Ustadz Yusuf Mansur

Beda Pilihan Capres, Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Abdul Somad Akhirnya Tampil Bersama

Pilpres berlalu, dua Ustadz ini kembali akan berada di satu panggung Unforgottable Hijrah 24-26 Mei 2019 ini di JCC Senayan.

Editor: Hasyim Ashari
Youtube
Beda Pilihan Capres, Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Abdul Somad Akhirnya Tampil Bersama 

Beda Pilihan Capres, Ustadz Yusuf Mansur dan Ustadz Abdul Somad Akhirnya Tampil Bersama

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Beda pilihan politik tidak berarti berbeda selamanya.

Seperti yang dicontohkan dua dai kondang; Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Yusuf Mansur.

Dua dai ini punya pilihan berbeda di Pilpres 2019. Ustadz Abdul Somad menemui Capres 02 Prabowo Subianto di momen-momen jelang pencoblosan 17 April 2019.

Sementara Ustadz Yusuf Mansur dari awal menyatakan pilihan hatinya ke Capres 01 Jokowi.

Pilpres berlalu, dua Ustadz ini kembali akan berada di satu panggung Unforgottable Hijrah 24-26 Mei 2019 ini di JCC Senayan.

Adalah Ustadz Yusuf Mansur yang memberikan unggahan di Instagramnya sebagai berikut:

Setiap doa

Jadikan Indonesia&muslimin muslimat sedunia, yg pertama dan utama yg didkakan

Untuk segala kebaikan dunia akhirat...

Sampe ketemu di UnforgettableHijrah.

Triring salam dan doa khusus u/ semua panitia.

Trmasuk sahabat saya

Ji Arie Untung dan Master Wong. Serta semua rekan2 pengisi materi.

Selain Ustadz Abdul Somad, Yusuf Mansur, juga hadir sejumlah selebriti dan dai.

Di antaranya Felix Siauw, Arie Untung, Zaitun Rasmin LC, dan sederet publik figur lainnya.

Hijrah Fest 2019 nanti menghadirkan banyak kegiatan.

Berikut rilis resmi kegiatan Hijrah Fest 2019:

Assalamualaikum Sahabat Hijrah

Ke Hijrahfest yukkk... Tanggal 24-26 Mei 2019 (18-20 Ramadhan 1440H) di Jakarta Convention Center (JCC) - Hall A & B.

Lebih lengkapnya lagi, Kali ini Hijrahfest akan dihadirkan :

KAJIAN ILMU

ARTIS ARTIS HIJRAH

EXHIBITION HIJRAHFEST

HALAL FOOD CORNER

KELAS HIJRAH

KONSULTASI ISLAMI

NUSSALAND (KIDZONE)

MOESLIM COMUNITY

FASHION SHOW (AKHWAT)

SHALAT BERJAMAH

TARAWEH BERJAMAAH

QIYAMUL LAIL

BUKBER & SABER

MABIT

KULIAH SUBUH

DLL

EXHIBITION HIJRAHFEST akan menghadirkan produk2 :

- Fashion & Accesories

- Syariah Finance

- Property Syariah

- Travel - Moeslem Man's Wear

- Beauty & Personal Care

- Education

- Halal Food - Dll

Semoga HIJRAHFEST RAMADHAN kali ini dapat meningkatkan kecintaan dan ketaqwaan kita
kepada Allah SWT, serta kita mendapatkan banyak manfaat bagi kita semua. Aamiin

TIKET SUDAH DAPAT DI BELI MELALUI WEBSITE

WWW.HIJRAHFEST.COM

Ustaz Yusuf Mansur Dukung Jokowi, Begini Sikap Ustaz Abdul Somad dan Aa Gym

Arah dukungan Ustad Yusuf Mansur di Pilpres 2019 akhirnya terbongkar.

Pendiri perusahaan bisnis Paytren itu secara terang terangan mengarahkan dukungannya ke Capres no urut 1 Jokowi-Maruf.

Hal itu teungkap setelah Gubernut NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi membocorkan
pesan WhatsApp (WA) Yusuf Mansur.

Ustad Yusuf Mansur kemudian membenarkan jika itu benar isi percakapannya.

Dari unggahan foto tangkap layar tersebut, Ustadz Yusuf Mansur membeberkan apa yang selama
ini ia pendam.

Ustadz Yusuf Mansur bercerita banyak hal, namun satu di antaranya mengenai dukungannya
kepada Jokowi.

Ia mengaku mendapat penolakan saat itu ketika menegaskan dukungannya untuk Jokowi.

Dituliskannya, Jokowi mengkhawatirkan nasib bisnis pembayaran Paytren yang merupakan milik
Ustadz Yusuf Mansur.

"Saya dah lama pengen bicara. Tapi dilarang beliau, Demi Allah. Beliau berulang kali bilang.
jangan bela saya. Kasianin Paytren. Ntar ditinggal ummat. Berkali2," tulis Ustadz Yusuf Mansur.

Ustadz Yusuf Mansur juga menuliskan keinginannya untuk terlibat juga sempat dibahas oleh Ketua Umum PDIP, Megawati, Wapres Jusuf Kalla hingga Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Erick Thohir.

Disebutkannya, mantan Ketua Mahkamah Konsitutusi, Mahfud MD menyampaikan Jokowi mengatakan kepadanya hal itu tidak perlu lantaran Ustadz Yusuf Mansur sedang berjuang membangun ekonomi umat.

"Bahkan Prof Mahfud pernah cerita. lain, di ultah Mega, tercetus dari Di depan Mega, JK, dan petinggi2 Erick Tohir ttg pelibatan saya."

"Tapi kata Prof Mahfud, Presiden blg, Jangan. Dan kemudian bercerita, bhw Yusuf Mansur itu
sedang berjuang membangun ekonomi ummat. Ga usah pilpres2an," tulisnya.

Selain itu, Ustadz Yusuf Mansur mengisahkan cerita-cerita yang ia dengar dan saksikan sendiri terkait keluarga Jokowi.

Mulai dari kebiasaan dari masa lalu ibu Jokowi hingga sang istri, Iriana Jokowi.

Melihat kebiasaan-kebiasaan ibu Jokowi dan istrinya yang tak berubah, Ustadz Yusuf Mansur
sampai mengucap 'masyaallah' sebagai bentuk kegaguman.

"Dengan hafalan Quran saya, saya yg begitu dekat dg Pak Jokowi jadi saksi, apa yang sering
dibicarakan ttg keburukan Pak Jokowi, hanya fitnah belaka."

"Pendukung Jokowi, ayo bcr kan kebaikan Pak Jokowi. Tanpa menjelekkan Pak Prabowo. Dan
sebaliknya."

Ia pun mengunggah bukti percakapannya itu dan kemudian melanjutkan pernyataannya.

"Penjaga masjid istana bersaksi ke saya, sejak 20th yl, bahkan ada yg kerja 30th, bersaksi
Presiden Jokowi adalah Presiden yg paling banyak ke masjid. Dan ini selaras dg pemandangan
selama 1th trakhir kami pas kami dekat sekali u urusan eMoney," lanjut Ustadz Yusuf Mansur.

Selain itu, Yusuf Mansur juga sempat menyoroti kebiasaan istri Jokowi, 15 tahun lalu.

"Istri Presiden pun seperti kita2. Bahkan ga hobi belanja dan seperti suaminya. Kalo ke Solo,
nyetir sendiri. Saya menyaksikan berkali2. Sampe geleng2. Bukan pencitraan. Dari 15th sblm jd
presiden, jdi anggota pengajian, kwn saya di Solo. Ada foto2. Dg posisi jamaah biasa."

Jika Yusuf Mansur sudah bersikap bagaimana dengan ustad populer lainnya seperti Ustad Abdul
Somad dan KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym?

Sikap UAS

Baru-baru ini Ustadz Abdul Somad tampaknya sudah mempertegas sikap politiknya.

terkait politik yang dibawa ke Shalat. UAS pun menegaskan diri bukan orang politik.

Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah di Batam, Minggu
(3/2/2019).

UAS menegaskan dirinya bukan orang politik atau orang partai.

Ia juga minta agar ceramahnya tidak diseret kemana-mana, apalagi politik.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan bahwa setiap yang lahir dalam
keadaan Islam.

"Ini Ustadz Somad ngawur ini. Orang kalau lahir di dunia itu kalau dibilang Islam syahadatnya kapan?," kata Ustadz Somad.

Menjawab pertanyaan itu, Ustadz Abdul Somad bercerita mengenai pengumuman sehabis solat Jumat disampaikan ke Jemaah jangan dulu pulang ke rumah.
Dalam pengumuman itu disampaikan akan menyaksikan ada yang mau bersyahadat dipimpin oleh tuan imam.

Sang calon muallaf ditanya apakah dirinya masuk Islam tanpa ada paksaan, lalu sanggup tanda tangan di atas materai Rp 6 ribu.

Setelah dijawab masuk Islam karena Allah. Dia pun bersyahadat.

"Itu baru bersyahadat. Kalau anak bayi kecil Islam, kapan dia bersyahadat? Kapan dia
bersyahdat? Bapak kapan terakhir bersyahadat?," kata Ustadz Abdul Somad.

"Tadi," kata Ustadz Abdul Somad seraya membacakan doa tasyahud.

Saat sampai di kalimat syahadat, Ustadz Abdul Somad mengangkat jari telunjuknya.

"Bersyahadat tu begini, bukan begini," kata Ustadz Abdul Somad menunjukkan jari telunjuk dan
jempolnya.

Hal itu sontak membuat jemaah tertawa. Pekik takbir kemudian terdengar.

"Banyak orang sekarang bawa-bawa politik ke Salat. Saya mau meluruskan. Saya mau
meluruskan ini. Jangan dipotong videonya nanti," kata Ustadz Abdul Somad.

"Jangan dikacaukan kajian saya. Tolong jangan dikacaukan kajian saya. Saya bukan orang
politik, saya bukan orang partai, saya bukan orang ormas. Saya murni hanya dai saja," tegasnya.

Ustadz Abdul Somad meminta dirinya jangan diseret-seret kemana-mana. "Janji?," kata Ustadz
Abdul Somad ke jemaah.

Ustadz Abdul Somad kembali menjelaskan soal anak yang lahir dalam keadaan Islam. Dimana
dia bersyahadat?

"Bersyahadatnya bukan di waiting room itu mas. Bersyahadatnya bukan dalam kandungan.
Bersyahadatnya dimana?," ungkap Ustadz Abdul Somad.

"Sebelum ada kuku, sebelum ada bulu, sebelum ada kulit, sebelum ada daging," katanya.

Sikap Aa Gym

Sementara itu dai kondang Aa Gym tampaknya juga tak ingin terjebak dalam Pilpres 2019.

Hal itu tampak ketika ia menjewer kuping Babe Haikal yang menyinggung Pilpres dalam ceramhanya, Rabu (6/2/2019)

Penyebabnya adalah saat ceramah, Haikal Hassan berbicara soal memilih pemimpin.

"Petani menjerit di kampung. Cara Allah menegur petani itu supaya memilih pemimpin yang
lebih baik," ujar Haikal dalam cuplikan video yang dia posting.

Ia pun kemudian mengernyitkan dahinya kepada jemaah.

Di sela tawa para jemaah, tak disangka AA Gym datang dari arah belakang.

Haikal Hassan sempat meminta para jemaahnya agar diam dan tak melaporkan ceramahnya itu.

Tapi AA Gym dengan senyum khas sudah berjalan menghampiri Haikal.

Ia pun menjewer pelan Haikal dengan gaya bercanda.

"Maksud saya enggak begitu. Bukan A', maksudnya gak gitu A'," ujar Haikal memberikan
pembelaan.

AA Gym kembali menjewer sahabatnya itu.

"Maaf. Maaf. Astagfirullahaladzim. Ma'af," kata Haikal saat AA Gym kembali ke belakang.

Haikal Hassan pun memberikan penjelasan dari pernyataannya itu.

"Maksudnya agar mereka mampu, berusaha lebih baik dan lebih keras lagi," terang Haikal
Hassan.

Dalam hitungan hari, video itu pun sudah dikomentari lebih dari 6 ribu kali oleh warganet.

Sementara itu, Haikal Hassan juga menyertakan caption.

"Maaf... Atas ceramah2 saya

Hiks... Wkwkwk," tulisnya lewat akun @haikalhassan_quote.

Berbeda dengan Aa Gym, Babe Haikal sendiri diketahui sejak dulu mendukung Prabowo.

babe Haikal dikenal sangat getol mengkritik pemerintahan Jokowi dan ikut mendeklarasikan
#2019GantiPresiden.

Sebelumnya, dalam acara E-Talkshow yang tayang di tvOne, Jumat (4/1/2019) lalu, Haikal
sempat mengungkapkan alasan mengapa ia kerap dianggap melontarkan kritik pedas kepada
pemerintah.

Catatan TribunSolo.com, Haikal Hassan pernah mengkritik pemerintah soal kebijakan dan isu
terkini.

Namun, Haikal Hassan menegaskan kritikannya itu dilontarkan agar pemerintah semakin baik.

"Buka sinis dengan pemerintah, kalau nggak sekarang, kalau bukan kita yang kritik, siapa lagi
coba?" jawab Haikal Hassan.

Ia pun menganalogikan, dengan kritikannya tersebut diharapkan pemerintah bisa melek.

"Supaya pemerintah 'melek' (dengan) apa yang terjadi di lapangan," kata Haikal.

Bukan tanpa alasan Haikal Hassan mengatakan demikian.

Menurut klaimnya, ia sudah berkeliling di sejumlah daerah di Indonesia dan menerima
keluhan-keluhan dari warga sekitar.

"Kan ane jalan tiap hari bisa 5 sampai 6 tempat dikunjungi. Dari Aceh sampai Papua pernah
dikunjungi."

"Coba tanya petani garam di Madura, ada yang udah enggak bisa sekolahin lagi anaknya.
Gara-gara dia udah enggak bisa lagi jualan garam. Gara-gara garam dari luar (impor) masuk ke
dalem," ungkap Haikal Hassan.

Selesai menjawab, Haikal kemudian ditanya seputar profesinya.

"Haikal Hassan ini mau jadi apa sih? Jadi ustaz, motivator, apa politisi?" tanya Wahyu, dikutip
TribunSolo.com dari TribunWow.com.

Meskipun masih di awal segmen, Haikal merasa jawaban ini cukup berat untuk dijawab.

Tampak ia menghela napas dan minta minum.

Selesai minum, Haikal mengatakan bahwa dirinya bukanlah seorang politikus dan juga tak
berniat untuk berkiprah di dunia politik.

"Kalau politisi kan ada karier politiknya, saya nggak ada," jelasnya.

Ia pun menegaskan bukan seorang ustaz, melainkan guru ngaji di kampung.

"Orang bilang panggil saya ustaz, saya berkali-kali bilang, jangan panggil ustaz, saya cuma guru ngaji kampung," tegasnya.

"Tidak berpolitik praktis, tapi kan jadi pengurus Timses Prabowo-Sandi," timpal Wahyu yang
seperti belum puas dengan jawaban Haikal.

"Kalau politisi itu kan dia yang berkarier, berjenjang, dan menjabat suatu jabatan di politik.
Kalau saya mendukung, itu sih bukan politisi. Itu sikap politik," ujar Haikal.

Dengan gaya humor khas-nya, Haikal lantas bercanda soal pilihan politiknya.

"Warga Indonesia yang tidak golput, sikapnya sama dengan saya. Lu kalau nggak dukung nomor
2, pasti lu nggak dukung nomor 1," kata Haikal.

Penonton di studio tertawa mendengar pernyataan Haikal. (Tribun-Timur/@Ilham_Arsyam/TRIBUN-TIMUR.COM)

Artikel inii telah tayang Tribun-timur.com

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved