Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Ustadz Yusuf Mansur Unggah Suasana Duka, Ada Ustadz Arifin Ilham

nnalillahi wainna ilaihi rojiun. Kalimat duka cita tersebut membanjiri akun Instagram Ustadz Yusuf Mansur.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Instagram Ustadz Yusuf Mansur
Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Ustadz Yusuf Mansur Unggah Suasana Duka, Ada Ustadz Arifin Ilham 

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Ustadz Yusuf Mansur Unggah Suasana Duka, Ada Ustadz Arifin Ilham

POS-KUPANG.COM - Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kalimat duka cita tersebut membanjiri akun Instagram Ustadz Yusuf Mansur.

Penyebabnya, Ustadz Yusuf Mansur mengunggah foto saat dirinya sedang berduka cita.

Adalah sang ibunda dari Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an itu, Hj Humrif'ah, yang pergi untuk selamanya.

Dalam foto yang diunggah Sabtu 20 April 2019 tersebut, Ustadz Yusuf Mansur sedang mengangkat keranda jenazah ibunda.

Ustadz Yusuf Mansur Bongkar Kebiasaan Iriana Jokowi di Masa Lalu Ternyata Suka Lakukan Ini

Ustadz Yusuf Mansur Akui Tak Pantas Bersanding dengan Ustadz Abdul Somad dan AA Gym

Wajahnya menyiratkan kesedihan mendalam.

Sahabatnya, Ustadz Arifin Ilham, ada di dekatnya.

Mengenakan baju koko dan kopiah putih, Ustadz Arifin Ilham, memegang bahu sahabatnya tersebut.

Ustadz Arifin Ilham seperti sedang memberikan dorongan semangat kepada Ustadz Yusuf Mansur.

"Ditemani KH. Muhammad Arifin Ilham, saat ibunda saya wafat. Indonesia itu KELUARGA," tulis Ustadz Yusuf Mansur di akun Instagramnya, @yusufmansurnew.

Ucapan duka netizen pun mengalir di kolom komentar.

Berikut beberapa di antaranya:

Video Viral Pertemuan Habib Rizieq Shihab dan Yusuf Mansur Ini Dihapus oleh Instagram

Ustadz Yusuf Mansur Puji Jokowi Setinggi Langit, Bersumpah Demi Hafalan Alqurannya

@indo_gamerz_2: Alfatehah pak ustadz smoga ibunda husnul khotimah d dlm surganya allah,,, bersyukurlah org tuanya punya ank soleh dan solehah doakan anl saya menjd ank yg soleh ya pak ustadz

@jjgthea: Innalilahi wainailaihirojiun,, semoga husnul khotimah,, dan saya rindu pak ustad yusuf yang dulu,, yang tidak panatik politik

Mengutip Republika.com, Hj Humrifah, ibunda Ustaz Yusuf Mansur, Senin (9/2/2013) pukul 15.08 WIB, meninggal dunia di rumahnya di kawasan Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Banten.

Menurut Ridho, putra ketiga almarhumah, sejak lama almarhumah yang lahir pada 14 Oktober 1956 menderita penyakit asma ''Sudah lama umi menderita penyakit asma dan sesak nafas,'' ungkap Ridho.

Hanya, kata Ridho, ibunya Senin dalam kondisi sehat.

''Hari ini ibu sehat-sehat saja. Bahkan, tadi siang sempat membezuk Basri, adik Ustazah Maemunah, istri ustaz Yusuf Mansur,'' ungkapnya seraya menambahkan, Nah, pada saat membezuk itulah, sang ibu batuk-batuk dan sempat muntah.

BERITA POPULER: Kabar Duka Ustadz Arifin Ilham Gubernur NTT Beri PNS Uang 5 Juta & 1000 Video Porno

Ustaz Arifin Ilham Dibawa ke Penang Malaysia, Begini Kondisinya Saat Ini

Ridho menjelaskan, kondisi batu-batuk seperti itu, sering dialami ibunya.

''Cuma hari ini berbeda. Allah SWT punya rencana lain, memanggil almarhumah untuk selama-lamanya,'' ungkapnya haru.

Ia menuturkan, sebelum meninggal dunia, ibunya masih sempat bercengkrama dengan anak-anak dan cucu-cucunya di rumah.

Makanya, tadi Subuh, Ustaz Yusuf Mansur berangkat ke Kalimantan untuk berdakwah.

''Ya, karena kondisi ibu sehat-sehat saja," kata dia.

Sepeninggal sang ibu, Ridho terngiang nasehat dan pesan yang disampaikan sang ibu kepada dirinya dan anak-anak yang lain.

''Almarhumah selalu berpesan: harus selalu akur. Jangan jauhi Alquran dan jangan tinggalkan shalat,'' ungkap Ridho mengingat pesan almarhumah.

Capres dan Tim Kampanye Diminta Hentikan Deklarasi Kemenangan Pemilu

Hasil Pertandingan Liga Inggris, Man City Geser Liverpool di Puncak Klasemen

Jenazah dishalatkan dan dimakamkan di lingkungan Pesantren Tahfidz Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (3/9) pagi.

Saat itu, Ustadz Yusuf Mansur masih di Kalimantan.

''Masih menunggu kedatangan Ustaz Yusuf Mansur dari Kalimantan,'' jelas Ridho menambahkan.

Kabar duka ini juga disampaikan Ustadz Yusuf Mansur di akun Twitternya.

"Yaa Allah, kawan2 mhn doanya ya. Ibunda saya, Hj. Humrif'ah, meninggal dunia. Mhn doanya yg sangat ya. Makasih. Makasih," tulis ustaz Yusuf Mansur lewat akun twitternya, @Yusuf_Mansur. 

Mengenal Ustadz Yusuf Mansur

Mengutip Wikipedia, Yusuf Mansur atau Jam'an Nurkhatib Mansur lahir di Jakarta, 19 Desember 1976.

Umur 42 tahun.

Ia adalah seorang tokoh pendakwah, penulis buku dan pengusaha dari Betawi.

Ia juga pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Cikarang Tangerang dan pengajian Wisata Hati.

Terlahir dengan nama Jam'an Nurkhatib Mansur.

Ia lahir dari keluarga Betawi berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrifíah.

Ia anak yang sangat dimanja orangtuanya.

Sejak kecil, ia anak yang cerdas dan itu tampak dari kemampuannya menangkap pelajaran di

Madrasah Ibtidaiyah Chairiyah Mansuriyah Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.

Madrasah didirikan kakek buyutnya, K.H. Muhammad Mansur.

beliau dikenal dengan panggilan Guru Mansur.

Belakangan madrasah tersebut dikelola kakak orangtuanya, K.H. Ahmadi Muhammad.

Yusuf Mansur memanggilnya Ayah Mamat.

Sejak usia 9 tahun, kelas 4 MI (Madrasah Ibtidaiyah), ia sering tampil di atas mimbar untuk berpidato pada acara Ihtifal Madrasah yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadan.

Saat tamat MI, ia kemudian melanjutkan ke MTs (Madrasah Tsanawiyah) Chairiyah Mansuriyah yaitu lembaga pendidikan yang dikelola keluarganya, KH. Achmadi Muhammad.

Saat itu, Yusuf Mansur adalah siswa paling muda dibandingkan dengan teman-temannya yang lain.

Ia pun lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah tahun pada tahun 1988/1989 sebagai siswa terbaik di usia 14 tahun.

Lulus dari MTs. Chairiyah Mansuriyah, ia kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol sebagai lulusan terbaik.

Lulusan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di Fakultas Hukum, Jurusan Syari'ah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hal ini tertuang dalam pengantar bukunya "Lukmanul Hakim Mencari Tuhan yang Hilang" yang diungkap oleh Prof. Dr. H. Amin Suma, MA., M.H. Namun, berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.

Kendati sudah menjadi tokoh Nasional yang cukup dikenal masyarakat Indonesia, Yusuf Mansur tetap tawadhu dan ta'zhim terhadap guru-gurunya.

Baik guru-guru Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah.

Hal ini terlihat dari caranya yang selalu mencium tangan mereka saat bertemu.

Acap kali ia menyempatkan diri mampir ke Madrasah tempat ia dibesarkan oleh guru-gurunya.

Di antara guru yang masih mengajar sampai saat ini antara lain:

Hasan Luthfy Attamimy, M.A., (sekarang Kepala MTs. Chairiyah Mansuriyah),

H.M. Naksabandi, S.Ag.,

Drs. Pramonohadi, Subagyo, S.Pd.,

Drs. H.M. Basuni, Abdun Najih, S.Pd.,

Halimatus Sa'diah, S,Pd.,

Drs. Syamsudin, M.Pd.,dan sebagiannya sudah wafat.

Pada tahun 1996, Ia terjun di bisnis informatika, sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit
hutang dan membuatnya masuk rumah tahanan selama 2 bulan, dan hal serupa kembali terulang pada tahun 1998.

Saat di penjara itulah, ia menemukan hikmah tentang sedekah.

Selepas dari penjara, ia mencoba memulai usaha dari nol lagi dengan berjualan es di terminal Kali Deres.

Berkat kesabaran dan keikhlasan sedekah pula akhirnya bisnisnya mulai berkembang dari semula berjualan dengan termos, lalu gerobak sampai kemudian memiliki pegawai.

Hidup Yusuf Mansyur mulai berubah saat ia berkenalan dengan seorang polisi yang memperkenalkannya dengan LSM.

Selama bekerja di LSM itulah, ia membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang.

Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya sewaktu di penjara saat rindu dengan orang tua.

Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Yusuf Mansur sering diundang untuk bedah buku tersebut.

Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya.

Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah kehidupan nyata.

Gaya bicaranya yang simpel dan apa adanya saat berdakwah membuat isi ceramah mudah dicerna dan digemari masyarakat.

Ia sekarang tengah menggeluti bisnis network yaitu VSI (Veretra Sentosa Internasional).

Yusuf Mansur juga menggagas berdirinya Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA) yang mencetak penghafal Qur'an melalui pendidikan gratis bagi para dhuafa yang ada di Pondok
Pesantren Daarul Qur'an Bulak Santri.

Alamatnya di Jl. Ketapang Poncol, Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.

Dana dari program ini diambil dari sedekah jamaah Wisata Hati. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved