Kepsek SMPN 13 Kota Kupang Ungkap Kronologi Belasan Siswa Lakukan Pengrusakan Fasilitas Sekolah
Dihubungi per telepon, Maria menjelaskan, para siswa tersebut melakukan aksinya usai melakukan pesta miras di luar sekolah.
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Kepsek SMPN 13 Kota Kupang Ungkap Kronologi Belasan Siswa Lakukan Pengrusakan Fasilitas Sekolah
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Sekolah SMPN 13 Kota Kupang, Maria Th. Roslin S. Lana mengungkapkan kronologi belasan siswanya melakukan pengrusakan fasilitas sekolah, Senin (29/4/2019).
Dihubungi per telepon, Maria menjelaskan, para siswa tersebut melakukan aksinya usai melakukan pesta miras di luar sekolah.
Belasan siswa tersebut sebagian besar merupakan siswa kelas IX yang baru saja melakukan USBN.
Maria pun tidak tidak mengetahui kehadiran para siswa tersebut karena seusai ujian, lanjut dia, pihak sekolah sebelumnya telah meliburkan siswa kelas IX.
Setelah menghabiskan miras tradisional 'sopi'. Belasan siswa tersebut memasuki ruang kelas melalui jendela kelas.
Semua ruangan di sekolah telah dikunci sekitar pukul 10.00 Wita karena pihak sekolah tengah sibuk menyiapkan surat ucapan terima kasih kepada para orangtua yang meminjamkan laptopnya untuk pelaksanaan UNBK serta melakukan persiapan ujian kenaikan kelas bagi siswa kelas VII dan VIII.
"Kebetulan kami sedang melakukan pleno soal ujian kenaikan kelas. Tiba-tiba jam 10 pagi begitu saat bel pulang kami mendengar bunyi 'Prak dari dalam kelas padahal semua kelas sudah dikunci," katanya
"Lalu para guru dan penjaga kelas ke kelas tersebut. Ternyata dalam kelas tersebut terdapat banyak anak-anak. Mereka masuk lewat jendela kelas dan lompat keluar dari jendela juga," tambahnya.
Dalam kelas itu, ternyata belasan siswa tersebut telah menghancurkan dua kursi dan dua meja serta memecahkan kaca jendela.
• INGAT! Hari Ini Terakhir Pendaftaran Sekolah Kedinasan, Begini Cara Daftar dan Upload Dokumennya
• Bupati Sumbar Keluarkan SK Pemecatan Empat PNS Terlibat Korupsi
• Bupati Sumbar Segera Tanda Tangani SK Kontrak 2800-an Karyawan Honda
Tidak hanya di situ, sebagian siswa yang lari terbirit-birit berhasil melompati pagar sekolah dan melempar jendela kelas dari luar sekolah.
Satu siswa, MK (13) berhasil diamankan pihak sekolah. Saat diamankan, dari nafas bocah ini sangat tercium jelas bau minuman keras.
"Dia (MK) awalnya tidak mengakui minum sopi. Kami pancing-pancing dan dia mengaku. Dia disuruh B (16) untuk beli Sopi Rp 20 ribu. Dia diancam untuk beli kalau tidak dipukul," kata Maria.
MK saat itu mengakui perbuatannya dan menuliskan semua nama rekannya kepada pihak sekolah.
Maria selanjutnya menghubungi Ketua RT setempat, Lurah Maulafa, Ketua Komite sekolah dan berkoordinasi dengan Babinsa Kelurahan Maulafa, Sertu Johanis Ngale.