Pemuda yang Retas Situs KPU Ternyata Cuma Tamatan SMP di Payakumbuh, Tertarik Internet Sejak SD
Seorang Pemuda yang Retas Situs KPU Ternyata Cuma Tamatan SMP di Payakumbuh, Tertarik Internet Sejak SD
"Biasanya mereka upload langsung hasil scannya tapi ini belum ada ," kata Welem.
Dia mengatakan, kemungkinan semua belum bisa karena saat ini masih dilakukan pleno di tingkat kecamatan.
"Saya sudah tanya ke KPU NTT dan mereka bilang tunggu data semua masuk setelah pleno sehingga datanya valid," kata Welem.
Yohanes Rumat, caleg DPRD NTT asal dapil Manggarai juga mengalami hal yang sama.
Menurut Yohanes, dirinya sulit mengakses data dari KPU.
"Saya sulit akses data, kemungkinan jaringan yang bermasalah," katanya.
Sementara itu, KPU di 22 kabupaten dan kota di NTT yang mengupload data C1 ke website KPU sebagai hasil perhitungan (situng) KPU NTT. KPU NTT tidak melakukan upload data C1.
Hal ini disampaikan Ketua KPU NTT, Thomas Dohu, Minggu (28/4/2019). Menurut Thomas, di setiap KPU kabupaten dan kota ada teknisi atau tim yang melalukan upload data sementara ke situng.
"Setiap kabupaten dan kota ada 25 petugas situng. Mereka itulah yang sebagai uploader data perolehan suara ke website. Data yang diupload itu sesuai dengan hasil rekapan C1 atau hasil scan atau pindai dari petugas di lapangan," kata Thomas.
Dia menjelaskan, KPU NTT tidak melakukan upload data,kecuali hanya memantau saja.
Ditanyai soal ada data yang tidak ada atau belum diupload, dia mengakui ada masalah teknis di lapangan berupa jaringan di sistem, juga soal entry dan cara pemindaian data.
"Masalah yang kami temukan saat ini adalah masalah pengiriman data dan juga proses entry dan pindai. Kita berharap jaringan dan sistem /server tidak terganggu sehingga proses entry bisa berjalan lancar," katanya.
Sebelumnya, sejumlah caleg mengaku sulitnya mengakses hasil perhitungan (situng) di website KPU. Mereka menduga KPU NTT belum mengupload data dokumen C1 ke website.
Beberapa caleg yang dikonfirmasi, Minggu (28/4/2019) mengatakan, mereka sulit mengakases data yang diupload oleh KPU ke dalam situng.
Welem Kale caleg DPRD NTT dari Partai NasDem mengatakan, biasanya hasil C1 discan kemudian diupload ke website, namun, sampai saat ini mereka sulit mengupload.
"Biasanya mereka upload langsung hasil scannya tapi ini belum ada ," kata Welem.
Dia mengatakan, kemungkinan semua belum bisa karena saat ini masih dilakukan pleno di tingkat kecamatan.
"Saya sudah tanya ke KPU NTT dan mereka bilang tunggu data semua masuk setelah pleno sehingga datanya valid," kata Welem.
Yohanes Rumat, caleg DPRD NTT asal dapil Manggarai juga mengalami hal yang sama.
Menurut Yohanes, dirinya sulit mengakses data dari KPU. "Saya sulit akses data, kemungkinan jaringan yang bermasalah," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)