurut Fransiskus Stefanus Say, Pemilu serentak terlalu rumit dan mahal. Ia akan menyarankan pemiliu legislatif dan DPD dipisahkan dengan Pilpres dan Pilgub, dan paket ketiga Pemilu serentak bupati.(*)