Injak Kaki di Timor, Kepala Bidang Penyelenggara Pendidikan Kunjungi SMK-PP Negeri Kupang
menjelaskan tentang orientasi lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian RI. Kementerian Pertanian awalnya memiliki
POS KUPANG.COM -Pada hari, Sabtu lalu (23/3/2019), Dr. Ismaya Nita Rianti Parawan, S.P, M.Si mengunjungi SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Kepala Bidang Penyelenggara Pendidikan tersebut menginjakkan kaki di SMK-PP Negeri Kupang.
Kunjungan dimaksudkan sebagai silaturahmi antar instansi yang bernaung di bawah BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian).
Dalam kunjungan tersebut, Ibu Ismaya disambut oleh Kepala Sekolah SMK-PP Kupang, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Jurusan dan para staf.
Ibu Ismaya menyatakan kebahagiaannya karena akhirnya dapat menginjakkan kaki di Pulau Timor yang terkenal akan sumberdaya serta keindahan alamnya.
Bapak Stefanus Bulu selaku Kepala Sekolah pun memohon bimbingan serta saran dari Ibu Ismaya, sehingga para pegawai di SMK-PP Negeri Kupang dapat terus membenahi instansi yang menjadi tempat mengabdi.
Bu Ismaya pun menjelaskan tentang orientasi lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertanian RI. Kementerian Pertanian awalnya memiliki sekolah tinggi yang orientasinya menghasilan pegawai negeri.
Lambat laun paradigma tersebut berubah, pendidikannya pun berorientasi menghasilkan penyuluh.
Dengan pesatnya perubahan, lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian terus berpacu untuk selalu melakukan peningkatan.
Akhirnya STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) yang dahulu dikenal sebagai sekolah bagi penyuluh, kini berubah menjadi Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) yang berorientasi menghasilkan penyuluh mandiri dan wirausaha muda.
Animo masyarakat tentang Polbangtan ternyata luar biasa, sehingga Kementerian Pertanian berencana untuk menjadikan beberapa SMK yang dinaunginya sebagai Polbangtan. Kini sudah ada 6 Polbangtan di Indonesia, yakni di Bogor, YoMa (Yogyakarta-Magelang), Malang, Manokwari, Goa, dan Medan. Mahasiswa dari Provinsi Nusa Tenggara Timur sendiri selama ini terserap ke Polbangtan Malang.
Namun, demi meningkatkan serapan mahasiswa dari Provinsi NTT serta mengadakan pendidikan pertanian yang sesuai dengan kondisi provinsi NTT, maka Provinsi NTT perlu memiliki Polbangtan-nya sendiri. SMK-PP Negeri Kupang inilah yang rencananya hendak beralih menjadi Polbangtan Kupang.
Dengan adanya peralihan SMK-PP Negeri Kupang menjadi Polbangtan Kupang, banyak hal yang perlu dibenahi, baik dari segi sumberdaya manusia, alam, hingga manajemen anggaran.
“Yang paling utama dalam persiapan menuju Polbangtan sebenarnya ialah Teaching Factory”, ungkap Ibu Ismaya. “Dan pembelajaran di SMK-PP Negeri Kupang sebenarnya sudah mencerminkan Teaching Factory itu” Teaching Factory sendiri merupakan pembelajaran dengan mendatangkan teknisi atau ahli dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI)
sehingga dapat menjembatani kesenjangan kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Teaching Factory menghasilkan lulusan yang siap berkarya mandiri secara profesional maupun bekerja di dunia industri.