Enam Kali, Tukang Ojek di Maumere Rudapaksa Remaja 15 Tahun

As menarik korban secara paksa korbannya melakukan hubungan badan di belakang Kantor Dinas PUPR Sikka di Jalan Ahmad Yani.

Enam  Kali, Tukang  Ojek  di  Maumere Rudapaksa Remaja  15  Tahun
Shutterstock
lustrasi korban pencabulan 

Enam  Kali, Tukang  Ojek  di  Maumere Rudapaksa Remaja  15  Tahun

POS-KUPANG.COM|MAUMERE-- Remaja putri  berusia 15  tahun  asal   Kota Maumere, Pulau Flores,  Propinsi Nusa Tenggara  Timur  (NTT)  mengalami enam  kali  persetubuhan oleh tukang  ojek  R alias  Asd (21).

Pelaku   berperawakan  sedang, tinggi badan sekitar  160-an  Cm dengan berat badan   kurang  dari  60-an  Kg, mode  rambut  anak  jaman ‘now’,   warga  Kelurahan  Kota Baru,  Kecamatan Alok   Timur,  Kota Maumere.

Informasi  dihimpun POS-KUPANG.COM, Sabtu (11/5/2019)  siang  di  Maumere  menyebutkan  pemerkosaan  mulai terjadi   Rabu (24/4/2019)  sekitar 04.00  Wita   di   bekalang  Kantor  Dinas PUPR  Sikka.

Entah  dimana  lokasi pertemuan korban dengan pelaku, informasi  dihimpun POS-KUPANG.COM,  menyebutkan As  menarik korban secara paksa  korbannya   melakukan hubungan badan di belakang Kantor Dinas  PUPR Sikka di  Jalan Ahmad Yani.

Masih  pada hari  yang sama sekitar pukul  12.00 Wita,  As  kembali  merudapaksa  korbanya di sebuah  rumah kosong di belakang  Rutan  Maumere.

Seolah ketagihan, sekitar  pukul 21.00  Wita di  hari  yang sama, As    mengulangi   lagi hubungan  badan di dalam rumah  kosong belakang Kantor Dinas  PUPR Maumere.

Terlibat Politik Praktis, Enam ASN di TTU Ini Diperiksa

Atasi Napas Bau saat Bangun Tidur dengan Cara Mudah Ini

Tiga  kejadian  lainnya   berulang di    tanggal  25 April, 30 April 2019 dan 5 Mei 2019.

Aparat   Polres   Sikka menerima pengaduan   dari  seorang wanita  Kamis   (9/5/2019)   sekitar  pukul  12.00  Wita  bergerak  cepat menangkap pelaku. 

Kepala  Satuan  Reserse dan Kriminalitas Polres  Sikka, AKP Heffri  Dwi  Irawan, S,H,S.IK,  dihubungi  melalui pesan  WhatsApp, Sabtu siang membenarkan  kasus  ini.

Menurut   Heffri  Dwi Irawan, menjelaskan   persetubuhan anak dibawah  umur  diadukan  oleh Mawar  (15) asal Kecamatan Alok  Timur.   “Terlapor  Renol   (19),  asal  Kelurahan  Kota Baru,  Kecamatan Alok  Timur,”   tulis Heffri  Dwi Irawan.

Ia  mengakui  waktu  kejadian sejak Rabu (24/4/2019)  hingga  Jumat  (3/5/2019).  Tempat   kejadianya  di  belakang  Kantor  Dinas PUPR  Sikka, belakang  Lembaga (Rutang)  Maumere dan di   Lama To’u  Larantuka, Kabupaten Flores  Timur. Dalam  kasus  ini,  lanjut   Heffri  Dwi Irawan,   penyidik  telah memeriksa dua orang saksi.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a)

 

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved