Pemilu 2019

Mengira Ada Intervensi Penghitungan Suara Pemilu, Warga Geruduk GOR Tanah Abang

Mengira Ada Intervensi Penghitungan Suara Pemilu, Warga Geruduk GOR Tanah Abang

Mengira Ada Intervensi Penghitungan Suara Pemilu, Warga Geruduk GOR Tanah Abang
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memeriksa kelengkapan logistik Pemilu sebelum didistribusikan ke kelurahan di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Tanah Abang, Jakarta, Senin (15/4/2019). 

Mengira Ada Intervensi Penghitungan Suara Pemilu, Warga Geruduk GOR Tanah Abang

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Gelanggang Olah Raga (GOR) Tanah Abang, Jakarta Pusat digeruduk oleh warga pada Jumat (19/4/2019) siang.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan, GOR Tanah Abang digeruduk lantaran warga mengira ada oknum tertentu yang mengintervensi surat suara.

Tudingan warga tersebut bermula dari police line atau garis polisi di pintu belakang GOR yang rusak.

KPU Resmikan Pusat Informasi Penghitungan dan Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

"Jadi gini beberapa pendukung mempertanyakan di belakang GOR kok police linenya rusak dikira ada orang masuk. Karena di belakang GOR itu ada jalan ke atas dipasang police line padahal garis kuning itu memang saat itu rusak karena ada anak kecil sering main," ucap Lukman saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/4/2019).

Padahal menurut Lukman garis kuning tersebut tidak berarti apa-apa dan tidak ada hubungannya dengan keamanan surat suara di dalam GOR.

Ketua KPPS Empoang Jeneponto Dianiaya Warga

"Karena di atas itu pintunya digembok. Jadi kita tunjukin ini enggak tembus di atas sudah dikunci akhirnya mereka paham. Intinya mereka mengira bahwa garis itu diterobos oleh orang lain ke dalam GOR," jelasnya.

Pihaknya pun akhirnya memasang kembali garis kuning dengan yang baru. Tak hanya itu, polisi juga memasang rantai dan gembok di pintu GOR secara berlapis untuk mengurangi kekhawatiran warga.

"Kita bikin kesepakatan dirantai di-double masing-masing kubu pegang kuncinya juga KPU," kata dia.

Lukman pun meminta agar warga tidak khawatir dengan keamanan GOR. Pihaknya juga menambah petugas untuk mengamankan GOR tersebut.

"Ada polisi malah ditambah sekarangada brimob 80 orang, polsek 20 orang. 100 lebih lah," tutupnya. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved