Odorikus Pendamping Desa yang Lolos jadi anggota DPRD Nagekeo
Odorikus Goa Owa (35) merupakan satu diantara Caleg DPRD di Nagekeo yang mendapatkan kursi di DPRD Nagekeo periode 2
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Odorikus Goa Owa (35) merupakan satu diantara Caleg DPRD di Nagekeo yang mendapatkan kursi di DPRD Nagekeo periode 2019-2024.
Odorikus yang merupakan Caleg DPRD dari Partai PKB nomor urut 1 itu meraih 666 suara dan total suara dari PKB Dapil 3 Boawae 2.342 suara. Odorikus menjadi anggota DPRD yang baru di Nagekeo periode 2019-2024.
Pria kelahiran Dhereisa, 3 Februari 1984 itu mengaku dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Boawae mendukung dirinya menjadi wakil rakyat.
• Persija Jakarta Kehilangan Lima Pemain Jelang vs Bali United
• Pelatih Robert Rene Tarik 2 Pemain Persib Bandung di Laga versus Borneo FC, Ini Penjelasannya
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Boawae karena sudah menentukan pilihan untuk saya. Terima kasih kepada keluarga, Partai, simpatisan dan seluruh masyarakat Boawae," ujar Odorikus, kepada POS KUPANG.COM, di Aula Hotel Sinar Mbay Kabupaten Nagekeo, Minggu (5/4/2019).
Ia mengaku bergabung di PKB sejak tahun 2014 dan pernah maju menjadi Caleg namun belum berhasil. Dirinya tidak putus asa dan terus bermimpi menjadi seorang anggota dewan.
Ia bercerita, sebelum terjun kedunia politik dan maju menjadi Caleg dirinya bekerja sebagai pendamping desa. Dari sanalah dirinya belajar banyak hal tentang kebutuhan masyarakat.
• YUK Tonton Live Streaming 8 Besar Piala Indonesia Leg Kedua, Persija kontra Bali United, Pukul 15.30
"Saya sebelumnya menjadi pendamping desa pemberdayaan. Tahun 2016 di Kecamatan Nangaroro, tahun 2017 di Kecamatan Keotengah dan tahun 2018 Kecamatan Boawae.
Sejak penetapan 22 Septermber 2018 saya l undur diri dari Pendamping Desa," ujar mantan ketua Persedium PMKRI Cabang Kupang periode 2010/2011 ini.
Undur diri dan bertekad menjadi Caleg DPRD, Odorikus sangat yakin dan percaya masyarakat Boawae akan memilih dirinya menjadi seorang anggota DPRD dapil 3 (Boawae).
Dirinya tak pernah menyesal memutuskan untuk undur diri dari pekerjaannya saat itu dan tekad itu sangat bulat dan berani diambil. Karena pada prinsipnya semua ada konsekuensinya. Apapun itu harus diambil. Kalah atau menang nanti ketika bertarung di Caleg berjuang terlebih dahulu.
"Memang sudah menjadi tekad saya. Ketika maju lagi, saya sudah siap untuk kalah dan menang. Karena semua ada konsekuensinya," ujar Mantan Ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Boawae Kupang (Hippmab).
• Pleno KPU Hari Ke-4 Berlangsung Alot
Perjuangan Anggaran di Bidang Pertanian dan Peternakan
Odorikus mengaku dirinya bertekad agar anggaran bidang pertanian dan peternakan ditambah. Ketika masa kampanye itu dirinya menceritakan tentang peran dan fungsi lembaga DPRD.
"Saya berbicara tentang pertanian dan peternakan. Anggaran ini kan kecil-kecil saja. Ketika saya maju dan terpilih saya akan memperjuangan itu. Menjalankan fungsi DPR dari sisi budgeting atau anggaran untuk pertanian peternakan untuk mendorong ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ia menerangkan mata pencaharian masyarakat Nagekeo yaitu pertanian dan peternakan. Dari sisi anggaran bidang pertanian dan peternakan masih sangat minim. Selain itu regulasi soal harga ternak dan harga komoditi pertanian belum ada, sehingga harus diperjuangkan lewat Peraturan Daerah (Perda).
"Mata pencaharian masyarakat Nagekeo 90% itu petani, dari anggaran juga tidak diperhatikan. Kedua dari harga komoditi pertanian ini kan kita butuh payung hukum mengamankan ini," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/odorikus-goa-owa.jpg)