Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 17 April 2019 Matius 26: 14-25 '' Bukan Aku?
Renungan Harian Katolik Rabu 17 April 2019 Matius 26: 14-25 '' Bukan Aku?
Meski pun Yesus tahu bahwa Ia akan dikhianati oleh Yudas, Ia tidak mengurungkan niat-Nya untuk merayakan Perjamuan Paskah bersama murid-murid-Nya.
Cinta kasih dirayakan mulai dari meja makan.Demikian pun pengkhianatan dimulai dari meja makan.
Apa yang salah?
Karena tidak semua yang masuk kamar makan memiliki niat suci untuk merayakan perjamuan bersama.
Kita boleh bermenung.
Allah selalu penuh kasih mengundang orang baik dan orang jahat makan bersama pada meja yang sama.
Meja makan dan makan bersama menjadi pernyataan budaya cinta kasih dimana manusia dapat belajar berbagi dan merasakan kasih serta solidaritas hidup bersama.
Meja makan dan makan bersama meneguhkan persatuan dan kebersamaan.
Nilai keakraban dan persaudaraan dihidupkan.
Disanalah kehadiran dan ketulusan mendapatkan makna.
Yesus rindu makan bersama karena Ia ingin memberi contoh melalui perjamuan bersama para murid belajar melayani di dalam kasih.
Belajar saling memberi perhatian dan mendengarkan.
Belajar menegaskan persaudaraan dan kebersamaan hidup.
Sering kali kita mengabaikan pentingnya kebersamaan dan merayakan kasih di kamar makan.
Keakrapan dimeja makan telah dirampas oleh handphone.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rdmaxi-bria.jpg)