Larangan Merokok di Regulasi Ojol Berlaku Umum

Peraturan Menhub Nomor:12 tahun 2019 yang baru saja diterbitkan juga menegaskan larangan merokok bagi pengemudi saat mengendarai sepeda motor

Larangan Merokok di Regulasi Ojol Berlaku Umum
KOMPAS.COM
Sejumlah pengemudia ojek online berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (23/4/2018). 

Larangan Merokok di Regulasi Ojol Berlaku Umum 

POS-KUPANG.COM- Munculnya regulasi ojek online dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: 12 Tahun 2019 mengenai Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor sekaligus menegaskan larangan merokok bagi setiap pengemudi saat mengendarai sepeda motor.

Namun, karena muncul dalam regulasi yang dibuat sebagai payung hukum untuk ojek online, banyak pertanyaan timbul apakah aturan ini berlaku secara umum atau hanya untuk pengendara ojek daring?

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menjelaskan, aturan tersebut tidak tebang pilih.

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Tarif Resmi Ojek Online Akhirnya Ditetapkan, Berikut Daftar Lengkap Besarannya

"Aturan soal rokok itu turunan dari UU Lalu Lintas Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009. Artinya diberlakukan secara menyeluruh, bukan hanya untuk ojol (ojek online), melainkan untuk semua pengguna sepeda motor karena sifatnya sudah mengganggu konsentrasi. Di ojol larangan merokok juga berkenaan dengan standar pelayanan kepada penumpang," ucap Yani saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Yani juga mengatakan, terkait denda juga banyak yang salah kaprah.

Menurut Yani, Kemenhub tidak memberikan denda. Namun, karena aturan ini terkait dalam hukum lalu lintas, ada sanksi dari pelanggarannya yang ditangani oleh pihak kepolisian.

Pengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Massa dari pengemudi ojek online menuntut pemerintah membantu untuk berdiskusi dengan perusahaan transportasi online agar merasionalkan tarif.

Meski regulasi Permenhub No. 12 Tahun 2019 sudah terbit, Yani mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi ke para ojek online di beberapa kota besar, terutama mengenai hal teknis dan masalah penetapan tarif.

"Bahasanya bukan kena denda, tapi sanksi karena nanti pelanggarannya kan langsung oleh polisi, seperti tilang saja. Untuk saat ini situasinya masih sosialisasi. Kami sedang keliling ke beberapa kota besar sampai April mendatang. Penetapan penuh nanti kami infokan," ucap Yani.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Larangan Merokok di Regulasi Ojol Berlaku Umum

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved