Walikota Kupang Ajak Pemuda Lintas Agama Jaga Kebersihan Lingkungan

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengajak kaum muda lintas agama di Kota Kupang agar menjaga kebersihan lingkungan.

Walikota Kupang Ajak Pemuda Lintas Agama Jaga Kebersihan Lingkungan
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore bersama panitia Jalan Salib Akbar Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang di Taman Nostalgia Kota Kupang, Kamis (18/4/2019). 

Walikota Kupang Ajak Pemuda Lintas Agama Jaga Kebersihan Lingkungan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengajak kaum muda lintas agama di Kota Kupang agar menjaga kebersihan lingkungan.

Hal itu dikatakan Jefri saat memberi sambutan membuka rangkaian kegiatan drama Kisah Sengsara Yesus dan Jalan Salib digelar oleh Pemuda GMIT Klasis Kota Kupang, Kamis (18/4/2019).

Jefri mengatakan, kehadiran kaum mudi-mudi mesti memberikan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu bisa dilakukan dengan memerhatikan dan memelihara lingkungan sekitar.

Sampah, kata Jefri masih jadi masalah di Kota Kupang. Untuk itu para pemuda diharapkan menjadi penggerak mendorong masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan kegiatan bersih-bersih.

Selain itu, lanjutnya, kebersihan di pesisir pantai juga perlu mendapat perhatian serius karena sangat berpengaruh pada biota laut.

"Di pantai-pantai wisata, jangan bung sampah sembarangan. Kalau kita melihat ada sampah di sana kita bersihkan. Jangan hanya datang berwisata dan berselfi ria saja," tegasnya.

Mantan Striker Persija Jakarta Gantung Sepatu, Ini Alasannya

Hari ini Cuaca Cerah di Sepuluh Lokasi Wisata di Pulau Sumba

BERITA POPULER: Ramalan Cinta Zodiak Jumat, Siswi SMK Kupang Hilang dan Prabowo Sandi Klaim Menang

Semana Santa di Flores Timur : ‘Bero’ Baru Antar Tuan Meninu ke Pante Kuce

Ia juga mengajak kaum muda untuk mendukung pembangunan di Kota Kupang. Menurutnya Pemerintah bisa bekerja dengan baik kalau ada dukungan, imbauan, saran dan kritik dari masyarakat.

Untuk itu, kata dia, kaum muda mesti menjadi pribadi-pribadi yang memiliki sikap kritis. Bahkan Jefri mengatakan kaum muda tidak boleh takut mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Daya Kritis pemuda tidak boleh hilang. Itu harus terus diasah dan berani memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat," tegasnya.

Lanjutnya, kehadiran pemuda bisa memberikan dampak positif kalau mereka punya kompetensi yang baik, baik dari pengetahuan, keimanan yang kemudian nampak dalam cara hidup, pergaulan dan sikap yang baik dalam hidup sehari-hari.

Hal senada diungkapkan oleh Ernest Ludji selaku Ketua Panitia Jalan Salib Akbar Pemuda GMIT. Menurut Ernest kaum muda harus terus membekali diri dengan berbagai ilmu dan keterampilan.

"Kalau mereka tidak memiliki kompetensi, yah bagaimana mereka bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Walikota Kupang, perlu diperhatikan secara baik dan harus segera diimplementasikan kaum muda dalam kehidupan mereka sehari-hari.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved