Dandim Sumba Timur Minta Camat dan Kepala Desa Mengajak Masyarakat Jangan Golput

Dandim Sumba Timur minta camat dan kepala desa mengajak masyarakat jangan golput

Dandim Sumba Timur Minta Camat dan Kepala Desa Mengajak Masyarakat Jangan Golput
ISTIMEWA
Dandim 1601 Sumba Timur Letkol Inf. Johan A. P. Marpaung, S.Ip sedang membawakan materi. 

Dandim Sumba Timur minta camat dan kepala desa mengajak masyarakat jangan golput

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Komandan Kodim (Dandim) 1601 Sumba Timur Letkol Inf. Johan A. P. Marpaung, S.Ip meminta kepada seluruh jajaran camat dan kepala desa agar memberikan sosialisasi kepada masyarakatnya agar menghindari pelanggaran yang tidak sesuai aturan. Selain itu mengajak masyarakat agar tidak golput, serta merangkul masyarakat.

Dandim Letkol Inf. Johan A. P. Marpaung, S.Ip menyampaikan hal itu saat memberikan materi pada Rapat Kerja (Raker) Pamong Praja tingkat Kabupaten Sumba Timur tahun 2019 dan Forum Perangkat Daerah tahun Anggaran Tahun 2019 yang berlangsung di gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi Waingapu, Selasa (26/3/2019) siang.

Viktor Laiskodat Lantik Pengurus DPD Partai Nasdem Malaka

Adapun Pejabat yang hadir dalam Raker Pamong Praja itu, pimpinan Forkompimda, para pimpinan OPD, para Camat, para Danramil jajaran Kodim 1601 Sumna Timur, Para Kapolsek jajaran Polres Sumba Timur, para Babinsa Jajaran Kodim 1601 Sumna Timur, para Babinkamtibmas jajaran Polres, para Lurah dan Kepala Desa, para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Wanita dan Tokoh Pemuda, serta insan pers.

TKD Targetkan Puluhan Ribu Orang Hadiri Kampanye Jokowi di Kupang

Johan juga dalam membawakan materi itu menjelaskan terkait peran TNI dalam pengamanan Pemilu serentak tahun 2019. Dimana tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Johan juga menjelaskan, ada 2 tugas operasi TNI yaitu Operasi Militer Perang (OMP) artinya apabila ada Negara asing yang menyerang Negara Indonesia.

Selain itu tugas kedua, Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang terdiri dari mengatasi Separatis, mengatasi pemberontakan, mengatasi teroris, mengamankan objek vital, menjaga perdamian dunia, memberdayakan wilayah pertahanan, membantu kepolisian RI, mengamankan Tamu Negara, membantu bencana alam, membantu tugas pemerintah di daerah.

Johan juga mengatakan, strategi dalam. pengamanan Pemilu, TNI tidak bertindak sendiri, TNI BKO dan apabila ada permintaan dari Kepolisian siap bergerak. Permintaan dapat berbentuk lisan selama 1x24 jam.

Dikatakan Johan, rencana aksi Kodim 1601 Sumna Timur, pelaksanaan berdasarkan potensi yang ada, yaitu kampanye terbuka yang harus diwaspadai adanya bentrokan antara pendukung dan simpatisan, serangan fajar (money politik), kemungkinan adanya masyarakat yang menutup akses jalan pada saat 1 hari sebelum pencoblosan.

Johan juga menjelaskan, Kodim Sumba Timur akan di BKO kan 1 SST Brigif 21/Komodo, pergerakannya atas permintaan Kepolisian.
Kodim Sumba Timur menjalin Sinergitas dengan Polres Sumba Timur dengan cara melaksankan apel gelar pasukan bersama, patroli bersama, deteksi dini dan cegah dini segala ancaman yang mungkin terjadi.

Selain itu, mengoptimalkan pengamankan di wilayah Kabupatwn Sumba Timur dan pada intinya, Kodim Sumba Timur siap memberikan perbantuan kepada Kepolisian untuk mengsukseskan Pemilu serentak tahun 2019. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved