Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 3 April 2019: "Lindungi Anak-anak Kita dari Miras"

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 3 April 2019: "Lindungi Anak-anak Kita dari Miras"

Renungan Harian Kristen Protestan Rabu 3 April 2019:
istimewa
Pdt DR Mesakh A P Dethan MTh MA 

Menurut dia, Sophia yang akan dilegalkan ini berkadar alkohol 45 persen, dan untuk awalnya akan diproduksi sebanyak 12 ribu botol.

"Ini juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan," katanya (https://bisnis.tempo.co/read/1191629/siapkan-miras-sophia-ntt-bidik-pasar-timor-leste-dan-australia).

Yang pro tentu saja menyambut baik upaya ini.

Peneliti Undana, Dodi Dharmakusuma mengatakan miras jenis Sopi, Moke dan Arak yang saat ini di konsumsi masyarakat harusnya menjadi aset bagi masyarakat. Dari berbagai kajian yang dilakukan, menurut dia, minuman tradisional itu memiliki efek yang baik untuk kesehatan.

“Ketika kembali ke ramuan aslinya. Justru kami temukan beberapa hal yang punya manfaat untuk kesehatan,” ujarnya. (https://sketsanews.com/menunggu-pergub-miras-sophia-khas-ntt/).

Tetapi yang kontra memberikan catatan kritis agar usaha ini tidak boleh menutup usaha yang sudah dilakukan masyarakat selama ini.

Peneliti IRGSC, Dominggus Elcid Ly memang mengapresiasi upaya Gubernur NTT ini, namun menolak upaya monopoli yang bisa mematikan kreatifitas masyarakat dalam hal produksi sopi lokal.

“Dengan melakukan pelarangan terhadap produksi sopi lokal, dan mengambil alih 'ujung akhir' pembuatan warga yang semula indipenden dalam berusaha ditempatkan hanya sebagai buruh pemasok bahan baku maka itu akan mematikan usaha mereka selama ini. Itu jika dilihat dari rantai kerja”, demikian Elcid Ly, doktor lulusan Jerman ini (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156829293800781&id=603245780).

Menurut Elcid Ly upaya gubernur NTT untuk melakukan legalisasi sopi perlu diapresiasi.

Tetapi melarang warga untuk memproduksi sopi sampai ujung akhir (bukan hanya semata bahan baku untuk Sophia) itu langkah keliru, sebab tidak ada jaminan rasa Sophia yang dibikin para doktor itu lebih enak daripada buatan para orang kampung.

Halaman
1234
Editor: Eflin Rote
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved