Hujan Lebat, Ratusan Mahasiswa Poltekes Kupang Setia Menanti Kedatangan Jenazah Marlony Natonis

Hujan lebat, ratusan mahasiwa Poltekes Kemenkes Kupang setia menanti jenazah Marlony Natonis di Kargo Bandara El Tari Kupang

Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang sedang melakukan magang kerja atau Praktek Kuliah Lapangan (PKL) di RS Bhayangkara Yogyakarta.

Marlony Natonis PKL di RS Bhayangkara Yogyakarta bersama dua rekannya sesama mahasiswa jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Kupang, NTT.

Marlony Natonis menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di RS Bhayangkara Yogyakarta dan berangkat dari Kupang pada Rabu, 30 Januari 2019 lalu.

2. Berswafoto di rel Kereta Api

Pada hari Senin (25/3/2019) sore kemarin, selepas tugas PKL di RS Bhayangkara Yogyakarta, Marlony Natonis bersama dua temannya pergi ke perlintasan kereta api di Dusun Kalibening, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.

Ia pun berswafoto atau selfie di rel kereta api yang memang tak ada di NTT ini.

Tak hanya foto dipinggiran rel kereta api, ia juga foto di tengah-tengah lajur rel kereta api.

Kapolsek Kalasan Kompol Partono mengatakan, saat itu Marlony Natonis sedang berfoto di tengah rel sisi utara.

Marlony Natonis juga sempat meminta salah satu rekannya untuk memotret dirinya dengan latar berupa kereta api yang sedang lewat di rel sisi selatan.

Namun tiba-tiba muncul KA 2761F jurusan Ceper-Cilacap melintas di rel utara. Korban yang tidak menyadari adanya kereta api pun langsung tertabrak dan tewas di tempat.

Peristiwa ini terjadi pada pukul 16.00 WIB.

"Kemungkinan yang bersangkutan terlalu asyik berfoto sehingga tidak mendengar dan melihat kereta api melintas dari arah timur," papar Partono.

3. Jenazah dilarikan ke RS Bhayangkara Yogyakarta

Usai kejadian pihak Polsek Kalasan langsung mengevakuasi jenazah Marlony Natonis dari lokasi kejadian di Dusun Kalibening, Tirtomartani ke RS Bhayangkara Yogyakarta.

Kepala RS Bhayangkara Kompol dr Theresia Lindwati menyatakan, hingga saat ini jenazah masih berada di Ruang Jenazah.

"Hingga saat ini masih menunggu kedatangan keluarga korban dari NTT," jelas Theresia via telepon, Selasa (26/03/2019).

Theresia menyatakan, pihaknya telah mengabarkan keluarga korban. Jasad mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini sudah berada di RS Bhayangkara sejak Senin sore.

4. Sempat video call keluarga di Kupang 

Sebelum peristiwa kecelakaan ditabrak kereta api, Marlony Natonis sempat melakukan video call dengan keluarganya di Kupang.

Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang ini sempat berbincang-bincang dengan kakaknya, Didin Boimau.

Bahkan kepada sang kakak, Marlony Natonis menyatakan rindu pulang ke Kupang.

"Saya video call dengan dia, Sabtu (24/3/2019) sore. Itu terakhir dia kontak kami. Dia bilang dia sangat rindu pulang ke Kupang," ungkap Didin saat ditemui POS-KUPANG.COM, di rumah duka, RT 03, Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah, Kota Kupang, NTT.

5. Gadis yang periang

Marlony Natonis, mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang dikenal sebagai seorang yang periang.

Bahkan saat kontak dengan keluarganya di Kupang, meski menyatakan rindu pulang ke Kupang, tetapi ia tampak bahagia berada di Yogyakarta.

Didin Boimau, sang kakak menceritakan, sejak berada di Yogyakarta, Marlony Natonis sering menghubungi keluarga di Kupang.

"Dia bahagia sekali kalau bicara dengan kami terutama dengan adik-adiknya. Dia suruh adik-adiknya menyanyi," ujar Didin.

6. Kabar duka yang mengagetkan

Didin Boimau tak pernah menyangka, bahwa video call dia dengan adiknya, Marlony Natonis pada hari Sabtu sore itu adalah kali terakhir melihat sang adik.

Sebab, pada Senin (25/3/2019) sore, tiba-tiba keluarga mendapat kabar duka yang sangat mengejutkan.

Keluarga Marlony Natonis kaget saat mendengar kabar dari rekan Marlony Natonis bahwa dia meninggal dunia diseret kereta api.

Agus Natonis, ayah Marlony bahkan sempat tak percaya kabar duka itu. Sementara ibunya, Yosina Nomleni, tak berkata-kata hanya air mata terus membasahi pipinya.

Polisi melakukan oleh TKP mahasiswa asal Kupang yang tertabrak kereta api di Kalasan pada Senin (25/3/2019). Area lampiran (Istimewa/Tribunjogya)
7. Kajur Gizi Poltekes Kemenkes Kupang ke Yogyakarta

Mendengar kabar duka ini, Poltekes Kemenkes Kupang pun memerintahkan Ketua Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Kupang untuk berangkat ke Yogyakarta.

Pembantu Direktur III, Bapa Wilhelmus Olin SF, MS.c Apt, dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Selasa (26/5/2019) menjelaskan, Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia, sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus kepulangan jenazah.

Agustina ke Yogyakarta untuk mengurus jenazah Marlony Natonis, Mahasiswi Poltekes Kemenkes Kupang yang tewas akibat ditabrak kereta api di Yogyakarta.

"Tadi subuh-subuh Ketua Jurusan Gizi, Agustina Setia sudah berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus jenazah Marlony," ujar Wilhelmus Olin.

Ia mengatakan, Poltekes Kemenkes Kupang turut berbelasungkawa atas meninggalnya Marlony Natonis.

"Dia kan sudah semester akhir, tapi harus mengalami nasib seperti itu," ungkapnya.

(POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved