Ini Permintaan UMKM Kepada Kantor Pajak

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wajib pajak (WP) meminta sesuatu kepada Kantor Pelayanan Prajak (KPP) Pratama Kupang.

Ini Permintaan UMKM Kepada Kantor Pajak
Pos Kupang.com/Yeni Rachmawaty
KPP Pratama Kupang melakukan Bimbingan Teknis Pengisian SPT Tahunan baik menggunakan e-form dan efiling kepada Pelaku UMKM Mitra Binaan Bank Mandiri, di Lantai 3 Bank Mandiri, Jumat (22/3/2019). 

POS-KUPANG. COM | KUPANG - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wajib pajak (WP) meminta sesuatu kepada Kantor Pelayanan Prajak (KPP) Pratama Kupang.

Ketua K2S Kota Kupang, Yudi, mewakili wajib pajak UMKM yang hadir pada acara Diseminasi Pelaporan SPT Tahunan PPh Bagi Pelaku UMKM Mitra Binaan Bank Mandiri, di Kantor Bank Mandiri, Kupang, Jumat (22/3/2019),  mempunyai harapan besar agar petugas pajak bisa merangkul dengan baik para wajib pajak.

"Penawaran 0,5 persen sebenarnya bukan angka yang menarik. Tapi bagaimana petugas pajak bisa merangkul dan mengedukasi wajib pajak. Itulah yang membuat kita tersenyum. Jadi bukan angka, mainset inilah yang harus diubah," katanya.

BREAKING NEWS: Tiga Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Kupang Dibekuk Polisi, Dua Ditembak

BREAKING NEWS: Hebat! Lima Mahasiswa PNK Kupang Lolos Seleksi Kuliah di Taiwan

Sementara Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi 2 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Yohan Suharsoyo meminta kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wajib pajak (WP) diminta untuk disiplin dalam membayar pajak untuk  disiplin dalam membayar pajak karena 70 persen negara dibiayai dari pajak.

"Kami mengetuk kesadaran WP dengan edukasi. Karena 70 persen negara dibiayai dari pajak. Kalau tidak membayar pajak, bagaimana pembangunan negara ini. Jadi kita perlu disiplin untuk menyisihkan penghasilan untuk membayar pajak," katanya.

Terkait dengan sadar bayar pajak, mewakili UMKM yang hadir, Ketua Organisasi K2S Kota Kupang, Yudi meminta agar UMKM yang hadir bisa taat membayar pajak dan setelah dari kegiatan tersebut bisa menginformasikan ke teman-teman yang lainnya Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Bank Mandiri dengan KPP Pratama Kupang bagi UMKM binaan Bank Mandiri.

Gisella Anastasia Kenalkan Wijaya Saputra Pada Gempita, Tak Terduga Begini Reaksi Gading Marten

Yohan mengatakan cara DJP untuk mendorong para wajib pajak agar mau membayar pajak tentunya sudah berbeda. Tidak lagi seperti dulu. "Zaman sudah berubah, saat ini generasi milenial, tidak mau ribet dan dipaksa. Jadi kita tidak seperti dulu, tapi merangkul. DJP senantiasa memperbaiki diri, menyesuaikan diri dengan pelaporan SPT Tahunan," ujarnya.

Ia mengatakan, setiap bulan Maret, kantor pajak seperti pasar karena antrean dari wajib pajak di akhir bulan untuk lapor SPT. Namun sekarang DJP berusaha semakin simpel, sederhana dan cepat. Agar wajib pajak mau melaksanakan kewajiban.

"WP mau suka rela laporkan kewajiban kenapa dipersulit. Jadi sekarang bisa lebih santai mengisi SPT darimana saja," ujarnya.

Saat ini, KPP Pratama Kupang melakukan edukasi dengan menjemput bola. Sejak Februari sampai Maret, petugas pajak sudah mendatangi 26 Satker tidak hanya di kota Kupang tapi juga menyusur Kabupaten Kupang, Rote, Alor, bahkan sudah ke Pulau Sabu.

Area Head Bank Mandiri, Hermawan Handoyo Widodo, mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Sulawesi dan Kontak Kerukunan Sosial Jawa (K2S) Kupang yang telah hadir untuk mengisi SPT Tahunan yang dibimbing langsung oleh KPP Pratama Kupang.

"Mudah-mudahan apa yang dilaksanakan dapat bermanfaat. Karena mengisi pajak tidak bisa sembarangan. Apalagi sudah diberi kemudahan, kalau dulu manual sekarang sudah digital. Bisa menggunakan handphone dan komputer," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved