Seusai Lakukan Demo dan Berdialog dengan Pemkot Kupang, Grab Car Kembali Beroperasi
Seusai lakukan Demo dan Berdialog dengan Pemkot Kupang, Grab Car kembali beroperasi
Penulis: Gecio Viana | Editor: Kanis Jehola
Seusai lakukan Demo dan Berdialog dengan Pemkot Kupang, Grab Car kembali beroperasi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ratusan driver (pengemudi) Grab Car kembali beroperasi setelah melakukan demonstrasi dan berdialog dengan Pemkot Kupang, Senin (29/4/2019).
Aksi ratusan driver Grab car ini dilakukan di depan kantor Grab Kupang di Jln Frans Seda lalu dilanjutkan dialog dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.
Driver Grab car yang tergabung dalam Mitra Online Bersatu (Persatuan Driver Online Nusa Tenggara Timur) diterima oleh perwakilan Pemkot Kupang, Elly Wairata selaku Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang sekaligus Plt Kadis Perhubungan Kota Kupang.
• Bupati Gidion: Pemda Sumba Timur Akan Perhatikan Situs Lambanapu
Sebelumnya, sebagai bentuk protes terhadap manajemen Grab yang menerapkan skema insentif baru yang dinilai merugikan driver Grab car, mereka tidak beroperasi sejak Kamis (25/4/2019).
Tidak beroperasinya Grab Car ini mengakibatkan warga Kota Kupang tidak dapat terlayani oleh mode transportasi yang didukung aplikasi modern ini.
Kembali beroperasinya Grab Car ini disampaikan oleh koordinator Mitra Online Bersatu (Persatuan Driver Online Nusa Tenggara Timur), Einstein Meyners seusai dialog atau beraudiensi dengan Pemkot Kupang.
• Menteri PUPR: Wapres Kalla Usul Sulawesi Jadi Lokasi Ibu Kota Baru
Di area kantor Walikota, Einstein menggunakan pengeras suara yakni megaphone juga memberitahukan hasil audiensinya bersama 9 orang delegasi lainnya dengan Pemkot Kupang.
"Kita akan terus mengkawal persoalan ini dan Pemkot Kupang sudah berjanji untuk membantu kita. Bagi teman-teman silahkan kembali beroperasi seperti biasanya," ungkapnya disambut riuh tepuk tangan para driver Grab car lainnya.
Keputusan untuk kembali beroperasi, kata Einstein, didasarkan pada kebutuhan ekonomi rekannya.
Sementara itu, seorang driver Grab car, Erik Burnama (36) mengaku, skema insentif baru yang diterapkan manajemen Grab diakuinya sangat berpengaruh pada penghasilan para driver Grab car.
Kebijakan ini pun dirasa sangat mendadak dan tanpa sosialisasi kepada para driver Grab car. Sehingga, lanjut Erik, aksi masa atau demonstrasi menjadi pilihan politik yang diambil agar skema insentif trip kembali diberlakukan.
Erik yang baru setahun ini menjadi driver Grab car mengaku, berdasarkan analisis dan perhitungan para driver, dipastikan penurunan penghasilan akan terjadi.
"Kalau lihat dari pengalaman kita penghasilan rata-rata Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. Yang jelas pemasukan menurun drastis. Kami belum tahu turun sampai berapa banyak karena setelah aturan ini diterapkan kami tidak beroperasi. Tapi berdasarkan hitung-hitungan kami mungkin akan turun sekitar 30-40 persen," jelas Erik.
Dirinya berharap, melalui aksi tersebut, manajemen Grab dapat kembali menerapkan skema insentif trip yang telah diberlakukan sejak awal karena, kata Erik, kota-kota lain di Indonesia banyak yang masih menggunakan skema insentif trip ini.
"Harapan kami, pihak manajemen Grab kembali menerapkan skema insentif trip yang lama, sehingga tidak berpengaruh pada penghasilan kami," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana)