Korban Josua Diseret Air Saat Mamanya Berada di Kebun

Sampai pukul 10.00 wita, Kamis (4/4/2019) warga dan keluarga Josua Ebok (6) yang diseret air got saat hujan deras masih dilakukan pencarian.

Korban Josua Diseret Air Saat Mamanya Berada di Kebun
Foto dari keluarga untuk POS-KUPANG.COM
Keluarga sedang kumpul di rumah korban 

Korban Josua Diseret Air Saat Mamanya Berada di Kebun

POS-KUPANG-COM|RUTENG--Sampai pukul 10.00 wita, Kamis (4/4/2019) warga dan keluarga Josua Ebok (6) yang diseret air got saat hujan deras masih dilakukan pencarian.

Korban Josua yang mandi bersama rekan-rekannya diduga dibawa air ketika sang ibunya berada di kebun.

"Saat kejadian ibunya di kebun. Bapak korban kerja di SMAN 1 Rahong Utara sebagai staf sekolah. Sejak hilang kami sempat cari tapi tidak ketemu. Hari ini, ada bantuan dari Basarnas Labuan Bajo yang akan melakukan pencarian," kata Tarsius Tanggak, warga Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai yang mengirim informasi kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Kamis (4/4/2019) pagi.

Ia menjelaskan, keluarga terus berharap korban bisa ditemukan dan sudah menggelar doa dan acara adat guna pencarian berhasil.

Sebelumnya, Josua Ebok, bocah 6 tahun yang hilang karena dibawa air saat mandi di got depan rumahnya diduga terjatuh saat mu mengambil sandalnya.

Malaysia Open 2019- Marcus/Kevin Hanya Butuh 24 Menit untuk Lolos

Penanganan Bencana Longsor, 10 Huntara Dibangun Di Dua Titik untuk Para Korban

Pebalap asal Jerman Sebastian Vettel Menilai Mick Schumacher Layak Uji Coba dengan Ferrari

Josua yang mau mengambil sandalnya terbawa air yang deras di dalam got.

Apalagi saat itu di Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai hujan deras.

Jonathan Ebok (11), kakak korban kepada aparat Polres Manggarai mengungkapkan, pada Selasa (2/4/2019) sekitar Jam 15.00 wita korban bersama teman-temannya sedang mandi air hujan di got jalan raya Purang-Ruteng tepat depan rumah mereka.

"Tiba-tiba korban hendak mengambil sandalnya yang jatuh di got yang sedang mengalir arus air hujan yang deras. Korban lalu terjatuh dan dibawa terus Oleh arus air hujan," kata Jonathan.

Sampai saat ini masih upaya pencarian dan belum ditemukan.

Tempat korban mandi saat hujan turun baru dialiri air hujan dan Saat Kejadian menurut para Saksi memang air mengalir di got yang tingginya sekitar 80 cm dan airnya penuh.

Pasalnya hujan turun dari pagi sampai sore hingga pencarian usai korban hilang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninus)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved