Begini Caranya Jemaah Galang Dana Bangun Masjid Nangahale, Sikka-NTT
Jemaah masjid Baitusshadiq Nangahale di Kecamatan Talibura, 40 Km arah timur Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur tak
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
Laporan wartawan pos-kupang.com, eginius mo’a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE--- Jemaah masjid Baitusshadiq Nangahale di Kecamatan Talibura, 40 Km arah timur Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur tak hanya menerima uluran tangan bantuan pihak luar membangun baru masjid itu.
Swadaya jemaah benar-benar diutamakan. Setiap kepala keluarga jemaah dikenakan tanggungjawab Rp 20.000/minggu atau Rp 100.000/bulan dari 350 kepala keluarga jemaah.
Jemaah masjid ini merupakan korban gempa bumi dan tsunami 12 Desember 1992 asal Pulau Babi yang diungsikan ke Nangahale. Pulau ini terdampak besar dengan korban jiwa lebih dari 400 orang meninggal.
Sekretaris panitia pembangunan, Damsik Raja, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (26/4/2019) menuturkan jemaah dengan senang hati mengumpulkan dana swadaya itu.
“Nelayan gurita ada 13 orang. Kami sudah titipkan celengan di setiap kapal mereka. Tidak dibebani target, berapa saja uang yang bisa dikumpulkan dari rejekinya, kami akan terima senang hati,” kata Damsik.
Damsik menjelaskan,masjid yang didesain dua lantai ini semula ditargetkan menghabiskan dana Rp 1,5 miliar. Setelah dihitung ulang rencana anggaran biaya membengkak Rp 3 miliar.
“Selain swadaya, kami juga akan cari bantuan dari pihak luar. Kami butuhkan tempat ibadah yang lebih layak karena jemaah terus bertambah,” ujar Damsik.
• Yuk Simak Sinopsis Film Tom Cruise Mission: Impossible 3, Tayang Hari Ini di Bioskop TRANS TV
Imam Masjid Baitusshadiq, Arham mengatakan masjid ini sudah dua kali dibangun pasca gempa bumi dan tsunami melanda Kota Maumere dan Pulau Flores. Bangunan pertama berukuran 10x10 meter, kemudian berubah menjadi 12x13 meter dan kini dibangun baru ukuran 19x19 meter.
“Kalau bulan puasa jemaah sampai di pagar. Ruang di dalam masjid tidak bisa menampung lagi,” ujar Arham.
Hari Jumat siang panitia menerima bantuan Rp 20 juta dari CSR Bank NTT peduli yang diserahkan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, didampingi Pemimpin Bank NTT Cabang Maumere, Y.Ben Boy Bogar. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/csr-bank-ntt-untuk-mesejid-nangahale-maumere.jpg)